Chapter 13. Main Kasar 🔞

11.7K 16 0
                                    

Untuk cerita lengkapnya sudah dapat dibaca di karyakarsa dengan judul "Bos Seksi"

Jessica: Lex, kamu jahat banget sih!

Aku: Jahat? Jahat gimana?

Jessica: Jahatlah, masa aku ga boleh main sendiri!

Aku: Itu hukuman buat kamu, siapa suruh kamu gak bisa nahan nafsu. Kalau Farah tau kan bisa gawat.

Jessica: Emang klo tau kenapa? Kan kamu masih ada aku.

Aku: Ngawur, kamu aja masih masih jadi istri orang.

Jessica: Tapi aku pengen ganti suami.

Aku: Gemblung!

Jessica: Eh berani-beraninya, gini-gini aku atasan kamu.

Aku: Weee, atasan sih atasan tapi tetep gak boleh nyampe yah!

Jessica: Ihhh... nyebelin

Aku: 😛

Aku: Eh udahan dulu. Inget, ga boleh maen yah!

Jessica: 😡

(Clear chat)

Sekarang aku dan Jessica bisa lebih leluasa dalam berkomunikasi. Ini semua berkat handphone pemberian Jessica. Ternyata ini salah satu cara Jessica untuk dapat berkomunikasi denganku tanpa dicurigai oleh Farah.

Caranya? Jessica bakal membuka chattingan dengan sebuah pekerjaan untukku. Jika aku terima, maka itu tandanya situasi aman dan dia dapat menghubungiku atau chat denganku. Sebaliknya, kalau aku menolak itu tandanya situasi sedang tidak memungkinkan. Kira-kira begitulah usahaku dan Jessica untuk menutupi hubungan di antara kami berdua. Sejauh ini cara itu membuahkan hasil, buktinya Farah tidak menaruh curiga terhadapku barusan sebelum akhirnya ia masuk kamar mandi.

Hampir setengah jam berlalu, Farah masih belum keluar juga dari kamar mandi. Padahal aku sudah chattingan dengan Jessica cukup lama. Tapi, daripada ketahuan oleh Farah, aku lebih memilih untuk menyudahi chattinganku dengan Jessica lebih awal sebelum Farah keluar dari kamar mandi. Lagi pula urusanku dengan Jessica sudah selesai. Chat rahasia antara aku dan Jessica pun sudah aku bersihkan. Pokoknya semua aman terkendali.

Ketika sedang menunggu Farah yang tak kunjung keluar dari kamar mandi, aku mendapatkan sebuah ide. Tiba-tiba saja dalam benakku muncul sebuah ide untuk mengerjai Jessica. Aku pun kembali terdiam dan berpikir. Otakku berputar menyusun rencana. Langkah demi langkah kupikirkan dengan seksama agar rencana ini bisa berjalan lancar. Jariku bergerak dengan sendirinya mengetuk-ngetuk meja nakas yang ada di sampingku guna membantu proses berpikirku. Jari jemariku bergerak seirama dengan otakku yang sedang berputar menyusun rencana.

Tak berapa lama akhirnya Farah keluar dari kamar mandi dan membuat perhatianku teralihkan padanya. Farah keluar dalam balutan handuk putih. Paha mulusnya pun terekspos karena handuk putih itu hanya mampu menutupi tubuhnya mulai dari dada hingga kemaluannya saja. Dengan langkah kecilnya ia berjalan menuju lemari pakaian. Mataku yang tadinya masih menatap layar handphone pun teralihkan dan mengikuti setiap langkahnya.

"Ngapain yang ngeliatin aku terus?" tanya Farah yang mengetahui kalau aku memperhatikannya terus sejak ia keluar dari kamar mandi.

Aku hanya terdiam sambil jariku tetap bergerak menyentuh layar handphone yang ada dalam genggaman. Pertanyaan yang Farah tujukan padaku sengaja aku diamkan sambil memperhatikan gerak-geriknya. Farah kemudian membuka lilitan handuknya sehingga tubuh telanjangnya dapat kulihat. Tanpa mempedulikan pertanyaan Farah yang belum terjawab, aku terus saja menatapi tubuh telanjangnya selama beberapa saat. Handuk yang ada di tangannya ia gunakan untuk mengeringkan rambutnya dan membiarkan tubuhnya yang ramping itu terbuka tanpa tertutup sehelai benang pun.

Saat itu perhatianku masih terbagi antara layar handphone  dan tubuh telanjang istriku. Tapi, ketika aku berhasil membuat sebuah panggilan aku segera mematikan layar handphone dan menaruhnya di atas nakas yang berada di sampingku. Tindakanku saat itu terbilang nekat karena panggilan yang aku lakukan itu aku tujukan pada Jessica. Aku sengaja menggunakan handphone kantor untuk mengurangi kecurigaan Farah.

Handphone itu sengaja aku letakkan di atas nakas agar Jessica dapat mendengar suaraku dan juga Farah. Agar tidak ketahuan, aku sudah menyuruh Jessica melalui pesan WA untuk mematikan mic sebelum melakukan panggilan telepon. Sekarang semuanya sudah siap, tinggal aku menjalankan rencanaku.

Langkah pertama yang kulakukan adalah mendekati Farah dan memeluknya. Sebuah ciuman di bibir merahnya pun kuberikan padanya. Tapi, Farah langsung membuang muka ke samping.

"Ih ayang, apaan sih!" protes Farah.

"Ayang, udah dong!" lanjut Farah saat ciumanku berganti sasaran. Aku menciumi leher jenjangnya dan mengulum daun telinganya.

"Ah ayang, aaahhh... geli..." ucapnya lagi.

Aku kemudian menarik lengannya dan memposisikan dirinya agar membelakangi tempat tidur. Sebuah ciuman mendarat kembali di bibir Farah. Bedanya kali ini Farah membalas ciumanku. Lidahku menyusup masuk ke dalam mulutnya. Di dalam mulutnya lidah kami saling beradu sehingga membuat kami berdua semakin bergairah.

Tapi, kemudian aku menghentikan ciumanku. Aku menjauhkan bibirku dari bibir merah milik Farah yang terlihat basah oleh air liurku. Setelah itu, kedua tanganku langsung mendorong tubuh Farah ke belakang dan membuatnya terjatuh ke atas tempat tidur.

***Cut***

"Ayang jangan... aaaahhhh... cukup..." -Farah-

Yang mau baca lanjutan 'Chapter 13' langsung aja cus ke karyakarsa yah. Chapter 13 bisa dibaca di karyakarsa, buruan cusss! ⬇️⬇️⬇️
https://karyakarsa.com/littlenovi/21-bos-seksi-penuh-gairah-ch13

Untuk kalian yang ga mau ketinggalan cerita lainnya bisa langsung follow LittleNovi di karyakarsa. Selamat menikmati!
https://karyakarsa.com/littlenovi

Tentang mertua?  ADA ⬇️
https://karyakarsa.com/littlenovi/21-mertuaku-teman-ranjangku-ch1-2

Tentang bintang film panas? ADA ⬇️
https://karyakarsa.com/littlenovi/21-aksi-panas-sang-bintang-ch1-ch2

Tentang anak tetangga? ADA ⬇️
https://karyakarsa.com/littlenovi/21-gairah

Bos Seksi Penuh GairahTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang