Setelah keluarga Oh berpamitan untuk pulang, Saerin memutuskan untuk langsung terlelap dan Saerin sangat amat berharap bahwa apa yang telah terjadi dihari ini hanyalah mimpi. Mimpi buruk yang berusaha merusak hidupnya. Benar saja, keesokan harinya ketika Saerin terbangun ia benar-benar lupa akan peristiwa pejodohan dirinya dengan Sehun, ia bangun dengan ceria seperti biasanya seolah-olah lupa akan beban yang membuat ia menangis semalaman didalam tidurnya.
.
"Selamat pagi appa, eomma, chanyeol oppa" ucap Saerin dengan ceria sambil mengecup sayang pipi appa, eomma dan chanyeol oppa satu persatu, Chanyeol melongo memandangi adiknya, dia heran pada Saerin, bukan karna Saerin menciumnya, menciumnya sudah menjadi rutinitas Saerin setiap pagi. Tapi chanyeol heran akan sikapnya, baru saja tadi malam chanyeol mendapati sang adik menangis pilu, dan lihatlah sekarang?
"Waah kau hari ini terlihat lebih bahagia, apa kau tidur dengan baik chagi?" Tanya eommanya
"Tentu saja eomma." Jawab Saerin
"Oppa, ada apa denganmu?" Saerin bertanya pada Chanyeol yang tengah memperhatikan Saerin dengan serius, chanyeol tak membalas pertanyaan Saerin, dia sibuk memandangi adiknya dengan sejuta pertanyaan yang melintas dipikirannya
"..."
"Yak!" seru saerin menghujami pukulan dilengan chanyeol, chanyeolpun tersadar, ia mengalihkan pandangannya dengan diam kemudian kembali menyantap makanannya, sekarang giliran saerin yang memperhatikan kakaknya, dia terheran-heran, biasanya jika dirinya ber-ulah chanyeol tidak akan segan-segan membalas perbuatan adiknya atau sekedar berteriak padanya. 'Bukankah ini suatu hal yang seharusnya disyukuri'
Sehun pov
Appa mengatakan padaku bahwa Saerin ternyata berada di Universitas yang sama denganku, benar saja jika saat pertama kali aku melihatnya seperti tidak asing lagi. Bagaimana tidak, kau ingat Kai? Ya, dia sering bercerita padaku mengenai gadis itu, memamerkan padaku, sepertinya Kai tertarik bahkan tergila-gila dengan gadis yang akan berstatus menjadi istri sahku itu, dan Kai adalah temanku, ah tidak..aku ragu menyebutnya sebagai teman.ck.
"Yak! Sehun tunggu aku!" Sehun yang merasa namanya disebut menoleh ke arah belakang, dia menemukan sosok yang baru saja ia bicarakan sedang berlari ke arahnya, siapa lagi kalau bukan Kai, Sehun kembali menoleh dan mempercepat langkahnya meninggalkan Kai yang terus mengejarnya. Namun langkahnya terhenti saat ia menemukan sosok gadis manis yang sedang berjalan bersama pria jakung, ya~ calon istri dan calon kakak iparnya.
"Yak! kenapa kau meninggalkanku huh!" protes kai pada sehun, namun sehun hanya diam terpaku dan terus memandangi kedua orang tadi, kai yang merasa dirinya terabaikan hanya menghembuskan nafas beratnya alih-alih mengikuti arah pandang Sehun, sepersekian detik senyumnya merekah saat matanya melihat gadis pujaannya. Kai menarik tangan Sehun dan mengikuti Saerin.
"Jong, aku tidak akan kabur darimu lagi! lepaskan tanganku, astagaa orang-orang memperhatikan kita bodoh."
"Biar saja" kata Kai santai
"Aishh"
"Kita berjalan ke arah yang salah pabboya!" Sehun terus merutuki temannya yang satu ini dengan kata 'bodoh'. Oh ayolah, jangan tanya lagi kebodohan yang bernama kim jongin ini. Sehun segera berbalik namun langkahnya tercekat saat tangan yang lebih kekar menahannya.
"Ikuti aku sehun." Kai menatapnya tajam, sehun menghembuskan nafas malasnya.
"Baiklah, aku akan mengikuti ke manapun kau pergi jika kau melepaskan tanganku sekarang."
"Sudah"
"Sebenarnya kita akan ke mana kai?"
"Jangan bilang kau berniat mengikuti gadis itu" selidik sehun
"Tepat sekali" Sehun menatap kai dengan pandangan tak sukanya
"Aargh, kau membuang tenagaku sia-sia. Kau tidak lihat? dia berjalan bersama seorang pria kai, aish jinjja."
"Pria itu oppanya"
"Jangan sok tau!" remeh sehun
"Kau meragukanku eoh." lirik kai disertai seringainya yang dibalas tatapan dingin milik sehun.
Kini Sehun dan Kai sudah berada dikelasnya, entah kapan mereka tergerak menuju ke kelas. Namun yang pasti Sehun dan Kai sedang duduk bersebelahan dengan tatapan yang sama-sama mematikan. Yaa, sejak tadi keduanya hanya saling menyindir satu sama lain. Tidak ada dari mereka yang mau mengalah.
"Cih. dasar kekanak-kanakan." umpat sehun
"Apa kau bilang?"
"Ku bilang kau kekanak-kanakan"
"Sebaiknya kau berkaca" kata kai tersenyum miring
"Kau pikir aku akan menuruti apa yang kau bilang."
"..."
"..."
"..."
"Kenapa diam? Menyerah?" sindir sehun
"Sepertinya kau kehabisan kata-kata." sindir sehun lagi
"Teruslah berbicara, aku akan mendengarkanmu."
"Terima kasih."
Keduanya hening seketika
"Yak! Kim Jongin! dengarkan aku! berhentilah berharap pada anak kecil itu! kau..jangan pernah lagi menaruh harapan padanya, apalagi sampai kau berani mendekatinya! aku benar-benar akan membunuhmu!" kata sehun tiba-tiba, ia tak sadar dan kaget dengan apa yang baru saja ia katakan pada Kai. Kai yang mendengar 'anak kecil itu' sontak langsung menoleh ke arah Sehun.
"Siapa yang kau maksud dengan 'anak kecil itu'?" tanya Kai
"Eihh jangan khawatir, aku tidak akan pernah menyentuh Yejinmu sedikitpun." kata kai kemudian
"Tidak, bukan Yejin."
"Lalu?"
"Saerin. Park Saerin!" kata sehun menatap tajam ke arah kai
"Hah?"
"Yakk! Ku bilang kau jangan pernah coba-coba mendekati Saerin!"
"Tidak mau" sehun yang mendengar jawaban kai langsung melemparkan tatapan paling mematikan ke arahnya.
"Yak! Urusi saja urusanmu sendiri Oh Sehun! Kau siapa berani melarangku mendekati Saerin! Jangan-jangan kau juga tertarik padanya, aku lebih dulu menyukainya albino! harusnya aku yang mengatakan kalau 'aku benar-benar akan membunuhmu' ! Ayo kita bersaing!" kata sehun tak kalah nyaring
"Jangan gila, aku tidak tertarik padanya, melirikpun aku tak berniat."
"Kalau begitu jangan pernah mencampuri urusan yang bukan hakmu Oh Sehun!"
"Tapi sekarang apapun yang menyangkut tentang itu adalah urusanku juga! hakku sepenuhnya!" Sehun menekankan kalimatnya yang terakhir
"Apa maksudmu?"

KAMU SEDANG MEMBACA
Mrs. Oh? OOH NO!
RandomON GOING Seiring berjalannya waktu, cinta yang terus dipupuk akan berevolusi dan menemukan jalan serta jawabannya.