Bab 21

114 9 0
                                        

Di balik jeruji besi tuan Mahesa khawatir, mondar-mandir dengan wajah gelisah. Kapan kuasa hukumnya datang dan membebaskannya. Sialan! Jika ia tidak ceroboh hal ini tak akan terjadi!

Suara langkah mendekat. Tuan Mahesa balik badan, melihat seorang aparat datang bersama pengacara. Itu kuasa hukumnya. Gembok pintu penjara dibuka. Ia dibebaskan berkat statusnya sebagai saksi. Namun, bukan berarti ia terbebas dari kasus korupsi dan pencucian uang. Ia dijadwalkan hadir dalam sidang di pengadilan pada hari Senin tanggal 5 April 2022 nanti untuk dimintai kesaksian dalam kasus ini. Jika saksi menolak hadir akan dikenai pasal 224 ayat (1) KUHP menyatakan, barang siapa yang dipanggil sebagai saksi, ahli atau juru bahasa menurut UU dengan sengaja tidak memenuhi kewajiban berdasarkan UU yang harus dipenuhinya, diancam:

a. Dalam perkara pidana, dengan pidana penjara paling lama sembilan bulan

b. Dalam perkara lain, dengan pidana penjara paling lama enam bulan.

"Sial!"

Mahesa memukul meja keras. Padahal berkas itu sudah dia sembunyikan rapat-rapat, tapi tetap saja penyidik dapat menemukannya. Ceroboh, sangat ceroboh! Jika begini caranya dia akan ditetapkan sebagai tersangka kasus korupsi.

Mahesa harus berpikir jernih dan memikirkan caranya. Ya, Mahesa tiba-tiba teringat sesuatu dan langsung beranjak pergi.

Sementara itu, di ruangan yang minim cahaya Everest duduk memutar video Mahesa yang saat ini banyak dibicarakan media, tanpa ekspresi.

"Tetep awasi Mahesa. Aku ingin tahu siapa yang dia temui dan orang yang menemuinya."

Fadil mengangguk kemudian melenggang pergi.

"Sangat menarik. Aku ingin lihat cara tuan memperlakukan anak anjing kesayangannya, tetap tinggal atau justru membuangnya."

Everest menyunggingkan senyum, ini baru permulaan dan mereka sudah dibuat ketakutan. Permainan baru saja dimulai! Aku sangat menantikan langka yang akan Johan ambil.

*****

"GILA!"

Suara itu menggema, Johan melempar tatapan tajam ke arah pria yang tersungkur di lantai. Mahesa datang tidak diwaktu yang tepat, pria bodoh itu benar-benar tak memiliki otak, dia adalah saksi yang sewaktu-waktu dapat berubah menjadi tersangka malah datang ke apartemennya. Apa dia sengaja ingin menyeretnya dalam kasus ini. Dasar otak udang! Sudah tahu gerak geriknya sedang diawasi dan dengan seenak jidat main datang.

"Aku tidak tahu harus pergi kemana.."ujar Mahesa, yang dipikirkan hanya pria ini yang dapat menolongnya. "Kau harus menolongku..!"

"Pakai otakmu."maki tuan Johan, kesal. "Selama ini aku sudah mengingatkan mu untuk berhati-hati. Tapi kau sendiri yang mempersulit hidupmu."

Mahesa terdiam.

"Enyahlah!"ucap tuan Johan membelakangi, "urus dirimu sendiri."

"Tidak.."Mahesa menggelengkan kepala, kemudian merangkak mendekati tuan Johan, kakinya dia pegang. "Hanya kau yang bisa menolongku dari Everest. Pria itu sangat kejam, dia pasti tidak akan melepaskan ku begitu saja... Aku mohon tuan Johan."

Pria ini sangat menjengkelkan, bagaimana bisa dia mengenal orang seperti ini.

"... Aku bersumpah, aku akan membantumu melawan Everest dan... Dan ya, O.Z.I akan menjadi milikmu sepenuhnya."kata Mahesa, yakin.

Tuan Johan mencibir, mengurus dirinya sendiri saja tidak bisa, sekarang berlagak ingin membantunya mendapatkan O.Z.I! Sekalipun dia berhasil menyentuh Everest, nyawamu pasti melayang. Dasar tidak tahu malu.

The Billionaire Romance Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang