Bab 13 (Volume 3) : Dimulainya Sandiwara & Pertempuran Selatan Jawa

252 45 12
                                    

Agra POV

       Saat ini Agra dan para perwira baru membahas beberapa hal seperti rencana melemahkan pasukan Sunda dengan mencuri kuda dan meracuni makanan yang dimakan pasukan Sunda, karena saat ini pasukan Sunda sedang beristirahat dan menetap di salah satu desa terdekat yakni desa kliwon yang berjarak 5 km dari desa Rawaapu. 

"Seharusnya ini akan melemahkan mereka dan Panca akan datang" Pikir Agra sembari mendengar diskusi para perwiranya. Dan seorang prajurit pun datang dengan tergesa-gesa.

"Permisi Raden dan semua perwira, saya memohon maaf bila menganggu pertemuan. Di depan gerbang benteng terdapat banyak pasukan yang hadir dan mengaku sebagai pasukan dari Organisasi Arkam" Lapor prajurit itu dengan terengah-engah

"ARKAM?!" Semuanya kaget termasuk Agra, namun ia hanya berpura-pura saja

"Berapa jumlah mereka?" Tanya Kapten Bayu dengan heran dan gugup, ia bersiap mendengar jumlah pasukan Arkam

"Diperkirakan hampir 10 ribu pasukan dengan perlengkapan tempur yang lengkap, bahkan setara dengan pasukan kerajaan. Yang membedakan mereka mengenakan jubah dan topeng" Jawab prajurit itu membuat para perwira menjadi tegang mendengar jumlah sebesar ini.

"Huh, Organisasi dengan jumlah pasukan sebanyak itu... benar-benar diluar ekspektasi, pantas saja banyak pejabat yang dengan mudah dibunuh dikediaman yang dijaga ratusan pasukan" Ujar Komandan Hadi yang mengingat tragedi tewasnya fraksi Seditri

"Arkam.... Sebuah organisasi dengan keberadaan, informasi dan motivasi yang misterius, apa tujuan mereka kemari dan apa saja yang mereka katakan?" Tanya Agra dengan serius dan tegang

"Mereka mengatakan ingin membuat kesepakatan dengan pihak kita, dan raden yang menjadi orang yang akan menjadi perwakilan untuk bernegosiasi dengan mereka" Jawab prajurit itu

"Raden, apakah ini tidak berbahaya?. Lebih baik raden kami temani dalam proses negosiasi" Ujar Komandan Hadi dengan khawatir

"Benar Raden, terlebih lagi dikhawatirkan mereka membuat kesepakatan yang menguntungkan pihak mereka saja dan memanipulasi raden" Timpal Komandan Heru

     6 perwira lain yang berada ditingkat kapten dan letnan ikut mengangguk setuju, membuat Agra memejamkan mata sejenak dan mulai memberikan perintah dengan lantang.

"Baiklah, sampaikan pada mereka bahwa saya akan datang bersama dengan 2 perwira untuk bernegosiasi. Untuk 2 perwira yang akan ikut adalah Komandan Hadi dan Komandan Heru, sedangkan sisanya siapkan pasukan!" Perintah Agra membuat prajurit tadi kembali ke gerbang , sedangkan Agra dan 2 perwiranya menyiapkan armor dan senjata mereka, dan mulai menuju gerbang benteng desa.

*******

Depan Benteng Desa Rawaapu

        Pihak Arkam menunggu kehadiran Agra di luar benteng, mereka menyiapkan beberapa tunggul pohon sebagai tempat duduk dalam acara negosiasi ini. Pasukan Arkam dan Majapahit dalam situasi tegang dimana kedunya saling waspada satu sama lain. Para pasukan pemanah dan peralatan tempur berat bersiap menyerang bila ada perintah dari masing-masing pemimpin mereka. Para pemanah menarik busurnya sedangkan peralatan tempur berat siap diaktifkan. Setelah menunggu 5 menit, Agra ditemani 2 komandan pun menghampiri pihak Arkam.

"Selamat siang dan salam hormat Pangeran kerajaan Majapahit Hayam Wuruk, putra dari Prabu Thribuwana dan Kertawardhana. Dengan hormat, saya izin memperkenalkan diri. Nama saya adalah Catur salah satu dari petinggi  dari Organisasi Arkam, dan disamping saya ada panca dan Sat. " Ujar Abinaya dengan hormat dan sopan sembari mengajak berjabat tangan.

"Selamat siang juga dan salam hormat Catur dari Arkam. Disamping saya adalah Komandan Heru dan Komandan Hadi" Jawab Agra dengan senyum simpul dan menerima jabatan tangan dengan waspada.

MENJADI PRABU HAYAM WURUK (Hiatus sementara) Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang