Bab 17 (Volume 3): Meraih Kemenangan gemilang namun...

170 48 11
                                    

Agra POV

Malam hari, Kota Solo Barat

     Malam ini Agra sedang merawat lukanya akibat perang hari ini. Luka yang ia alami karena terkena beberapa anak panah dan juga beberapa luka memar karena pukulan. Agra menggunakan obat-obatan alami juga diikuti dengan bersemedi, agar dapat mengatur nafas dan aliran darahnya.

"Huhhhhhh, kondisiku jauh lebih baik. Pertempuran hari ini benar-benar sulit. Dan kami sangat terpukul..... Semoga pasukan Ayahanda segera tiba agar dapat menghentikan perang yang sangat berlarut ini. " Gumam Agra sembari mengatur nafasnya.

"Maaf Raden, saya izin melapor" Ujar Adinata yang datang

"Bicara saja" Ujar Agra dengan tenang

"Dari divisi intelijen kami mengatakan bahwa pasukan Prabu Kerta wardhana berjumlah lebih dari 20 ribu pasukan akan tiba besok siang, kita hanya perlu bertahan setengah hari hingga mereka tiba" Ucap Adinata

"Kabar yang baik. Lalu bagaimana dengan "bala bantuan" Dari Sumatra? "Tanya Agra

"Semua bala bantuan akan serentak menyerang esok hari. Baik menyerang Sumatra maupun Sunda, ini akan menjadi akhir perang dan awal era baru bagi kerajaan ini" Ucap Adinata dengan senang

"Syukurlah....jujur saja Dwi, kita telah kehilangan hampir 100 ribu nyawa akibat perang ini. Semoga besok rencana kita akan berjalan dengan lancar" Ucap Agra yang mulai menoleh pada Adinata

"Benar Raden, saya juga berharap demikian"ujar Adinata

"Haha, jujur Dwi. Aku rindu dimana kita berkata aku kamu selama bertahun-tahun. Sangat aneh bila terlalu formal" Ucap Agra dengan senyum lebar

"Haha, ini adalah tindakan profesional Raden. Bila kita berbicara dengan santai kita akan dicurigai" Adinata terkekeh namun berusaha menahannya.

"Yah ada benarnya. Lalu bagaimana kondisi di luar? Apakah ada tanda tanda penyerangan? "

"Belum ada Raden, dan sangat sunyi. Sepertinya pasukan Koalisi telah lelah dan frustasi akan kekalahan mereka hari ini" Ujar Adinata

"Aku tak tau apakah ini adalah taktik mereka atau bukan. Kita harus waspada, beritahu Ardhana dan Catur untuk melakukan penjagaan malam bersama 1.200 pasukan dan biarkan sisanya beristirahat" Perintah Agra

"Baik, akan segera saya sampaikan" Adinata pun pergi dari sana

*****
Keesokan Paginya

       Pasukan Majapahit segera kembali kepada barisannya setelah makan dan juga tidur nyenyak. Mereka dalam kondisi bugar dan sehat. Meski jumlah mereka berkurang namun kekuatan mereka tetap diperhitungkan dan diwaspadai.

"Semua pasukan bersiaplah bertahan!!!!" Teriak Agra

"Baik!!!!!" Jawab para pasukan dengan semangat.

"Aneh......Pasukan Koalisi saat ini sangat tenang....apa yang mereka rencanakan? " Agra makin waspada karena gerak gerik pasukan Koalisi sangat mencurigakan. Dan saat di keheningan ini.....

"Huh?! Semuanya menghindar dari atas pintu benteng!!!!!!!" Agra yang menyadari sesuatu segera melompat ke samping di ikutin para pasukan ynag sempat. Tapi bagi mereka yang tidak sempat....

Ilustrasi ledakan

DUARRRRRRRRR!!!!!

"AKHHHHHHH!!!!!"

MENJADI PRABU HAYAM WURUK (Hiatus sementara) Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang