WARNING⁉️:YANG HOMOPHOBIA MOHON MENJAUH,DAN FISUAL NOVEL INI MENGGUNAKAN ANIME BUKAN FOTO ORANG ASLI KARENA KURANG NYAMAN,KALO KALIAN NGGA SUKA SILAKAN PERGI,SAYA TIDAK MEMAKSA UNTUK MEMBACA! JANGAN COPY!!
DESKRIPS:seorang bocah polos(?) bernama ars...
hii dear reader ♡ makasih sudah mampir di cerita ini... a place where feelings are louder than words ✧
di sini, mungkin kamu akan menemukan hangat yang sederhana... atau luka yang diam-diam terasa
꒰ ⚠️ warning ⚠️ ꒱ cerita ini mengandung: ↳ boy love (BL) ↳ system & transmigrasi ke dunia novel ↳ unsur harem ↳ konflik emosional & angst ↳ hubungan fiksi yang tidak selalu sempurna
• sedikit jokes yang garing... jadi kalau kamu nggak ketawa, itu normal kok 😔✋
• kalau nemu typo, feel free to kasih tau yaa 😭
please read at your own comfort ♡ kalau terasa berat, it's okay to skip
୨୧ ──── ✦ 𝒆𝒏𝒋𝒐𝒚 ✦ ──── ୨୧
this isn't just a story about love... but about choices, fate, and everything in between
maybe he'll find his place... or maybe he'll get lost in the story
but for now, stay a little longer and feel it with them ♡
with love, - author ♡
୨୧ ──── ✦ ──── ✦ ──── ୨୧
Setelah Eric membawa nio ke dalam rumah sakit ia segera menghubungi keluarganya
Dan tentu saja keluarga besar Amethysta khawatir mendengar ada penyerangan dari musuh Damian dan bergegas menuju rumah sakit dimana Eric dan nio berada
Setelah mengabari keluarga nya Eric langsung menuju ruangan dimana nio di rawat dan duduk di sebelah tempat tidur rumah sakit (namanya apa dah?brangkar?gw takut salah jadi make tempat tidur rumah sakit aja😃)
"Maaf"satu kata itu lolos begitu saja dari mulut Eric
Eric menggenggam tangan mungil nio yang terpasang infus (gw bingung,yang luka kan leher trus kenapa tangan yang di kasih obat?)
Eric menundukkan kepalanya merasa bersalah karena melibatkan nio ke dalam masalah ayahnya
Dan juga Eric entah kenapa marah kepada sang ayah(Damian) karena memiliki banyak musuh jadi nio ikut terlibat (loh?kok nyalahin bapak lu?, kan Lo sendiri yang gk becus jaga MC anying)
Pintu ruangan tersebut terbuka dan menampilkan Aretha dengan wajah khawatir
Aretha pun bergegas menghampiri nio yang pingsan(ni anak simulasi mati kek nya🗿)
"Kenapa ini bisa terjadi boy?"tanya Aretha kepada Eric yang masih menundukkan kepalanya
"Semuanya salah Daddy"Celetuk Eric membuat Aretha sedikit bingung
"Apa maksudmu?"tanya Aretha kepada Eric
"Kenapa Daddy harus memiliki banyak musuh, coba saja Daddy tidak memimpin mafia pasti hidup kita tentram"ujar Eric sembari meremas pelan tangan nio
"Shh"nio meringis dan perlahan membuka matanya
Aretha pun menoleh menatap nio dengan wajah bersyukur sekaligus khawatir dah segera memeluk nio
"Ada yang sakit sayang?"tanya Aretha sembari mengelus kepala nio dengan lembut
"Em, Abang lepasin tangan nio"ucap nio membuat Eric tersadar telah menyakiti kesayangannya
"Ah!maaf sayang Abang tidak sengaja"ucap Eric sembari melonggarkan genggamannya dari tangan nio
Nio menatap sekeliling dengan bingung
"Kenapa kita berada di rumah sakit?"tanya nio seolah lupa kejadian saat sebelum dirinya tidur(cosplay mayat)
"U-uh, itu tadi mobil yang Abang Kendarai tidak sengaja nabrak terus nio kena ranting"bohong Eric karena tidak ingin nio ketakutan