Sibuk dia berdiri di depan meja kerja. Mengotak-atik tablet di atas meja sambil pegang gelas kopi.
Toktoktok!
Suzy menoleh ke belakang waktu ada adiknya nongol.
" Ada tamu."
" Siapa?"
" Circle desah." Jawab cuek Irene.
---
Krystal duduk bersama dua temannya sambil melihat sekitar rumah ini mewah banget.
" Irene udah gak punya orang tua lagi. Tapi kakaknya yang ngurus dan bisa sesukses ini." Kata Jisoo sambil berbisik nunduk.
Jennie baru tau. Dia mengangguk pelan bersama Krystal sambil tegap badan lagi saat Suzy keluar ruangannya, jalan sambil tersenyum ramah.
Krystal dan Jisoo sampai bengong ngeliat dewi darimana ini!? Cantik banget anjirr!!
" Hai... Mau minum apa?"
" Ah! Gak perlu repot-repot Kak." Kata Jennie.
" It's okay. Tamu adalah raja." Kata Suzy sambil memberi kode pelayan rumahnya untuk membuat minuman segar.
" Emm jadi...apa yang membuat kalian kemari?" Tanya Suzy. Dia mengangkat alis, melihat mereka satu persatu secara bergantian.
Jisoo menyenggol lengan Jennie disebelahnya yang takut memulai omongan. Sedangkan Krystal sudah melirik Jennie di samping juga belum ngomong.
" Ngomong." Bisik Krystal.
Jennie kaku bicara. Suzy sudah menunggu bahkan sampai minuman mereka di antar ke meja tamu.
Jisoo memberi tundukan terimakasih soal sajian. Lalu dia nunduk sambil mencubit lengan Jennie untuk bicara.
" Soal Rosie." Katanya langsung. Jennie meringis sakit di pinggangnya sambil melotot ke Jisoo yang mengangguk pelan bersama Krystal di depan Suzy.
" Rosie?" Tanyanya lagi. Ketiga wanita itu mengangguk.
" Apa yang mau kamu tau soal Rosie?"
" Emm...masa lalu." Jawab Jennie.
Suzy nunduk sambil memutar cincin di jari manisnya.
" Kalau aku nolak?"
Mulai Krystal dan Jisoo saling lempar pandangan.
" Aku rasa Kakak....harus berfikir 2x." Jawab Jennie membuat Suzy menatapnya lama.
" Rosie?" Tanya Suzy. Jennie mengangguk.
" Dia...... seseorang yang aku kenal suka melanggar aturan."
.
.
.
.
.
Lari di belakang sekolah sambil membawa tas bersama satu temannya. Lalu mereka melempar tas itu keluar tembok untuk bolos.
Tap! Tap!! Kaki menempat di pinggir jalan. Memungut cepat tasnya lalu pergi dari sana untuk gak ketahuan pihak sekolah.
" Makan dimana kita?" Tanya Rosie. Di rangkul oleh Lim yang nenteng tasnya.
Dua sahabat ini selalu bareng! Dari TK, SMP, SMA. Selalu berdua dan satu sekolah. Rosie selalu curhat sana sini ke Lim. Begitupun Lim. Mereka saling menjaga satu sama lain. Bahkan soal percintaan.
" Gua mau banget sama Suzy sampai nikah pokoknya!"
" Haha! Masih kelas 3 SMP! Dah mikir nikah!"
