Akhirnya, lulus SMA. Rosie penuh senyum lebar saat keluarganya kumpul, foto bersama bahkan ada Jennie disana.
" Jennie lagi." Kata Alice buat Jennie mendekat untuk gantian foto bareng Rosie.
Mereka ngelakuin beberapa kali take pengambilan foto. Mulai dari gaya formal hingga gaya menggemaskan.
Harus di senang-senangin karena Rosie bilang setelah lulus, dia akan ke Australia untuk trainee. Jadi LDR pastinya dan Jennie harus tahan-tahan kalau dia mau bareng Rosie sampai nikah. Kalau gak mau yaudah, Rosie rela aja sekarang kalaupun Jennie udah gak tahan nungguin dia.
" No. I can." Kata Jennie.
Jennie cewek yang sabaran. Mau gimanapun kekasihnya tetap dia sabar. Dasar dulunya aja pas sama Kai kayak gak di hargai Jennie. Tapi sekarang ok kok. Dia punya pacar seperti Rosie yang mengerti keadaan dan kemauan Jennie gimana.
" Tunggu aku yaa...." Kata Rosie. Tersenyum manis mengelus rambut Jennie, duduk di kafe berdua untuk menikmati hari-hari sebelum LDR.
---
" Sayang mau apa? Beli aja apapun itu." Kata Rosie sambil gandengan sama Jennie, keliling mall buat shopping.
" Kamu pakai?" Tanya Jennie. Rosie mengangguk sambil menerima kemeja maroon pilihan Jennie untuk dibawa Rosie ke Australia nanti.
" Udah sayang?" Tanya Rosie sambil mendekati Jennie yang bingung pilih warna pakaiannya.
" Beli dua-duanya!" Jawab Rosie. Mengambil langsung kedua pakaian itu tanpa harus repot pilih-pilih warna.
" Aku padahal mau satu aja."
" Gak papa." Jawab Rosie sambil keluarkan dompet untuk bayar belanjaan mereka.
Seroyal itu Rosie ke Jennie. Gak perhitungan juga anaknya. Ya kalik punya pacar gak modal. Minimal kehendak dia keturutlah.
" Hubby nginap ya nanti~" Pinta Jennie sambil memeluk pinggang Rosie yang merangkulnya, mengangguk menuruti.
Jennie dongak ngeliat Rosie yang nunduk mandang dia. Terus cewek ini cengir sambil nyandar kepala di lengannya. Rosie kan jadi gemes. Pengen gigit rasanya!
Iya, pas nginap aja gigitnya gak papa kalau kata Jennie.
" Ahh~~!" Desah Jennie. Mengeratkan elusan di leher Rosie yang nunduk, mengecup bibirnya sambil merangkul.
Jennie udah ngasih apa aja ke Rosie. Semuanya!! Udah yakin duluan kalau dia yang terakhir.
" Nanti aku telpon terus." Katanya sambil mengelus rambut Jennie pelan, merangkulnya selama tidur.
Jennie hanya minta itu sebelum lusanya Rosie pergi. Pokoknya Rosie 24 jam sama dia terus deh.
•••
Barang-barang udah semua. Rosie bawa 2 koper dan satu ransel. Yang nganterin Alice sama Jennie ke bandara.
" Ada yang ketinggalan?" Tanya Alice.
" Hati aku."
Alice ngelirik. Dia berdehem panjang waktu Jennie tersenyum kekeh.
" Kakak ambil mobil dulu biar parkir di depan aja. Gak jauh jadinya."
Jennie mengangguk. Alice pun pergi dan Rosie bisa manja-manja sama Jennie.
" Ntah aku bisa tidur apa gak nanti." Kata Jennie buat Rosie tersenyum lebar sambil memeluknya, memberi kecupan juga di kening.
" Sabar..."
" Iya. Aku sabar."
Rosie kasihan ngeliat Jennie. Kelihatan banget kayaknya belum siap LDR tapi dipaksa sama dia demi masa depan. Kan udah janji mau sampai nikah. Jennie juga gak mau mengecewakan Rosie yang berjuang saat ini biar bisa nikahin Jennie.
