Utama kan membaca deskripsi!
[Boboiboy Fanfiction]
[ Hiatus ]
*New Sinopsis*
.
.
.
Siapa sangka, jika pindah rumah adalah awal dari bencana bagi para Elemental. Mereka selalu diteror oleh nasib sial yang tiada henti.
Lalu bagaimana mereka bertahan...
Setelah sekitar duapuluh menit menunggu, akhirnya pick up yang mereka sewa untuk mengangkut barang barang mereka pun sampai.
Lalu, mereka diarahkan Gempa dan Halilintar untuk memasukan semua kardus dan barang mereka ke pick up. Setelah semua sudah dimasukkan, barulah mereka ikut naik kedalam pick up tersebut. Walaupun barang barang mereka tidak terlalu banyak, namun sedikit berdesakan bagi mereka, sedangkan Gempa duduk disamping sang supir.
Perjalanan menuju rumah yang mereka akan tempati itu, memakan waktu tempuh sekitar satu jam dari kontrakan yang mereka tinggali sebelumnya.
Diperjalanan menuju rumah yang mereka tempati, para TTM sibuk dengan game yang mereka mainkan di ponsel mereka. Sedangkan Solar sibuk dengan akun insta miliknya, Halilintar yang fokus dengan novel tebal yang sedang dibacanya, Ice yang sedang tidur bersandar pada pundak Blaze, dan Gempa yang entah lagi ngapain didepan sana.
SoD
Setengah perjalanan berlalu, kini yang tadinya mereka lewati adalah rumah penduduk malah tergantikan oleh pepohonan yang rimbun.
'Kok hawa nya jadi beda gini ya?' Batin Solar.
"Kak hali" Yang dipanggil pun menoleh dengan wajah datar terpampang jelas di wajah nya.
"Apa?" Halilintar menjawab dengan ketus, dan mendapat tatapan cemas dari Solar.
"Kakak ngerasain ga, kalau hawa nya tiba tiba berubah?" Dengan tatapan cemas, Solar pun menatap Halilintar dengan intens.
"Dingin? tau kok" Ucap Halilintar dengan santai.
"Duhh gimana ya?" Solar bergumam dengan nada khawatir.
Taufan, Blaze, dan Thorn dengan serentak menoleh kearah Halilintar dan Solar.
"Sebenernya aku juga ngerasain lar, kalau hawa nya tiba tiba beda" Taufan angkat bicara ketika itu juga bulu kuduk Taufan meremang, seakan akan udara yang sangat dingin menusuk tubuhnya.
"Iya, tiba tiba jadi dingin banget disini" Blaze mengusap dan menghembuskan nafasnya yang hangat ke kedua telapak tangannya.
"Itu sih karena kamu pake baju tanpa lengan, blaze" Ice tiba tiba terbangun dari tidurnya, walaupun matanya masih diambang setengah tertutup.
"kok kak ice bangun, kenapa?" Tanya Thorn yang memasang wajah polos, Ice menoleh dan menjawab.
"ga enak... suasananya"
Semua terdiam, setelah Ice mengucapkan itu tidak ada lagi yang mengeluarkan suara, mereka semua sibuk dengan pikiran masing masing. Semua menjadi sangat sepi, hanya terdengar suara mesin dari pick up yang sedang melaju ditengah rimbunnya pepohonan.
Disisi Gempa, ia merasa seperti ada yang janggal tentang suasana sekitar yang tiba tiba berubah drastis. Sedangkan disebelah gempa, sang supir hanya diam disepanjang perjalanan dan menatap kosong pada jalanan yang mereka lewati.
'Mudahan saja tidak ada hal buruk yang akan terjadi' Dengan perasaan yang mulai tidak enak, Gempa pun membatin.
SoD
Sebentar lagi tujuh bersaudara ini akan tiba dirumah baru mereka, namun diantara mereka ada yang terfokus pada satu rumah yang cukup besar dipinggir jalan yang akan mereka lewati.
"Kak hali, itu atau bukan rumah yang kak hali beli?" Thorn menunjuk kearah rumah yang ia lihat tersebut.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Bukan hanya Halilintar yang menoleh, tetapi saudaranya yang lain juga ikut menoleh karena penasaran, toh yang pernah liat gambar rumah baru mereka cuman Halilintar dan Gempa.
"Bukan" Halilintar menggeleng pelan, seolah tidak terlalu peduli, ia pun melanjutkan novel yang ia baca.
"ohh..." Thorn bergumam seraya mengangguk pelan.
"Sebenarnya gimana sih rupa rumah kita yang baru, aku ga sabar banget pengen liat!" Blaze menggeram tak sabar.
"Iya, aku juga ga sabar pengen liat kamar ku nanti seperti apa. Pasti sangat besar" Taufan berseru dangan semangat dan senyum lebar yang terpatri dibibirnya.
"Aku pengen cepat cepat rebahan" Ucap Ice yang memeluk boneka paus miliknya dengan malas.
"Solar, nanti thorn sekamar sama solar aja ya, soalnya thorn takut kalau tidur sendiri" Ucap Thorn.
Solar melirik Thorn dan tersenyum, lalu ia pun mengangguk.
"Oke kak thorn" Solar pun mengangkat jempolnya.
"Aku sekamar sama kamu ya ice!" Ucap Blaze dengan semangat.
"Ya terserah" Dengan malas Ice menjawab.
Jika ditanya, bagaimana dengan Halilintar, Taufan, dan Gempa, maka akan ku jawab mereka sekamar. Oleh karena itu, nanti dirumah mereka akan banyak kamar kosong yang tak terpakai.
SoD
Mereka telah tiba didepan gerbang rumah baru mereka, dari luar saja kelihatan bahwa rumah tersebut sangat besar, meskipun aura suram terlihat pekat pada bangunan itu.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Bisa mereka simpulkan, bahwa itu adalah rumah yang sangat tua. Bisa dilihat dari tembok bangunan yang sudah mulai berlumut dan kotor, serta cat yang sudah memudar dan terkelupas.
Ditambah lagi oleh pepohonan tinggi yang berada dihalaman belakang bisa terlihat dari gerbang depan, itu menambah kesan suram pada bangunan tersebut.
"Ini rumah baru kita kak?" Tanya Solar.
"Iya" jawab Halilintar singkat.
"Kok serem ya?"
TBC Jujur ini first story aku ges, jadi maklumi aja ya kalau kalimat nya ga rapi atau ada typo bertebaran, gomen(T▽T)
Nah mereka udah sampai tuh dirumah baru mereka, jadi gimana yaa kelanjutannya.