14. Back

76 12 3
                                        


"Aku akan segera kesana"

Kalimat tersebut menjadi penutup panggilan yang sudah berlangsung selama 30 menit. Dengan berdiri di depan jendela besar pada perpustakaan, Hayden memilih untuk berdiam sebentar sembari mengingat kembali sisa waktu sebelum pertempuran besar terjadi yang ternyata tidak lama akan dilakukan dan tentu Hayden berharap itu tidak terjadi pada bulan merah. Langkah kaki terdengar dari pintu perpustakaan yang semakin mendekat kearahnya.

"Tuan, saya ingin mengabarkan bahwa kak Jean telah pulih"

"Bagaimana dengan kesayanganku?"

"Dia masih belum sadar"

Hayden tahu kesayangannya itu terlalu membiarkan kekuatan inti menguasai dirinya sehingga energi akan terkuras habis dan akan butuh waktu panjang untuk memulihkan kembali. Hayden berbalik dari posisinya hendak menuju kamar tempat kesayangannya berada namun ia berhenti sebentar disisi seseorang yang memberitahukan kabar tersebut.

"Bagaimana latihannya?"

"Eum? Semua berjalan baik dan sedikitnya ia bisa mengendalikan kekuatan serta diri"

"Ada peningkatan?"

"Ada, namun aku tidak bisa menjelaskan lebih karena tuan harus melihat sendiri bersama tuan Jean"

"Kerja bagus, awasi terus penjaga kunci itu karena aku tidak ingin kehilangan yang telah menjadi milikku. Kau mengerti kan Gion?"

"Tentu tuanku"

Senyum kecil menjadi akhir sebelum Hayden memutuskan untuk melanjutkan langkah menuju kamar kesayangannya. Sementara itu Gion memilih kembali ke halaman belakang dimana kini menjadi tempat berlatih Yuno.

Sebelum sampai ke kamar kesayangannya, Hayden memilih mampir ke kamar Jean untuk mengetahui keadaan serta apa yang terjadi sebenarnya. Juga ada sesuatu yang lama telah kembali namun entah apa itu yang pasti sedikit membawa ketenangan dalam suasana rumah ini. Hayden membuka pintu kamar Jean dan melihat sosok tersebut duduk diatas kasur dengan mata yang masih tertutup.

"Kak Jean merasa baikan?" Seolah tahu suara siapa yang menyapa pendengarannya, Jean dengan perlahan membuka matanya membiasakan cahaya yang menerpa kedua indra penglihatan hingga ia mulai beradaptasi. Melihat ke arah kirinya dimana sosok Hayden berdiri dengan ekspresi terkejut sembari tangannya meraih cermin kecil diatas meja.

"Lumayan, Kenapa dengan ekspresimu?" Tanpa mengatakan sesuatu, Hayden menyerahkan cermin itu kepada Jean hingga ia mengetahui kenapa Hayden dapat berekspresi demikian. Sejujurnya tidak ada keanehan apapun pada wajahnya kecuali pada bagian leher sebelah kanan terdapat tato panjang yang mengeluarkan cahaya dengan warna yang sama pada kilat di kedua bola matanya yakni biru gelap.

"Kau sudah melepasnya? baguslah ini akan mempermudah untuk menghantam mereka"

"Aku belum sepenuhnya Hayden"

"Lalu? Kenapa inti kekuatanmu kembali? Apa itu hanya setengah? Tapi aku rasa inti kekuatanmu sepenuhnya kembali"

"Entahlah Hayden, aku merasakan sesuatu yang buruk. Bagaimana dengan Zhao?"

"Aku belum melihatnya namun Gion bilang dia belum sadar" Jean mengangguk sebagai jawaban sebelum menyuruh Hayden segera melihat bagaimana kondisi Zhao saat ini. Satu menit ia terdiam setelah Hayden pergi membuatnya tersadar akan hal yang ia alami beberapa waktu lalu.

"Jika inti kekuatan ini kembali, apakah Zhao akan mengingat memori itu" Jean pusing ketika kembali mengingat hal tersebut. Dimana pertama kali ia bertemu sosok Hayden yang  membunuh kekasihnya.

Ya, Hayden yang membunuh Reina demi mengambil paksa kunci segel inti kekuatan Jean yang mana ia akan mendapat kuasa penuh dalam mengendalikan kekuatan Jean, ini adalah satu akibat jika kunci segel direbut paksa.

Dalam kasus ini, Jean tidak mengetahui bahwa kunci kuasa kekuatannya ada pada Hayden. Yang Jean tahu hanyalah jika kekuatan intinya lepas dari segel maka akan terjadi ancaman besar nantinya dan kini mereka ada di ambang tersebut. Belum diketahui pasti apa maksud dari Hayden sebenarnya kecuali yang telah disebutkan, sungguh akan pusing mengingat kini dia memiliki incaran seluruh makhluk immortal.

Ada baiknya saat ini Jean pergi ke halaman belakang dimana sang pemegang kunci dan setengah serigala sedang melakukan latihan.

Sedangkan disisi lain, Hayden telah berada di dalam kamar kesayangannya sambil memikirkan tentang inti kekuatan Jean. Seharusnya tanpa kunci, segel itu tidak terlepas tapi sekarang? Hayden tidak akan membiarkan ini, sebisa mungkin ia harus tahu penyebabnya agar semua sesuai dengan rencananya.

Dalam perjalan menuju kamar kesayangannya, Hayden bertemu dengan Matteo yang sepertinya baru kembali untuk melaporkan hasil observasinya. "Matteo, kebetulan kau sudah kembali. Aku ingin kau datang keruangan ku malam nanti untuk laporan serta membahas sesuatu"

"Tidak biasanya kau seperti ini ada apa?" Matteo sedikit bingung namun ia akhirnya mengetahui ketika merasakan aura ketenangan serta suara air ketika ia mencoba menutup mata.

Apakah ini...

"Aku pergi dulu" Hayden berlalu meninggalkan Matteo yang masih terdiam ditempat hingga akhirnya Hayden sampai di kamar kesayangannya. Ia menatap lekat tubuh yang masih terbaring damai di atas kasur, begitu indah ketika kedua kelopak mata itu terbuka menyesuaikan cahaya yang ada disekitar. Setitik air jatuh dari pelupuk matanya ketika Zhao mendapat  ingatan sewaktu kecil sebelum dihapus oleh sang bunda.

Bunda, panggilan yang telah lama ia hilangkan karena dihapus secara paksa. Ingatan lama telah kembali bercampur dengan saat ini hingga perasaan takut mulai menguasai diri. Zhao benar-benar takut akan dirinya, dia takut akan membuat semua orang mengorbankan diri demi nya atau ia yang akan menyakiti orang disekitarnya.

Zhao tidak dapat mengendalikan diri. Karena sejatinya ia hanyalah seorang anak tanpa penuntun arah namun memikul tanggung jawab besar. Gerbang immortal bukan apa-apa dibanding menjadi yang mematikan.

Karena di bulan merah, peperangan terjadi karena salah satu faktor adalah perebutan kekuasaan dua dunia tapi faktor utamanya bukan itu.

Demon yang memiliki keturunan setengah immortal tertinggi akan menjadi raja diantara para raja ketika sang keturunan bersatu dengannya. Dalam artian, sang anak akan menjadi boneka kayu miliknya tanpa bisa mendapat kendali sendiri.

Hal itulah yang zhao takutkan terlebih ketika sinyal dari sang papa ia dapatkan saat ini.

'Kembalilah Zhao, papa merindukanmu'

TBC.

The Dangerous RedTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang