2 Hari kemudian Lumajang
Wawan POV
Di saat Agra dan Lainnya sedang merekrut anggota, Wawan bersama Arya, Surya dan Wara pergi ke area Timur Lumajang tempat kediaman Tumenggung Setyo berada. Perjalanan mereka lumayan panjang, karena banyak area yang cukup sulit dilewati terutama saat menghindari area rawa.
Beberapa kali mereka bertemu kelompok kecil bandit namun bisa bertahan dan pada akhirnya mereka fokus untuk melanjutkan perjalanan menuju Lumajang. Dan akhirnya setelah 5 jam perjalanan mereka tiba Di Kediaman Tumenggung Setyo.
"Banyak sekali tentara berjaga ya" Gumam Wawan melihat sekeliling dengan waspada.
"Benar Pak Wawan, mereka benar-benar menjaga tempat ini" Ucap Wara dengan pelan
"Permisi!! Mohon berhenti! " Ucap beberapa pasukan Majapahit yang mengepung Rombongan Wawan, dan mengarahkan senjata kepadanya.
"Siapa kisanak? Dan ada keperluan apa anda kemari?! " Tanya Seorang pasukan dengan tegas
"Saya Gunda, seorang pedagang dari Tumapel. Saya dengar Kediaman Tumenggung Setyo akan dijual, oleh karena itu saya berniat membelinya untuk membangun usaha saya disini" Ucap Wawan dengan sopan dan lembut.
"Kami akan memanggil Kapten Mada, silahkan anda menunggu disini" Ucap pasukan itu dan pergi ke dalam kediaman Itu.
******
Beberapa Menit KemudianGajah Mada pun datang setelah mendengar laporan pasukannya.
"Turunkan senjata kalian! " Perintah Mada yang membuat Pasukan Bhayangkara menurunkan senjata.
"Baik Pak Gunda, silahkan masuk. Mari kita bahas bisnis kita lebih detail" Ucap Gajah Mada membuat Wawan Lega.
Mereka pun masuk ke rumah besar Tumenggung Setyo. Wara, Surya, dan Arya berada di belakang Wawan yang sedang duduk Menghadap Gajah Mada.
"Jadi, anda ingin membeli kediaman ini untuk usaha anda Pak Gunda? " Tanya Mada dengan ramah
"Benar sekali kapten Mada, saya ingin memperluas cabang usaha di wilayah Lumajang ini" Jawab Wawan
"Tapi, anda sudah tau bahwa Kediaman ini dimiliki seorang pengkhianat Kerajaan? Harganya tidak murah" Ucap Mada dengan penuh penekanan
"Tentu saya tahu akan hal itu kapten. Dan kami menyiapkan bayaran ini" Ucap Wawan yang menunjukkan 5 karung emas di hadapan Mada.
"Huwoh" Gumam Pasukan di belakang Mada saat melihat emas dalam jumlah besar.
"Ini..... Emas dengan jumlah sebanyak ini setidaknya dapat menggantikan banyak kerugian yang Kerajaan alami" Gumam Mada dengan kagum atas bayaran yang ditawarkan
"Apakah bayaran ini cukup untuk membeli kediaman ini Kapten? " Tanya Wawan dengan percaya diri.
"Tentu saja, Kerajaan akan sangat terbantu dengan bayaran ini. Bukan hanya kediaman, anda berhak mendapatkan tanah yang dimiliki Tumenggung Setyo juga" Jawab Mada dengan senang
Mereka pun berjabat tangan, dan Wawan memberikan Surat yang berisi hak kepemilikan tanah dengan 2 kotak tanda tangan. Awalnya Mada bingung apa maksudnya, tapi setelah di jelaskan ini akan menjadi bukti kepemilikan tanah ia setuju dan ini adalah pertama kalinya Gajah Mada melakukan tanda tangan. Dan nantinya ini akan menjadi sejarah baru.
" Terimakasih Pak Gunda telah membeli tanah ini dengan harga yang akan membantu kerajaan. Saya juga menjadi terinspirasi untuk membuat surat hak kepemilikan tanah yang anda buat , juga sistem tanda tangannya" Ucap Mada dengan ramah

KAMU SEDANG MEMBACA
MENJADI PRABU HAYAM WURUK (Hiatus sementara)
Fiksi SejarahWaktu adalah hal yang mutlak dan tak bisa di ubah. Waktu yang berlalu akan menjadi sejarah. Meski dengan fakta itu, kadang, kita ingin ke masa tertentu untuk memperbaikinya. itulah yang di Impikan seorang pemuda Bernama Agra Dewandaru. Ia sela...