Pavel mengangguk untuk menerima ajakan Tin dan Tin hanya membalas anggukan itu dengan seringai jahat di wajahnya.
Tin Membuka dasi dan kancing kemejanya dan itu sangat seksi ketika bairton rendahnya menusuk di telinga Pavel.
"Haaah~ Membuka dasi dan kancing kemejanya.
Tin menatap Pavel yang sudah siap dan menunggunya untuk melakukan sesuatu.
"Apa kamu menungguku, Baby?" Tanya Tin dengan nada menggoda namun berat.
Pavel menoleh karena terlalu malu untuk menatap Tin yang sangat tampan itu. Wajahnya memerah dan Panas. Sepertinya ia perlu didinginkan dengan es batu.
"Kenapa sayang? Lihat aku dong, aku ini kan Suamimu." Mengambil dagu Pavel dengan tangan lentiknya dan membuat Pavel menatapnya.
"Kamu malu?" Terkekeh dan menunjukan senyum manisnya.
"Ternyata ia Lebih tampan ketika ia tersenyum." Dalam batin Pavel.
"Huftt, Panas yah disini, padahal AC nya udh nyala dan Suhunya 16°." Tangannya bergerak mengipas wajahnya yang berkeringat.
"Apa ini? Apa dia mendiamkanku?" Pavel menggerutu dalam batinnya tanpa sengaja bibirnya mengerut.
"Haha, Kenapa cemberut sayang? Aku tidak akan menyentuhmu sebelum kamu bilang kepadaku untuk melakukannya." Menatap Pavel sangat dekat sehingga ada wajah Tin di mata Indah Pavel.
"Ce-cepat lakukan." Dengan nada sangat rendah dan malu-malu.
"Apaaa Sayang? Aku tidak mendengarnya?" Sedikit menggoda, dengan nada mengejek dan mendekatkan kupingnya ke arah bibir Pavel.
"Cepat lakukan, aku tidak bisa men-nahannyaah lagihh~ ekspresi menggoda yang Membuat Iman Tin hancur seketika.
Tin lalu melumat bibir itu kasar dan Pavel membalas Lumatan cepat itu. Ia tidak bisa mengimbangi nya.
"Mhhh~ di sela-sela lumatan kasar yang diberikan oleh Tin.
"Ha~ ahh melepaskan ciuman dan mengelap bibir yang terdapat Saliva nya dengan jari jempolnya, menatap Pavel dengan tatapan nafsu yang membara membuat Pavel semakin gila dibuatnya.
"Honey, Can I?" Meminta dengan nada lembut sambil mendusel-duselkan Wajah nya di dada Montok milik Pavel.
"Yes." Hanya satu kata dari Pavel membuat Tin langsung menggeliat dan tersenyum kegirangan.
Tin pun mulai melanjutkan aksinya, mencium leher Pavel dan mengerang di dekat telinga Pavel membuat Pavel mendesah akan erangannya.
"Haahh Honeyyhh~ mengerang di telinga Pavel dengan nada menggoda.
"Eumhh~ merasakan nafas yang Panas dari Tin.
"Ahhh~ saat Tin meremas Payudara Montok miliknya yang masih terikat dengan tali merah itu.
"Eumhh Tinhh jangan meng-god-a kuhh~ saat Tin memainkan Lidahnya Di Puting milik Pavel.
"Whenapah?" Sibuk memainkan puting Pavel dengan lidah panas miliknya.
"Aakhh~ saat Tin menggigit putingnya keras karena gemas.
"Huftt, apakah disini tidak ada kondom?" Mengibaskan surai hitam rambutnya ke belakang.
KAMU SEDANG MEMBACA
ɴᴜᴍɴᴜᴍ? 🔞⚠️ [ʜᴀᴘᴘʏ ᴇɴᴅ]
RandomPoohPavel Only And Forever Pooh Krittin yang Mempunyai Little Space Atau Biasa Juga Disebut Age Regression. Dijodohkan dengan Pavel Naret Promphaopun Yang Merupakan Musuh/Saingan Di Dunia Perbisnisannya. Bagaimana Kisahnya? Ikuti Kelanjutannya :) ...
![ɴᴜᴍɴᴜᴍ? 🔞⚠️ [ʜᴀᴘᴘʏ ᴇɴᴅ]](https://img.wattpad.com/cover/362176675-64-k102984.jpg)