Page 2

5.3K 398 3
                                    

'ada apa sebenarnya dengan dia?'


"Ani?" tanyaku kemudian dan chanyeol oppa kembali diam membuatku emmm..takut

"Oppa~ Neo gwaenchanayo?" Tanyaku sambil memiringkan kepalaku mengikuti arah pandangan chanyeol oppa

"Eum, kemarilah." Katanya sambil menepuk-nepukan tempat disebelah yang kini ia duduki, aku memandanginya sekilas dengan tatapan 'ada apa' dan anehnya aku langsung menuruti apa yang ia perintahkan, aku bahkan sampai lupa bahwa aku sedang marah padanya.

"Saerin-na adik kecilku yang cantik dan manis, apa oppa boleh memelukmu? Ah ye, kau benar, sekarang oppa benar-benar merasa bersalah padamu, mianhae" katanya sambil mendekapku didalam pelukannya, aku semakin bingung dengannya

"Aah jinjja, oppa pasti merindukan saat-saat mengerjaimu lagi." katanya kemudian, aku yang semakin terlihat bodoh akhirnya memutuskan untuk mendorong bahu chanyeol oppa

"Apa maksudmu? sebenarnya ada apa oppa? jelaskan padaku."

"eopsoyo, hanya saja.." chanyeol menggantungkan kalimatnya

"Ne? hanya saja mwo?"

"Bukan apa-apa, lupakan. dan juga..maafkan oppa Saerin-ah, maaf sudah membuatmu kesal setiap harinya, aish aku benar2 seorang oppa yang buruk, mianhae Saerin-ah~" kata chanyeol yg sepertinya tulus

"Sepertinya oppa perlu berobat ke dokter."

"Oppa serius Rin-ah!"

"Kalau begitu aku semiliarrius." ujarku tak mau kalah

"Oh baiklah, terserah apa katamu." kata chan oppa yg akhirnya merebahkan dirinya diatas ranjang sambil memejamkan matanya

"Oppa, sepertinya kau membutuhkan ketenangan, aku pergi dulu~" ujarku kemudian melesat keluar kamar chanyeol oppa.

Saerin pov end

Kini dikediaman keluarga park sedang berkumpul menonton televisi diruang keluarga bersama-sama. kegiatan ini sudah menjadi tradisi saat libur tiba guna mendekatkan diri satu sama lain, bagi keluarga park jarang-jaramada waktu bersama seperti ini karna memang tuan park dan nyonya park adalah orang yang super duper sibuk. meskipun begitu, setiap mereka semua berkumpul selalu terlihat baik2 saja dan harmonis.

"Ekheem..ada hal yang akan appa bicarakan padamu Saerin-ah." kata tuan park dengan gelagat serius mengawali pokok pembicaraan

"Eoh, apa itu?" tanya saerin dengan santainya

"Mungkin kau akan terkejut setelah mendengar ini, tapi, bisakah kau membantu appa? sekali ini saja saerin-ah. Hanya kau yg dapat membantu perusahaan kita agar kembali bangkit dari kegelapan, perusahaan kita sudah berada diujung kehancuran, dan itu artinya jika kita tak cepat mengembalikan keadaan perusahaan, kita akan kehilangan segalanya yang kita punya. Sungguh berat mengatakan hal ini padamu sayang, tapi appa benar2 membutuhkan bantuanmu Saerin-ah." tutur tuan park

"Ya Tuhan. Apa yg bisa Saerin lakukan untuk appa? Apapun itu, demi appa, demi segalanya. Saerin rela melakukan apa saja selama Saerin mampu." Saerin menatap appanya dengan sungguh2 tanda ia serius dengan ucapannya.

"Apapun?" tanya appa yg dibalas anggukan oleh saerin

"Menikahlah dengan putra Tuan Oh, itu akan sangat membantu perusahaan kita nak." kata tuan park menatap lekat2 putrinya

"Tidak dengan pernikahan appa!" Kata chanyeol menentang perkataan appanya sedangkan Saerin masih sibuk mencerna apa yg appanya bicarakan. 'aah tunggu. apa appa sedang menyuruh anaknya kawin paksa?' pikir saerin

"Pernikahan? Appa~ bahkan saerin masih kuliah ditingkat awal dan sekarang appa menyuruhnya menikah dengan lelaki yg bahkan belum ia kenal sebelumnya. Apa yang appa pikirkan, pasti ada jalan keluar lainnya selain pernikahan appa." tambah chanyeol, saerin benar-benar tersentak sampai-sampai jantungkan seakan melonjak lepas dari sangkarnya/apa ini/ nyonya park hanya diam mengelus punggung tangan putrinya

"Sudah setahun ini appa memikirkan jalan keluar selain ini Channie, appa pasti sudah gila menyuruh putriku sendiri yg bahkan belum genap 20tahun untuk menikah dan andai saja appa dapat melepas perusahaan tanpa kehilangan ini semua pasti sudah appa lakukan tanpa berpikir panjang lagi, tapi lain kondisinya kalau sudah seperti ini channie. Appa memikirkan nasib kalian semua, bagaimana pendidikan kalian, kebahagiaan kalian." Kata Tuan park menunjukkan keputus asaannya, Chanyeol benar-benar paham dengan apa yg appanya bicarakan, appanya ini pasti tidak pernah main2 dengan pembicaraannya, chanyeol akhirnya diam menunduk, berbeda dengan saerin yang dalam diam memperhatikan raut wajah orang-orang yang ia sayangi.

Saerin Pov

'Ooh Ya Tuhan, apa yg harus ku lakukan. aku ingin menolak mentah2 tapi aku tak kuasa melihat mereka semua bersedih. Haruskah aku mengorbankan kebahagiaanku? dan ayolah, berpikir dengan jernih saerin. semua ini, keputusan ini, yg menentukan nasib adalah kau. Ya atau tidak. apakah aku tega membiarkan kebahagiaan selama ini yg menghiasi hari2ku sirna begitu saja? bukankah kau sudah cukup bahagia bukan? mungkin dengan menyetujui permintaan appa aku bisa lebih bahagia dan membuat orang2 disekelilingku juga bahagia.' sungguh, ini adalah pemikiran Saerin yang cukup gila.

"Saerin-ah, jangan terlalu dipikirkan. Jika kau tidak-"

To Be Continue~

Mrs. Oh? OOH NO!Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang