Sampai Di Ruang Kerja Nya Naret Langsung Duduk Dan Mengambil Dokumen di Atas Meja Dan Mulai Membaca Dokumen Itu. Naret yang Memang Kalau Terdiam Wajahnya Terlihat Sangat Garang Apalagi Saat Dia Sedang Serius Seperti itu.
Saat Sedang Sibuk Membaca Dokumen Yang Ia Pegang, Ada Yang Mengetuk Pintu Ruang Kerjanya. Dengan Cuek Naret Mengatakan "Masuk"
Tin Langsung Masuk Ke Dalam Segera Setelah Naret Mempersilahkan.
"Phi." Tin Menghampiri Naret Dengan Ragu.
"Phi Lagi Sibuk Kayaknya, Nanti Lagi Aja Aku Ngomongnya Phi." Tin Bergegas Ingin Pergi Dari sana, Tidak Ingin Mengganggu Aktivitas Naret itu.
"Ada Apa? Kalo Mau Bicara, Bicara Saja Tin." Naret Mengatakan Dengan Cuek Tidak Menatap Tin, Tetapi dokumen Yang Berada Di Tangannya.
"Eum, Jadi Begini Phi...
"Mamaku Bakal Datang Ke Kantor Phi, Untuk Melihat Hubungan Asmara Antara aku Sama Phi Naret."
"Hah? Segitunya kah? Aku Sudah Setuju Begini Masih aja ada Cobaan Lagi." Naret Tidak Habis Pikir.
"Iyah Mau Gimana Phi, Emak-emak Berkuasa. Aku Mau Ngelak Juga Susah.. Mama Ku Galak Phi, Phi Tau Itu." Tin Membalas Sambil Sedikit Memanyunkan Bibirnya.
"Jadi Nanti Kita Mesra-Mesraan gimana Phi, Pura-pura aja.. Abis itu Phi Mau Ngejauh atau Langsung Mandi Juga Gapapa kok. Siapa tau Phi Nya jijik Di sentuh ma Aku." Tin Menundukan Kepalanya.
"Mesra? Mesra-Mesraan? Ga! Ga mau aku!" Menolak Keras Dan Langsung Beranjak Dari Kursinya, saat Itu Tangannya Di Tarik Oleh Tin.
"Eh Phi." Menarik Lengan Naret.
Entah Naret Yang Emang Keberatan Otot Atau Emang Tin Yang Tubuhnya Lebih Kecil Dari Naret. Tin Terduduk Di Kursi Yang Tadinya Naret Duduki, sedangkan Naret Duduk Di Pangkuannya Tin Dan Menghadap Wajah Tin.
Tanpa Mereka sadari Orang Tua Mereka Datang, Mama Tin Mengangguk Mengagumi Anaknya itu, Sudah Bisa Memikat Seseorang yang Cuek Seperti Naret. Mama Naret Tersenyum Senang Sambil Menutup Mulutnya dengan Kedua Telapak Tangannya Tidak Percaya Anaknya Bisa Seperti Ini Dengan Orang Lain, karena Selama Ini Mama Naret selalu Melihat Naret sibuk Dengan Pekerjaannya.. Selalu Sibuk Dengan Dokumennya. Tidak Pernah Berkencan, Menatap Wanita Maupun Pria Selain Mama Dan Papa Nya Tidak. Semenjak Tin Ini Datang Sebagai Musuhnya Naret Menatap satu Lelaki dan Itu Adalah Tin Seorang. Makanya Mama Naret Langsung Menjodohkannya Dengan Tin Dan Mama Tin Pun Setuju. Mama Naret Ingin Melihat Anaknya Bahagia Bersama Pasangannya. Ia Tidak Ingin Melihat Anaknya Ini Selalu Cuek Dan Tidak Pernah Tersenyum Lagi Semenjak Kepergian Ayah Kandungnya.
"Cieee." Mama Naret Mengucapkannya sambil Menutup Mulutnya Dengan Telapak Tangannya.
Dengan Sigap Naret Langsung Bangun Dari Pangkuan Tin Dan Membereskan Bajunya Yang Sedikit Berantakan.
"Apa Sih Mah?" Naret Dengan Ekspresi Tajam.
"Cieee Yang Udah Pangku-pangkuan, Curiga Nih Mama Mesti Semalem Udah Ciuman kan?" Mama Naret Sambil Menunjuk-nunjuk dan Mengejek Anaknya.
"Kalo Iyah Kenapa emangnya?" Naret Membalas.
"Ihh Jeng." Teriak Nggak Kepuguhan Saking Senengnya Anaknya akhirnya Nggak Jomblo Lagi.
"Hmm." Mama Tin Menunjukkan Jempol Ke Anaknya Itu, Bangga.
"Hah? Kapan Phi? Aku Nggak Inget." Tin Kebingungan.
KAMU SEDANG MEMBACA
ɴᴜᴍɴᴜᴍ? 🔞⚠️ [ʜᴀᴘᴘʏ ᴇɴᴅ]
RandomPoohPavel Only And Forever Pooh Krittin yang Mempunyai Little Space Atau Biasa Juga Disebut Age Regression. Dijodohkan dengan Pavel Naret Promphaopun Yang Merupakan Musuh/Saingan Di Dunia Perbisnisannya. Bagaimana Kisahnya? Ikuti Kelanjutannya :) ...
![ɴᴜᴍɴᴜᴍ? 🔞⚠️ [ʜᴀᴘᴘʏ ᴇɴᴅ]](https://img.wattpad.com/cover/362176675-64-k102984.jpg)