Hari² kujalani seperti biasanya,dirumah dengan kerusuhan kebisingan yang dalangnya adalah TTM. Tiap hari slalu saja ada ceramah yang dibawakan oleh gempa yang tidak ada habisnya.
Aku capek hidupku gini² terus,jujur saja aku ingin kuliah dan mewujudkan cita²ku sebagai psikolog. Namun, cita-cita itu harus kupendam kembali karna aku telah terjerumus kedalam dunia perbisnisan yang bikin otakku pusing 7 keliling.
Ini hari Kamis,tapi ke 6 adikku tidak sekolah karna mereka demam semua secara kompak. Terpaksa aku libur dulu untuk kekantor karna aku harus mengurus ke 6 bayiku. Untung saja Halilintar ia tidak demam. Tapi ia tidak sekolah karna ingin membantuku.
Ternyata mereka ber 6 tidak hanya demam. Tapi,ada yang kena tipes,asam lambung,demam tinggi,dan darah rendah. Jadi aku dan Hali membawa mereka ke rumah sakit. Sesampainya di RS mereka semua sudah di infus. Untuk saja mereka semua 1 ruangan,jadi aku mudah mengurus mereka meskipun aku sendiri sudah pusing 7 keliling karna mereka sakitnya kompak.
"makan dulu"ucap Hali memberiku nasi bungkus.
"Nanti aja,aku belum laper"ucapku yang tengah istirahat disofa saambil memandangi ke 6 adikku yang tengah tidur dikasur rumah sakit. Aku tak suka bau rumah sakit,apalagi bau obat obatan ya,membuat aku hilang selera makan.
"Nanti kau sakit tambah repot"ucap Hali membuka nasi bungkus yang ia beli dan menyuapiku."buka mulutmu"ia menyodorkan sesendok nasi ke mulutku yang masih tertutup.
"Aku masih ken___". Happ belum sempat aku menyelesaikan perkataanku Hali sudah menyuapkan nasi kemulutku,terpaksa aku telan.Meskipun ada sedikit rasa mual karena dari pagi aku belum menyentuh nasi sama sekali.
"Nanti kau sakit seperti mereka aku yang bakal repot"
"Cukup,aku gak mau makan lagi"ucapku dengan menutup mulutku menggunakan tangan kanan karna aku ingin muntah tapi berusaha aku telan.
"Tidak,kau harus makan"ucap Hali menyodorkan sendok tersebut kemulutku lagi tapi aku tetap menutup mulutku rapat².
"Kau ingin aku muntah disini"aku menatap Hali tajam,karna ia memaksaku untuk makan,padahal aku sudah ingin muntah karna mencium aroma nasi bungkus yang tercampur dengan aroma ruangan rumah sakit rasanya aku ingin mengeluarkan organ tubuhku. Meskipun ruangannya menggunakan AC tapi tetap saja aroma ciri khas RS masih bisa tercium.
"Yasudah,aku akan mengasi nasi ini kekucing saja"ucap Hali berdiri dari sofa dan meninggalkan ku diruangan itu.
"K_kak"
Aku menoleh ke sumber suara yang memanggil ku,ternyata ia thorn yang telah bangun. "Eh iya,kenapa thorn"aku langsung bergegas kekasur thorn dan duduk disebelah kasurnya.
"Mau pulang"ucap thorn memegang tanganku seperti memohon.
"Kamu belum sembuh,jadi belum boleh pulang"ucapku dengan mengelus rambut thorn
"Disini gak enak,bau obattttt kakkkkk"thorn merengek seperti anak kecil yang tidak dibolehkan membeli es krim. Ayolah dia sudah SMA kelas 2 tapi kenapa dia sangat imut. Rasanya pipinya ingin aku gigit.
"Nanti kalau thorn pulang,terus tambah sakit sama parah,terus nanti thorn mokad,emang mau"aku menakut nakuti adikku yang satu ini.
"Iiihhhhh kakakkkk"
"Yaudah makanya diem aja dulu disini sampe sembuh oke"aku mencubit kedua pipi thorn gemas, rasanya ingin aku gigit juga seperti mochi.
"AW sakit tau"ucap thorn memegang pipinya yang bekas aku cubit tadi.
"Hehehe,abisnya pipi kamu kayak mochi"
Kulihat dikasur adikku yang lain ternyata mereka sudah bangun,tapi malah pada bengong.
KAMU SEDANG MEMBACA
KAKAK
General FictionMenjadi seorang kakak dan harus mengurus ke 7 adik laki²nya,sangatlah menjadi beban bagi seorang gadis yang saat ini berusia 20 tahun apalagi mereka yatim piatu dikarenakan orang tuanya kecelakaan 5 tahun lalu.Sedangkan ke 7 adiknya ada yang berusia...
