Razky Araska

18 3 0
                                    

Seorang pemuda sudah siap dengan seragam sekolahnya, Ia berjalan santai menuju ruang tamu, senyumnya tak pernah lepas dari wajah tampannya.

Terlihat seorang lelaki paruh baya yang sedang duduk dan membaca koran di depan, Senyum pemuda itu semakin lebar kala melihatnya.

"Lo bisa, iya lo pasti bisa, semangat" Ia menganggukan kepalanya yakin.
Ia mendekati peria paruh baya itu.

"Ayah, Razky pamit mau berangkat sekolah" Razky mengulurkan tangannya untuk bersalaman. Razky menunduk dalam saat uluran tangannya tak kunjung di balas juga oleh ayahnya.

"Pergi" Razky menarik tangannya, la tersenyum gentir. Yah iya tau ini akan terjadi.

"Razky berangkat, Assalamualaikum ayah" setelah mengucapkan itu ia bergegas menuju motor yang biasa ia gunakan. 

                                ✨✨

Razky memarkirkan motornya di parkiran sekolah nya, Ia membuka helmnya menatap bangunan tempatnya menuntut ilmu SMA Starlight.

Ia berjalan santai menelusuri lorong yang sepi. Ia memang sengaja berangkat lebih awal dari biasanya, mencari ketenangan untuk dirinya.

BRAK!!

PLAK!!

BRUK!!

Razky menghentikan langkahnya ketika sampai di depan gedung sekolahnya. Ia mendengar suara bising di dalam gudang itu.

"Siapa yang ada digudang sepagi ini?" Razky mengangkat satu alisnya, la mencoba membukanya.

"Kok, gak bisa si" Razky mengeram kesal ketika pintu itu gak bisa di buka.

"CEWEK SIALAN!!, GARA-GARA LO GAK NGERJAIN TUGAS GUE, KEMARIN GUE DIHUKUM SAMA PAK BIMA!!" Teriakan itu terdengar dari dalam gudang itu. Razky yang mendengarnya semakin kesal karna pintu yang susah untuk di buka.

"Sialan nih pintu, Apa gue dobrak aja ya?" Razky menghembuskan nafasnya pelan , Ia mulai ancang-ancang untuk mendobrak pintu sialan itu.

"Okey, gue bakal dobrak nih pintu"

"Satu..."

"Dua..."

"Tigaa..."

BRAK!!

Pintu itu tebuka sempurna. pandangannya tertuju pada gadis yang sedang dibully disana. Sylfana Abraham, sialan apa dia tidak bisa sehari saja tanpa membully seseorang.

"LO KENAPA SI?, GAK HIDUP LO KALAU KAGAK NGEBULLY ORANG!!" Razky menatap tajam Sylfana.

"Lo gak usah ikut campur sama urusan gue" Sylfana memutar bola matanya malas.

"Gue juga gak mau ikut campur, tapi sayang, Lo udah keterlaluan Syl" Razky menatap Siswi yang menjadi korban bully Sylfana. Ia sungguh berantakan, rambutnya sudah tak berbentuk lagi, seragam nya yang sudah kotor. 

"Pergi Syl!" Razky menatap tajam Sylfana.

"Gak, gue gak bakalan pergi" Sylfana balik menatap tajam kearah Razky.

"GUE BILANG PERGI, SYLFANA ABRAHAM!!!" Razky menaikan suaranya.

"Syl, kita pergi aja yuk" Arsyla Anastasya, Sahabat dari Sylfana itu membujuknya untuk meninggalkan tempat itu.

"Tapi la-"

"Kita pergi Syl" Arsyla menarik Sylfana keluar dari gudang.

Sekarang hanya tersisa Razky dan gadis yang baru saja di bully oleh Sylfana dan Arsyla disana. Razky berjalan  mendekati gadis itu, Ia menyamakan tingginya dengan gadis itu.

REVAGE : NEXT VERSION Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang