#. O1O

170 9 1
                                        

akhirnya merekapun akhirnya pindah ke ruang makan keluarga Jung, Haechan menelusuri ruang makan yang sebenarnya bukan pertama kalinya ia injakan ini. namun rasanya semua seperti berubah, dahulu ruang makan ini tidak terlalu bernuansa putih seperti sekarang. namun sekarang, semuanya putih di tambah lukisan lukisan yang sangat memanjakan mata mengelilingi ruangan ini. di tengah ruangannya terdapat meja makan lonjong yang bisa di bilang sedang, namun banyak kursinya. ruang makan yang saat pertama kali kita injakan akan langsung berpikir "keluarga ini sangat sering makan disini" karna hawanya sangat hangat dan membuat siapapun betah disini.

Haechan tersenyum kecil, sambil menarik kursi makannya dan mulai duduk. tanpa ia sadari sedari tadi ada pria yang tak pernah memindahkan pandangannya, melihat Haechan tersenyum itupun membuat Mark tersenyum juga. ia senang jika Haechan nyaman berada di keluarganya, bagaimanapun keluarganya akan menjadi keluarga Haechan jugakan?

jangan tanyakan bagaimana kondisi keluarga Mark yang melihat dua sejoli yang saling memberi kasih ini, saudara Mark tentu saja sudah mengeluarkan sumpah serapah karna merasa iri tidak bisa membawa pasangannya detik ini juga, sedangkan orang tua Mark hanya menggelengkan kepalanya. seperti melihat mereka pada saat malu malunya dahulu, ia sangat memaklumi hal tersebut

prok prok!

Taeyong menepukan kedua tangannya, mendengar itu seluruh anggota keluarganya dan satu calon anggota keluarga Jung pun menengok ke arah Taeyong. Taeyong memberikan senyum manis, lalu berucap "daripada kita semua iri ngeliat pasangan baru ini, mending kita langsung makan aja. bubu udah siapin makanan enak buat kamu Haechan, makan yang banyak yaa" ucapan Taeyong di angguki dengan anggukan antusias dari Haechan

ia sangat suka dengan suasana hangat di rumah ini, seperti ia kembali ke rumahnya. walaupun baru di tinggal Haechan sudah merasa rindu dengan masakan bundanya itu.

Jung Jaehyun, sebagai kepala keluarga tiba tiba mengeluarkan suaranya di tengah acara makan keluarga ini

"Mark, gimana progres acara pernikahan kamu? kamu udah lamar Haechan secara resmi kan?" tanya Jaehyun

Markpun cukup terkejut karna tidak mengira keluarganya akan membahas hal ini langsung di saat berada di meja makan, namun setelah ia berpikir bahwa memang saat seperti inilah keluarga mereka lengkap. Markpun menjawab "belum pah, Mark belum nemu waktu yang cocok buat ngelamar Haechan. buat acara pernikahannya juga, apa gak terlalu cepet kalo mulai sekarang? walaupun Mark kenal Haechan daridulu, cuma kita juga perlu waktu buat ngenal lebih dalam lagi pah"

"menurut bubu, kamu harus lakuin acaranya secepat mungkin Mark. kalian bisa saling ngenal pas udah nikah nanti kok?" ucap Taeyong

Jaehyun mengangguk "papah kira juga kamu udah mulai, gimana bisa beberapa hari lagi kamu ke luar negeri terus kamu ga ada nyiapin apa apa buat ngikat Haechan? kamu sebenernya serius atau engga Mark?" ucapnya

Mark menghela nafas panjang "pah, kitakan udah janji gak bahas bagian itu disini?"

Haechan terpaku, mendengar kata kata Mark akan ke luar negeri? kapan? untuk apa? berapa lama? apakah Mark akan kembali? apakah Haechan lagi lagi di tinggal? bahkan sebelum kita melanjutkan acara? sebenarnya ini main main atau apa?

semua pertanyaan terlintas dalam benak Haechan, ia tak mengerti. beberapa hari lagi namun Mark tak pernah memberitahu dan memperlakukannya seperti ia selalu berada di sisi Haechan?

Mark memegang tangan Haechan, ia tau pria kecil di sampingnya ini sangat berpikiran macam macam di otak mungilnya itu. ia mengelus punggung tangan Haechan, menyalurkan rasa nyaman dan memberikan tanda bahwa semua akan baik baik saja. bukannya Mark tak ingin memberitahunya, ia jelas ingin memberitahu Haechannya itu. namun Mark tak pernah menemukan waktu yang tepat untuk dia berbicara, Mark takut saat Haechan mendengar hal tersebut malah membuatnya merusak suasana indah di antara mereka berdua. namun ini memang salah Mark, harus tau dari mulut orang lain pasti sangat membuat Haechan sedih

lagipun Mark tak akan lama, Mark sudah berjanji untuk menyelesaikan semua masalah kantor cabang di luar negerinya secepat mungkin agar ia bisa melangsungkan sebuah pernikahan

Mark menggandeng tangan Haechan, dan izin untuk menyelesaikan makanannya duluan. membawa Haechan ke taman belakang rumahnya

...

terdapat sebuah kolam renang di tengah taman bunga yang indah ini, Mark menenggelamkan setengah kakinya ke dalam kolam tersebut. Haechanpun melakukan hal yang sama, Haechan sama sekali tidak ingin memulai suatu percakapan, ia hanya ingin menunggu Mark untuk mulai percakapan itu.

"kakak pengen ngasih tau kamu Haechan, tapi ga pernah nemu waktu yang tepat. kakak gamau ngerusak waktu yang indah bareng kamu" ucap Mark sambil menatap langit malam ini

"itu bukan alasan kak, bener kata papah. kakak ini sebenernya serius gak si sama Haechan? Haechan ngerasa kakak selalu mainin hati Haechan seenak kamu aja, kaya dulu. kalo emang kakak serius, sekedar ngomongin hal ini aja kakak ga bisa. apalagi nanti kak?"

Mark yang tadinya memandang langit, akhirnya memandang Haechan dengan lekat. lalu tersenyum tipis "kakak serius sama kamu Haechan, serius banget. kakak akan selesaiin kerjaan kakak secepat mungkin, abis itu kita urus nikahan kita ya?" ucap Mark sambil memegang tangan Haechan, ia cium tangan itu dengan lembut. menyalurkan semua rasa sayangnya kepada sang terkasih

"kakak berapa lama?"

"kakak ga bisa jawab berapa lama pastinya kakak pergi, tapi yang pasti kakak akan pulang secepat yang kakak bisa. kakak juga ga pengen pergi Haechan, pengen sama kamu aja disini. masih banyak yang pengen kakak ceritain ke kamu, tapi dengan kondisi kakak sebagai sulung disini jelas kantor itu bakal jadi punya kakak dan tanggung jawabnya bakal lebih besar untuk kakak. tolong ngertiin ya sayangnya kakak?"

Haechan mengangguk "iya, Haechan ngerti kok. pulang secepatnya ya kak? jangan buat Haechan nunggu terlalu lama kaya dulu"

"pasti sayang, pasti."

"kalo lama nanti Haechan bakal nikah sama yang lain, bukannya ngurus undangan sama kakak tapi nanti kakak jadi tamu undangan. liat aja!" ucap Haechan sambil tersenyum sombong

Mark cubit gemas hidung kekasihnya itu "gak lah, kakak nanti sedih banget kalo sampe gitu. kalopun kaya gitu, kakak bakal jadi orang pertama yang teriak ga setuju terus ancurin acaranya kaya di film kesukaan kamu"

"ga boleh??!! sedih kalo Haechan sama yang lain tapi dulu kakak nyuruh Haechan buat benci kakak" cibir Haechan

Mark tertawa kecil "kan itu dulu, biar kamu yang bocah ini gak stuck sama kakak. kamu harus coba cinta yang lain dulu"

Haechan memeluk Mark, menepatkan kepalanya di dada Mark nya yang entah kapan menjadi tempat sandarang favorite nya "abis itu baru sama kakak gitu maunya?"

Mark mengangguk sambil mengelus kepala Haechan "iya, abis itu kakak jadi cinta terakhir kamu"

mendengar jawaban Mark membuat Haechan tertawa, walaupun dalam hatinya Haechan sangat berharap bahwa Mark juga menjadi cinta pertama dan terakhir untuknya.

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Jan 02, 2025 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

Everything [ MARKHYUCK ]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang