Hanbyul, Kyungjun dan Jinha turun ke lantai dasar mengambil barang keperluan untuk membuka pintu pagar. Setelah mengambil, mereka segera ke bawah tangga dan meletakkannya dibawah tangga. Namun saat mereka ingin keluar dari sana, mereka melihat ada sekelompok para pembunuh sedang berjalan sambil memakan sosis dan meminum soda.
"Sial, mereka sangat santai selepas membunuh orang. Apa mereka gak punya rasa bersalah?" kesal Jinha mengumpat sekelompok itu. Hanbyul sedikit tersinggung dengan omongan Jinha. Mengingat ayahnya yang sama seperti mereka.
Setelah sekelompok itu pergi, mereka bertiga menaiki tangga dan berjalan ke perpustakaan lalu Hanbyul mengetuk pintu. Donghyun membuka pintu itu.
"Hati hati. Mereka ada dibawah. Tunggu tembakan dari gue." ucap Hanbyul lalu pergi dari sana menaiki tangga. Sesampainya di rooftop, mereka membuka pintu rooftop pelan.
Sehingga seorang dari mereka menyadari kehadiran mereka bertiga, Hanbyul segera melemparkan pisaunya tepat dikepalanya. Mereka semua tangan kosong karna mereka tidak ingin mempersulitkan situasi.
Jinha dan Kyungjun ditugaskan untuk menghantam mereka sekuat hati sehingga Hanbyul sendiri yang membunuh mereka dengan pisaunya. Dan rencana pertama Hanbyul berhasil. Kyungjun melepaskan tembakan di tanah memberi isyarat kepada Donghyun dan Wooram.
Hanbyul menyuruh Kyungjun dan Jinha turun dahulu mengambil anak panah dan busur membiarkan Hanbyul memerhatikan mereka dari atas. Kyungjun pergi dari sana dengan berat hati.
Hanbyul melihat Donghyun dan Wooram yang menuju ke arah pintu pagar kecil dengan alat yang Hanbyul ambil. Dia memerhatikan Donghyun dan Wooram berusaha membuka pintu pagar itu.
Setelah terbuka, Wooram memberikan jempol pada Hanbyul. Tiba tiba suara tembakan dari bawah terdengar. Merasa rencananya akan gagal, Hanbyul kembali melihat ke arah Donghyun dan Wooram yang kaget.
"YAAA!!! KELUAR!!!!! PERGI DARI SINI DULU!!!" teriak Hanbyul panik. Donghyun dan Wooram kebingungan. Mereka bingung harus ikut kata Hanbyul atau bawa teman teman mereka keluar dari sini.
"CEPETAN!!" teriak Hanbyul lagi langsung menghilang dari atas sana. Donghyun dan Wooram tiada pilihan. Mereka langsung keluar dari sana berlari menuju ke kota berniat meminta bantuan.
Hanbyul turun dengan langkah terburu buru. Dia turun ke lantai 1 memeriksa keberadaan teman sekelasnya.
Kosong. Itu yang dia dapatkan. Hanbyul panik. Dia tidak mau ada yang terbunuh lagi. Hanbyul turun ke lantai dasar dan mendapat Kyungjun yang menaiki tangga. Kyungjun menarik paksa tangan Hanbyul menaiki tangga dan kembali ke rooftop. Di rooftop, mereka bersembunyi di satu ruangan yang berisikan kursi dan meja.
"Jinha dimana? Mereka semua?" tanya Hanbyul menatap Kyungjun berharap. Dia berharap mereka semua baik baik saja.
"Mereka semua bersembunyi." ucap Kyungjun menetralkan napasnya.
"Terus suara tembakan tadi?" tanya Hanbyul lagi. Kyungjun terdiam sejenak.
"Ayah lo. Ayah lo yang tertembak pas lindungin mereka." ucap Kyungjun menatap Hanbyul sendu. Hanbyul memberi respon seperti dia tidak peduli dengan ayahnya.
"Hanbyul, maafin ayah lo. Dia pasti terjebak atau emang pekerjaan itu doang yang gajinya lumayan. Dia gabakal lakuin itu kalo gaada sebab." ucap Kyungjun. Hanbyul menatap Kyungjun datar.
"Dengan membunuh orang?" tanya Hanbyul.
"Kayak lo juga. Lo bunuh anak sekolah sebelah juga ada sebab." ucap Kyungjun santai. Hanbyul terkejut.
"Gimana lo bisa tau?" tanya Hanbyul serius.
"Liat dari cara lo bunuh orang orang itu aja gue bisa tau. Target lo leher ama kepala." ucap Kyungjun santai ke Hanbyul seolah olah dia berbicara dengan teman. Padahal gadis didepannya ini sudah membunuh orang.

KAMU SEDANG MEMBACA
SCHOOL WAR
AksiBanyak murid SMA Yooil yang mati akibat pembunuhan berencana. Semua murid kelas 3-3 yang selamat terjebak di dalam sekolah tanpa ada bantuan pihak berkuasa. Bisakah mereka mencari jalan keluar dari sekolah mereka? - OC X NIGHT HAS COME - Non-baku ...