⚠Warning Blood⚠
Happy Reading
Ice terus berlari dihalaman belakang rumahnya yang ditumbuhi banyak semak belukar dan pepohonan yang rimbun. Dengan terengah-engah ia berlari menuju pintu gerbang belakang seraya memegang sebuah jimat yang bersinar.
Ice merasa kakinya kebas dan pegal, namun ia harus tetap berlari untuk menyelamatkan dirinya dari kejaran sesosok serba hitam dengan bola mata yang putih yang bersinar biru, tengah membawa pisau berlumuran darah ditangannya.
Sudah sangat lama Ice berlari namun belum juga sampai ke pintu gerbang. Langit mulai menggelap karena mendung, dirasa Ice, suasana saat itu sangat mencekam.
Suara guntur mulai bergemuruh dan kilat-kilat mulai menyambar, bersamaan dengan itu, Ice tersungkur ketanah cukup keras karena tersandung batu yang lumayan besar.
"Sial!" desis Ice, saat merasa kakinya beku ditempat.
Saat Ice berbalik, alangkah terkejutnya ia melihat sosok hitam yang tadi mengejarnya kini sudah berada dihadapannya, terlebih lagi sosok itu sudah siap untuk menikam Ice dengan pisaunya yang berlumuran darah.
"Selamat tinggal, ice HAHAHA!!" sosok itu tertawa lepas seraya melayangkan pisaunya tepat kedada Ice.
SREKK!!
"HAH! huh...huh...huh..." Ice terbangun dengan terengah-engah dan keringat yang bercucuran, matanya sembab seperti habis menangis.
Ice menatap kesekeliling ruangan disana, ia bernafas lega ketika yang ia lihat adalah kamar dirinya dan Blaze.
'Hanya mimpi ya... kok terasa nyata' batin Ice.
Ice beranjak dari tempat tidur nya, lalu ia menuju kedapur untuk mengambil air putih.
Wajah Ice masih terlihat pucat setelah mendapat mimpi yang mengerikan seperti itu.
Disaat Ice mengambil gelas, Blaze yang kebetulan juga ingin kedapur melihat wajah Ice seperti wajah orang habis ngelihat hantu, tegang dan pucat. Dengan insting nya Blaze pun mendekati Ice dan bertanya.
"Ice kamu sakit, kok pucat?" Blaze meletakan punggung telapak tangannya pada dahi Ice, Ice menepis pelan tangan Blaze.
"Aku ga papa kok, kamu tenang aja blaze" Ice tersenyum tipis.
Seakan tak percaya perkataan Ice, Blaze terus memantau gerak gerik sang adik, dan yang ditangkap oleh otak Blaze adalah seorang Ice yang memerlukan pelukan dan perlindungan, karena Blaze lihat wajah Ice seperti orang habis mengalami mimpi buruk yang amat buruk.
Ice sudah meneguk seluruh air yang ada didalam gelasnya. Disaat Ice ingin meletakan kembali gelas itu, Blaze tiba-tiba saja membawa Ice kedalam dekapannya dan membelai pelan rambut belakang sang adik dengan penuh kasih sayang.
"Kamu yang tenang aja ice, aku sebagai kakak akan melindungi adik tersayang ku dengan cara apapun, termasuk dengan nyawa ku sendiri " ucap Blaze dengan bergumam di kata-kata terakhir.
Ice yang tidak mendengar ucapan terakhir yang dikatakan Blaze menjadi lebih tenang dan tersenyum.
"Makasih ze " bisik Ice dan Blaze mengangguk sebagai jawaban.
"Yaudah blaze, aku mau kekamar. pengen tidur" Ice menguap menandakan ia benar-benar mengantuk, Blaze yang melihat itu sontak geleng-geleng kepala. Ia tak habis pikir dengan adiknya yang satu ini kerjaannya hanya tidur dan makan, apa itu wajar?
KAMU SEDANG MEMBACA
Save or Death [ Hiatus ]
HorrorUtama kan membaca deskripsi! [Boboiboy Fanfiction] [ Hiatus ] *New Sinopsis* . . . Siapa sangka, jika pindah rumah adalah awal dari bencana bagi para Elemental. Mereka selalu diteror oleh nasib sial yang tiada henti. Lalu bagaimana mereka bertahan...
![Save or Death [ Hiatus ]](https://img.wattpad.com/cover/360399381-64-k174871.jpg)