11

407 44 0
                                        

Setelah selesai sarapan, Sakura meninggalkan Sasuke di meja makan.

"Kau ingin ke mana?" tanya Sasuke sambil menatap Sakura yang sedang berdandan rapi, tampak seperti orang yang hendak pergi bekerja ke kantor.

Sakura memutar bola matanya, tampak sedikit kesal mendengar pertanyaan itu. "Tentu saja bekerja," jawabnya dengan nada datar namun tegas.

"Bukankah aku sudah bilang padamu untuk menyiapkan pakaian?" tanya Sasuke.

Pertanyaan Sasuke membuat dahi Sakura berkerut, membentuk sudut siku-siku, seakan dia sedang mencoba mengingat sesuatu.

"Gaara belum bilang padamu?" tanya Sasuke, suaranya terdengar serius.

Sakura mengerutkan dahinya, bingung. "Tentang apa?"

Sasuke tidak langsung menjawab. Dia merogoh kantung celananya, mengambil handphone, dan mulai menekan-nekan layarnya. Dalam keheningan yang singkat, suara telepon yang menghubungkan terdengar.

"Halo, selamat pagi, Sasuke. Ada apa?" suara tenang Gaara terdengar dari seberang telepon, menyapa Sasuke dengan nada formal.

"Apa kau belum memberi tahu Sakura?" tanya Sasuke langsung, tanpa basa-basi.

Sakura, yang berdiri di sebelah Sasuke, ikut menyimak percakapan mereka. Alisnya sedikit terangkat, penasaran dengan apa yang sedang dibicarakan.

Gaara terdiam sejenak di ujung telepon. "Rencananya hari ini aku ingin mengatakannya."

Sasuke melirik Sakura sekilas sebelum kembali berbicara. "Katakanlah sekarang, dia ada di sebelahku," desak Sasuke, nada suaranya tegas namun tenang.

Hening sejenak. Gaara tak segera merespons, seolah mempertimbangkan sesuatu yang penting. Sakura bisa merasakan ketegangan, meskipun tak sepenuhnya memahami situasinya.

"Baiklah, aku menjauh agar kalian dalam berbicara leluasa. Aku tidak akan ikut campur." Sasuke bangun dari tempat duduknya, berjalan menjauhi Sakura.

Sakura merubah panggilan menjadi video call. Terlihat Gaara sudah berada di tempat duduk kebesarannya.

Akhirnya, Gaara menarik napas panjang di seberang telepon. "Sakura, aku tau apa yang terjadi dengan kau dan CEO USS Group." Satu persatu kalimat Gaara lontarkan dengan hati - hati.

"Perusahaan kita, baru saja mengajukan permintaan kerjasama dengan USS Group. Semua persayaratan dapat kita penuhi, namun ada syarat yang membuat kami kesulitan. Sasuke meminta agar kau bertukar tempat dengan karyawannya."

Jujur saja mendengar ucapan Gaara membuat kedua lutut Sakura lemas.

"Aku tahu kau memiliki hubungan yang tidak baik dengannya. Tapi kerjasama dengan perusahaan Sasuke penting untuk kemajuan perusahaan kita."

"Jadi kuputuskan mulai hari ini kau akan dipindahkan ke USS Group." Lanjut Gaara.

Sakura membuang napas dengan kasar.

"Kenapa ucapan yang ku lontarkan pada Kei dan Akira malah jadi kenyataan kalau aku benar-benar akan pergi berdinas," gerutu Sakura dalam hati.

"Baik. Aku siap bertukar tempat demi kemajuan perusahaan kita." Sakura tidak mau egois. Ia tidak mau hanya karena dirinya Sabaku Group menjadi tidak berkembang.

"Sekali lagi aku meminta maaf. Semoga keberuntungan menyertaimu." Gaara berdiri dari kursinya untuk membungkukan setengah badannya pada Sakura.

Sakura pun melakukan hal yang sama seperti yang Gaara lakukan padanya.




🌸🌸🌸

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Jan 28 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

Bring her BackTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang