Andrew's POV
Gue sedikit bingung sama anak cupu yang duduk di sebelah gue. Kok kaya ada yang di sembunyiin gitu ya? Kaya ada yang bakal dia lakuin dan hal itu besar menurut firasat gue.
Oh sebelum bahasa itu kenalin gue Jeson Andrew Bramastya dan gue biasanya dipanggil Andrew.
Kalo lo nanya kenapa gue duduk di sebelah anak paling cupu dan target bully itu adalah gue gak suka kalo gue lagi serius terus diliatin ama temen sebangku gue dan berhubung waktu itu cuma ada dua bangku kosong jadi ya gue milih duduk sama si nerd.
Emm, kalo gak salah sih namanya Stefani Angela. Nama yang cantik menurut gue dan dia itu beda karena dia lebih suka buku daripada gue. Setidaknya itu sedikit membantu buat gue serius belajar.
Gue mulai penasaran ama ini anak pas gue kerja kelompok di tempat tinggalnya. Gue gak bohong sama sekali kalo tempat tinggal dia itu tergolong dalam kategori mewah untuk ukuran anak gadis yang tinggal sendiri dan yang gue tau sejauh ini itu anak selau diejek miskin.
Kalo miskinnya aja dia bisa tinggal di apartemen yang permeter perseginya aja di atas lima puluh juta gimana kalau dia kaya?
Oke bagi gue yang hidup di kalangan high class itu hal yang biasa aja tapi bagi seorang yang sekolah mengandalkan beasiswa dan tinggal di apartemen mewah seperti ini itu sangat di luar dugaan banget. Belum lagi barang-barang yang ada dia punya seperti laptop dan handphone keluaran terbaru yang berlogokan apel. Seberapa kaya wanita ini? Kalau dilihat dari semua yang dia punya seharusnya kata miskin bisa di hapuskan dari mulut- mulut anak sekolah.
Satu lagi yang bikin gue kaget adalah saat gue keluar dari toilet gue sempet mencuri dengar apa yang dia bicarakan dengan orang yang tersambung dengan handphonenya dan yang bikin gue rada penasaran dia ngomong bahasa jerman dengan sangat lancar seakan dia memang pernah tinggal dan bersosialisasi di negara sana. Saat gue nanya dia dengan gampangnya jawab kalau dia menguasai empat bahasa. Seberapa pintarkah dia?
Oh oke gue lupa satu pagi poin penting yaitu orang nerd sahabatnya ya buku jadi wajar aja kalau dia pintar tapi menguasai empat bahasa itu agak sedikit tidak wajar saja terlebih dia juga jaramg berbicara kepada orang lain. Sebelas dua belaslah ama gue tapi bedanya gue itu gak nerd kaya dia. Gue males ngoming ya karena gue vak suka bertele-tele alias gue lebih suka to the point.
Karena rasa kekepoan gue kambuh dan gue gak bisa ngatasin ini jadi gue niat pergi ke tata usaha buat cari tau latar belakang ini cewe. Seumur hidup baru kali ini gue tertarik dengan kehidupan pribadi seseorang dan gue harap gue gak salah untuk itu.
Tepat jam istirahat gue pergi ke tata usaha sekolah dan mulai mengorek informasi yang busa gue jadiin awal untuk tau kedok itu cewe. Entah kenapa gue penasaran banget ama apa yang disembunyiin dia.
Setelah bergumul dengan beberap data siswa daj akhirrnya gue dapet juga biodata Stefani tapi kok ada yang aneh ya? Biodata ini gak selengkap dan terasa rada janggal kalau dibandingkan dengan punya gue seakan itu dipalsukan. Emmm, kayanya gue harus cari tau.
Wohoooooooo
Sangat lama aku baru bisa update ini cerita
Maklum vroh vroh semua
Tugas ane udah ngajakin marathon semua
And don't forget for vote and comment

KAMU SEDANG MEMBACA
Nerd? I Think No
Teen Fictionsequel Natha in Love kisah seorang anak yang putus asa dan mulai melarikan diri memang masalah itu selesai. tapi rasa penasaran akan sesuatu malah mengungkap suatu rasa asing bagi sepasang anak adam dan hawa ini so, lebih baik baca Natha in Love dul...