[ some stories are not from me ]
❝Berhati-hatilah sebelum kamu tidur, karena mereka selalu mengawasimu dalam keadaan gelap maupun terang.❞
Kalian semua pasti pernah merasakan sesuatu yang membuat kalian bingung untuk mendeskripsikan tentang situasi...
"Tapi, masa iya cuman kita doang yang bisa ngeliat?" Tanya Felix agak ngeri.
"Lo lupa? Kita kan indigo, wajar bisa liat begituan. Mungkin anak kelas pada nggak bisa liat." Balas Jisung mengendikkan bahu.
"Ya bener, sih. Semoga dia nggak kenapa-napa deh. Gue takut sosoknya itu malah bikin celaka." Ucap Felix yang diangguki oleh Jisung.
Sesampainya di toilet pria, Hyunjin langsung memasuki salah satu bilik.
Setelah urusannya selesai, pemuda itu keluar dari bilik dan menuju wastafel.
"Lega banget, akhirnya." Ucapnya.
Suasana di toilet sangat sepi, mungkin karena semua kelas lagi pada melaksanakan kegiatan belajar dan sepertinya hanya kelasnya yang sedang tidak ada pelajaran karena gurunya izin tak bisa mengajar. Itu adalah suatu kebahagiaan tersendiri bagi beberapa siswa yang tak terlalu suka belajar seperti Hyunjin.
Saat sedang mencuci tangan, ekor mata Hyunjin seperti melihat seseorang di belakangnya, ah lebih tepatnya di sudut ruangan.
Hyunjin jadi takut karena sekilas perawakannya seperti perempuan.
"Mana mungkin ada cewek di toilet pria sini. Nggak mungkin." Pikir Hyunjin.
Perlahan, ia menolehkan kepalanya ke belakang untuk melihatnya.
Oh, tidak ada apa-apa. Sepertinya Hyunjin terlalu lelah sehingga ia mulai berhalusinasi.
Tetapi saat ia menoleh lagi ke depan, Hyunjin malah menyesalinya. Ralat, sangat menyesalinya. Harusnya ia langsung pergi saja dari sana.
Karena Hyunjin melihat sosok seorang nenek dengan wajahnya berlumuran darah yang terus bergumam.
"Seorang korban tak akan membiarkan pelaku pembunuhannya kabur begitu saja. Seorang korban tak akan membiarkan pelaku pembunuhannya kabur begitu saja. Seorang korban tak akan membiarkan pelaku pembunuhannya kabur begitu saja."
Hyunjin langsung terdiam tak berkutik setelah mendengarnya.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.