39. IGNITES >>Creepin<<

24.9K 1.2K 111
                                        


Raga tiba-tiba berdiri di depan Wilona yang sedang sibuk membaca buku di depan kelasnya.

Pemuda itu tidak berekspresi sama sekali, seperti yang Wilona tunjukkan sekarang.

"Ikut gue sebentar," ajak Raga, lalu pergi lebih dulu.

Wilona menghela napas pelan dan meninggalkan ponselnya pada Celine yang menatapnya heran.

Dia mengikuti Raga yang masuk ke ruang tempat ekskul Pecinta Alam yang jarang dipakai.

Gadis itu duduk di salah satu meja dan menatap keluar jendela. Wajahnya benar-benar memperlihatkan kalau dia sedang tidak ingin bersahabat.

Raga memperlihatkan sebuah foto pada Wilona.

"Lo udah liat ini?"

"Kenapa emang?"

"Udah kesebar kemana-mana," Raga kembali menyakukan ponselnya. "Bukan lo yang lakuin?"

Wilona tersenyum sinis. "Menurut lo?" Gadis itu membuang muka, ogah bertatapan dengan siapapun. "Gue bukan tipe cewek yang publish pacar yang selingkuh."

"Jaglion marah-marah setelah liat foto ini. Dia marah karena sebagian wajah Aira terekspose."

Wilona berdecih, "oh, jadi kalo wajah si cewek nggak keliatan, dia nggak masalah sama foto perselingkuhan yang tersebar?"

Raga menatap serius gadis di depannya saat ini. "Lo cemburu?" Tanyanya penasaran.

"Ngapain gue cemburu?" Wilona turun dari meja dan menghela napas pelan. Dia benar-benar tidak ingin bertatapan dengan lawan bicaranya sekarang.

"I mean, kalo emang mereka selingkuh, kenapa harus dipublikasi? Mereka pikir itu sesuatu yang patut dibanggakan?"

Raga tersenyum kecut. Rupanya tebakannya benar, kalau Wilona cemburu.

"Jadi bukan lo yang nyebarin foto itu?"

"Buat apa? Yang rugi justru gue, Kak. Dari tadi pagi tatapan orang-orang kayak kasian ke gue gara-gara cowok gue selingkuh. Padahal gue baik-baik aja."

Suara pintu didobrak mengagetkan keduanya. Jaglion masuk dengan wajah marahnya.

"Jadi ini alasan lo nggak mau gue jemput tadi pagi? Menghindari gue biar nggak kena tampar?" Jaglion mendengus kesal. "Lo tau gue nggak suka wajah Aira dilihat banyak orang, tapi lo malah nyebarin itu? Maksud lo apa? Nantangin gue?"

Wilona tertawa sinis setelah mendengar celoteh Jaglion yang merasa paling benar.

"Ngapain gue melakukan hal semurah itu? Lo pikir ada bagusnya gue sebarin foto perselingkuhan lo?"

"Bilang aja lo nggak suma sama Aira dan cemburu karena gue lebih milih sama dia daripada sama lo. Mau lo apa? Balas dendam?"

Raga berdecak pelan. Dia menyesal tidak membawa popcorn dan sekaleng soda.

Apa dia menghubungi Hery saja untuk nonton drama bersama? Biar dibawakan camilan untuk menemani keseruan ini.

Wilona menatap tajam Jaglion yang kini masih saja menyalahkannya.

"Yang jelas bukan gue yang lakuin itu. Terserah mau percaya atau enggak, i don't care. Lagian siapa lagi yang bisa lo salahin, ya kan? Itu kan kebiasan lo, nyalahin orang yang nggak bersalah, especially gue."

Sebelum gadis itu pergi dari hadapan Jaglion, dia membisikkan sesuatu. "Selamat, lo nggak butuh gue lagi buat jadi tameng lo."

Kini tinggal dua pemuda yang sama-sama diam. Raga menatap kepergian Wilona dengan senyuman tipis penuh arti.

IGNITES (END)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang