8

445 21 7
                                        

Pagi ini Jeonghan memutuskan untuk kembali kerumah nya setelah semalam dirinya menginap dirumah sahabatnya.

"Sejak tadi malam Seungcheol tidak ada menelfonku"

Jeonghan mengecek ponsel nya beberapa kali,semalam setelah minum minum dirinya tertidur dan ponselnya juga mati.

Seungcheol akan selalu menelfon Jeonghan di saat pria itu pergi keluar negeri untuk urusan pekerjaan, mungkin Seungcheol juga akan menelfonnya saat pergi bersama Jisoo. Namun dugaan pria cantik itu salah, Seungcheol sama sekali tidak menghubunginya.

"Tumben dia tidak menghubungi ku, menelfon tidak mengirim pesan juga tidak".

Jeonghan membuang ponselnya ke ranjang, dirinya benar benar kesal pada Seungcheol. Suaminya dan Jisoo sudah sampai di Paris sejak tadi malam tapi tak ada satupun dari mereka mengabari Jeonghan.

"Berpikir lah positif Jeonghan, mungkin mereka beristirahat, mereka pasti lelah karena perjalanan Korea dan Paris tidak sedekat kau ke cafe Vernon" Jeonghan memukul kepala nya berusaha menyingkirkan hal hal yang membuat nya nanti terluka.

"Sebaiknya aku mandi saja,ini pasti efek minuman itu sebab nya aku merasa kesal huhh".

••••

Jisoo membuka matanya, dirinya terkejut saat merasakan sebuah tangan melingkar di perutnya, Jisoo melirik ke sampingnya melihat seorang pria yang berstatus sebagai suaminya itu masih tertidur sambil memeluk Jisoo.

Jisoo ingat dengan baik apa yang terjadi diantara mereka semalam. Kebahagiaan tidak bisa di sembunyikan dari wajahnya, Jisoo ingat bagaimana Seungcheol menyentuh setiap titik tubuhnya, kelembutan Seungcheol membuat Jisoo menyukainya. Meski apa yang mereka lakukan tidak berdasarkan cinta, tapi Jisoo bahagia karena Seungcheol masih memperlakukannya dengan begitu lembut.

Jisoo memberanikan dirinya mendekati Seungcheol, menatap lebih dekat wajah pria tampan dihadapannya. Jisoo tersenyum dirinya baru menyadari bahwa suaminya ini pria yang benar benar sangat tampan, meski sedang tidur wajah Seungcheol tetap tampan, bahkan sangat tampan.

Seungcheol langsung membuka matanya "Apa aku se tampan itu?"

Senyuman Jisoo luntur begitu saja, dirinya langsung menjauhkan diri dari Seungcheol, namun dengan cepat Seungcheol menahan Jisoo.

"Ma..maaf aku tidak bermaksud" Jisoo mengalihkan wajah dan pandangannya dari Seungcheol.

"Tidak perlu canggung Jisoo, aku suami mu itu artinya aku juga milikmu kau berhak menatapku, melihat diriku sesuka mu" Seungcheol memegang dagu Jisoo mengarahkan wajah Jisoo menatap dirinya.

"Maaf hyung aku seharusnya tidak melakukan itu, aku memang istrimu tapi aku tidak berhak. Maksud ku hanya Jeonghan lah istrimu sebenarnya".

Seungcheol mengusap pipi tirus Jisoo "Jisoo ku yakin kau tidak lupa dengan apa yang terjadi diantara kita semalam. Jika aku melakukannya itu artinya aku menerima mu sebagai istriku, hak seorang suami untuk menyentuh istri dan hak seorang istri juga untuk menyentuh suaminya. Jisoo kau dan Jeonghan memiliki hak yang sama".

"Tapi aku tidak lupa apa tujuan pernikahan ini, apa tujuan liburan ini hyung ini hanya karena Jeonghan, aku tidak ingin membuat nya terluka"

"Jisoo kita menikah untuk Jeonghan, aku disini bersama dengan itu untuk Jeonghan tapi bukan berarti aku tidak memperdulikan dirimu. Jisoo bantu aku, bantu aku untik bersikap adil dalam pernikahan ini agar aku tidak menyakiti salah satu diantara kalian"

Air mata jatuh membasahi pipi Jisoo, dirinya benar benar terkejut dengan penuturan tulus dari Seungcheol. Jisoo yakin Seungcheol bukan pria jahat yang akan terus mengabaikan hubungannya dengan Jisoo, hari ini Jisoo telah dengar bahwa Seungcheol menerimanya sebagai istri kedua dan menerima pernikahan yang tidak di dasari cinta ini.

Forgive MeTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang