⚛》》》》Happy Reading《《《《⚛
"Gimana sekolah nya? Apakah menyenangkan?" tanya Nara saat melihat ke 6 anaknya yang baru saja pulang.
Laura dan Aurora langsung menghampiri sang mommy dan memeluk mommy nya erat.
"Tentu saja mom, mommy tau ga tadi disekolah kita langsung mendapat teman yang banyak loh, iya kan Lau," ujar Aurora.
"Iya Mom, mereka itu temen kelas kita. Mereka baik banget sama kita tau, bahkan tadi sampai ada yang Nelaktir kita loh. Mungkin dia ngiranya kita orang ga punya kali ya hihihi," curhat Laura sambil cekikikan diakhir.
Nara ikut tertawa mendengar itu. "Iya kah? Wah mommy ikut senang mendengar nya,"
"Tapi sayangnya, kelas itu di cap kelas bodoh. Karena kelas itu belum pernah ikut lomba dan memenangkan juara untuk sekolah, padahal aslinya kelas 10 A ips pinter-pinter lo mom," cerita Aurora.
"Wah kok bisa gitu ya," bingung Nara.
"Kayanya sih ada yang ga suka sama kelas 10 A ips, sampai-sampai nyebar hoax kaya gitu," ujar Cakra mengeluarkan pendapatnya.
"Bisa jadi sih bang," ujar Nara.
"Ceritanya udah dulu ya, sekarang kalian ke kamar masing-masing. Terus bersih-bersih dan ganti baju dan istirahat, nanti mommy bangunin pas makan malam," ujar Nara yang mendapat anggukan dari mereka.
"Siap laksanakan kanjeng ratu," ujar mereka lalu langsung ke kamar masing-masing setelah memberi Nara ciuman di pipinya.
Nara tersenyum menatap kepergian mereka, ia sangat bahagia memeiliki mereka dihidupnya. Hidupnya menjadi lebih berwarna setelah kedatangan si kembar.
Ia berharap kebahagiaan terus menyertai keluarga nya.
•••
Paginya...
Kembar sudah berada di sekolahnya, dan bel masuk pun sudah berbunyi.
Skipp
Bel istirahat telah berbunyi dan sekarang mereka sedang berada di kantin bersama teman sekelasnya untuk mengisi perut mereka yang sudah keroncongan meminta di isi.
Mereka pun memesan makanan yang sama agar tidak merepotkan orang kantin, mereka memesan bakso dan setelah es teh.
"Kembar kalian tinggal di mana?" tanya salah satu dari mereka yang bernama beni.
Kembar saling tatap terlebih dahulu. "Kami tinggal di-"
"Permisi aden, non, ini pesenan nya," ujar ibu kantin yang mengantarkan makanan mereka. Si kembar bernafas lega karena tidak perlu menjawab pertanyaan beni.
"Terimakasih bi,"
"Sama-sama Den,"
Arion menahan tangan Aurora saat gadis itu akan menambah sambel ke dalam baksonya.
"Udah," ujar Arion.
"Sedikit lagi ajah abang plis," ujar Aurora sambil menunjukkan muka memelas nya tapi Arion tetap teguh pada pendirian nya.
"Udah atau gausah makan sekalian," ujar Arion datar.
Aurora mencebikan bibirnya kesal. "Tau ah abang ngeselin pelit," kesal Aurora. Sedangkan Arion tidak perduli, ia hanya takut adiknya itu akan sakit perut nantinya.
"Rora, bang Ion bukannya pelit. Tapi dia cuman takut kalau nanti Rora sakit perut karena kebanyakan makan sambel," ujar cakra memberi pengertian kepada adik bungsunya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Sistem? [END]
RandomTing -Membuat anak -Membuat pacar "Dari pada pacar, mending gue pilih anak ajah," Ting (-Membuat Anak) ••• Ting Berapa banyak anak? -Anak 2 -Anak 6 "2 atau 6 ya? Kayanya 6 ajah deh, soalnya gue pengen rumah gue rame sama anak-anak gue. Kalau s...
![Sistem? [END]](https://img.wattpad.com/cover/366479864-64-k308291.jpg)