2

8 1 0
                                    

Razky tertidur di bangkunya ia sudah terlelap saat istirahat pertama selesai, Devano menggelengkan kepalanya pelan melihatnya.

Kelas yang tadinya bising karna perbuatan temannya yang lain seketika berubah hening ketika pak Rohmat, guru matematika mereka masuk.

"Razky bangun, ada guru" Ucap Devano yang menepuk pelan pundak Razky.

"Eghh, kenapa Dev?" Tanya Razky yang baru saja bangun.

"Ada guru, bangun"

"Gue masih ngantuk Dev" Ucap Razky yang hampir memejamkan matanya lagi tapi-

TUK!

Sebuah penghapus papan tulis berhasil mengenai jidatnya, membuat Razky seketika sadar dan merintih pelan.

"HEH KAMU, NIAT BELAJAR GAK?!, BANGUN, JANGAN JADI ORANG YANG MALES!" Pak Rohmat menata tajam Razky, sementara Razky menggaruk kepalanya yang tak gatal ia tersenyum canggung.

"Maaf Pak, Saya minta maaf " Razky berucap sopan.

"Perhatikan kedepan, hari ini akan diadakan ulangan harian matematika, sistemnya soal akan di bagi jadi 2 soal, Ada soal A dan soal B jadi soal yang kalian dapat tidak akan sama seperti punya temen sebangku kalian" Penjelasan dari Pak Rohmat membuat mereka mengumpat pelan.

"Pak kenapa ngedadak banget?, kita belum belajar sama sekali" Tanya Ethan selaku ketua kelas mewakili temannya yang lain.

"Kita harus kejar materi jadi tidak ada waktu untuk mengeluh" pak Rohmat berucap tegas.

"Anjir Dev, gue belum belajar gimana doanggg" Ucap Razky panik, Ia tau Ayahnya pasti akan menanyakan hasil ulangan itu, ia tidak akan bisa mengelak karna ayahnya pasti akan bertanya pada pihak sekolah.

"Lo pinter Raz, gak usah khawatir lagian ini cuman ulangan harian" Devano berucap santai.

"Tapi kalau nanti ada yang belum gue pelajarin gimana Dev ?, bisa bisa nilai gue anjlog" Razky tetap berucap panik.

"Gue-" ucapan Devano terpotong oleh pak Rohmat saat ia kembali menjelaskan ulangan matematika dadakan itu.

"Ulangan ini terdiri dari 10 soal esai, sekarang bapak akan membagikan kertas ulangan kalian" Ucap pak Rohmat sambil membagi soalnya satu persatu.

"Okey, tenang Razky, tenang Lo pasti bisa" Razky mulai memfokuskan dirinya pada 10 soal matematika yang kini ada di depannya.

Sama halnya dengan Razky semua siswa-siswi kelas itu mulai fokus pada ulangan matematika yang sekarang sudah ada didepan mereka.

10 menit sudah berjalan namun belum ada yang mengumpulkan kertas ulangan matematika mereka, tak lama setelahnya Devano berdiri kedepan mengumpulkan soal yang sudah terisi penuh lengkap dengan jawabannya.

"Sudah?" Tanya pak Rohmat, Devano mengangguk pelan sebagai jawabannya, la kembali ke tempat duduknya.

15 menit sudah berlalu Razky berdiri mengumpulkan jawaban nya ke depan, Dan kembali duduk ke tempatnya semula.

"Baik Anak-anak waktu sudah habis silahkan kumpulkan lembar jawaban kalian ke depan" Ucap pak Rohmat setelah ulangan berlangsung selama 30 menit.

Mendengar itu siswa-siswi dikelas langsung mengumpulkan lembarma 30 menit jawaban mereka ke depan meja guru.

"Baik, sampai disini saja pertemuan kita kali ini, sampai bertemu besok dipertemuan selanjutnya Trimakasih" Ucap pak Rohmat sambil berjalan keluar ke luar kelas, disusul oleh semua siswa-siswi yang mulai meninggalkan kelas.

Sama halnya dengan yang lain, Devano dan Razky berjalan keluar kelas menuju parkiran sekolah mereka.

"Dev gimana kalau hasil ulangan gue jelek?" Ucap Razky sedikit khawatir.

REVAGE : NEXT VERSION Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang