jealous?

6.3K 333 54
                                        

୨୧ ──── ✦ 𝒘𝒆𝒍𝒄𝒐𝒎𝒆 ✦ ──── ୨୧

hii dear reader ♡
makasih sudah mampir di cerita ini…
a place where feelings are louder than words ✧

di sini, mungkin kamu akan menemukan
hangat yang sederhana…
atau luka yang diam-diam terasa

꒰ ⚠️ warning ⚠️ ꒱
cerita ini mengandung:
↳ boy love (BL)
↳ system & transmigrasi ke dunia novel
↳ unsur harem
↳ konflik emosional & angst
↳ hubungan fiksi yang tidak selalu sempurna

• sedikit jokes yang garing…
  jadi kalau kamu nggak ketawa, itu normal kok 😔✋

• kalau nemu typo, feel free to kasih tau yaa 😭

please read at your own comfort ♡
kalau terasa berat, it’s okay to skip

୨୧ ──── ✦ 𝒆𝒏𝒋𝒐𝒚 ✦ ──── ୨୧

this isn’t just a story about love…
but about choices, fate, and everything in between

maybe he’ll find his place…
or maybe he’ll get lost in the story

but for now, stay a little longer
and feel it with them ♡

with love,
— author ♡

୨୧ ──── ✦ ──── ✦ ──── ୨୧

Kelas pun di mulai dan semua murid di kelas itu fokus memperhatikan pelajaran berbeda dengan MC kita

'mbul'panggil nio

(Hm?apa?)Saut Sumbul dengan nada tak ikhlas

'kok gw belum liat protagonis cewek nya?'tanya nio bingung karena saat ia memasuki gerbang ia selalu mencari sang protagonis cewek/wanita

(Tuan protagonis cewek kelas 3 sedangkan tuan kelas satu,anda berharap apa sih?)Jelas Sumbul

'oh'jawab nio raut wajah bodo amat

(Sabar-sabar, kalo bukan calon udah gw buang ke Antartika)Gumam Sumbul pelan

Nio pun kembali fokus ke papan tulis meskipun malas

Skip

Bell istirahat berbunyi dan guru pun berhenti mengajar dan segera meninggalkan kelas

Setelah guru meninggalkan kelas banyak murid yang langsung mengerumuni nio

Halo manis!boleh kenalan?!

Gw duluan ya!!

Gw!!

Dll.

'pengap anjir, gw kagak bisa napas'batin nio dengan wajah tertekan

"Brisik!!"ucap William dengan tatapan tajam

Kelas yang tadinya heboh pun seketika menjadi hening setelah mendengar ucapan William

"Bubar!!kalian ganggu!"ucap William dengan tatapan dingin

Para murid pun Bubar karena takut membuat William marah begitupun nio yang hendak pergi ke kantin

"Ikut"Celetuk William sembari menggenggam tangan nio

'lembut'batin William dengan wajah memerah

Sementara itu nio masih memproses ucapan William

'apa tadi dia bilang ikut? bukannya kebalik yah? harusnya aku yang ngomong begitu jir'batin nio bingung

"O-oh?a-ayo!"ucap nio sedikit gagap saat William semakin mempererat genggamannya

Akhirnya William dan nio pun pergi ke kantin bersama,dan saat mereka sampai di kantin mereka menjadi pusat perhatian

Our Cute Boy [BL]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang