Author POV:
Shani, Gracia dan Christy baru saja sampai dirumah. Shani melirik kearah Christy ternyata gadis itu tertidur pulas, ia pun segera turun lalu menggendong adiknya itu dengan hati-hati. Begitupun juga dengan Gracia ia ikut turun lalu mengikuti Shani dari belakang yang menggendong Christy. Setelah sampai di kamar Christy, Shani menidurkan adiknya ditempat tidurnya secara perlahan. Lalu ia menyelimuti nya, terlihat wajah gadis itu sedikit sembab mungkin karena gara-gara menangis tadi.
"Sayang, udah di tidurin Christy nya?"Tanya Gracia sambil menghampiri Shani yang sedang duduk dipinggir kasur Christy.
Shani menoleh, "Udah sayang.."Shani kembali menatap wajah Christy.
"Kamu kenapa hm?"Tanya Gracia lagi.
"Aku cuma ngerasa bersalah aja udah ninggalin Christy tadi, seharusnya aku gak lakuin itu ke dia.."Shani mengusap lembut kepala Christy.
Gracia tersenyum lalu menggenggam tangan kiri Shani, "Gak papa sayang, yang penting kamu udah minta maaf sama Christy.. Dia paham kok seharusnya dia juga gak bandingin kamu sama Chika.."
"Gee.."Panggil Shani.
"Iya sayang."Jawab Gracia menatap lembut wajah kekasihnya itu..
"Apa selama ini aku udah terlalu kejam ya perlakuin Chika?"Sontak pertanyaan itu membuat Gracia terkaget, tapi ia juga mengetahui bahwa hubungan Chika dan Shani itu tidak terlalu harmonis lebih tepatnya Shani lah yang membuat hubungan adik kakak itu berjarak.
"Maksud kamu?.."Gracia bertanya.
"Kita omongin di kamar aku aja yuk, aku takut Christy denger.."Ajak Shani pada Gracia.
Gracia mengangguk mengikuti instruksi Shani untuk menuju kamar gadis itu. Dengan perlahan Shani menutup pintu kamar Christy lalu berjalan menuju kamarnya. Sesampainya di kamar, Shani mendudukan dirinya di sofa kamarnya itu. Shani menyuruh Gracia duduk disampingnya.
"Sini deketan, aku mau peluk.."Ucap Shani manja.
Badan Gracia pun mendekat kearah Shani, lalu ia memeluk kekasihnya itu.
"Aku lanjutin yang tadi boleh?"Ucap Shani dipelukan Gracia.
"Boleh sayang, aku dengerin.."Jawab Gracia.
"Menurut kamu aku ini jahat gak sih Ge?"Gracia mengerutkan keningnya karena mendengar pertanyaan Shani.
"Jahat? Kenapa bisa kamu nanya kayak gitu?"Tanya Gracia.
"Kamu tau kan, hubungan aku sama Chika gimana?"Pelukan Shani pada Gracia semakin mengerat.
Sekarang Gracia paham dengan pembahasan Shani, tapi mengapa tiba-tiba gadis itu membahas hal sensitif seperti ini? Apakah kekasihnya itu sudah bisa mengalahkan ego nya?
"Hufftt, kenapa sayang? Apakah kamu sudah bisa menerima Chika dan kalahin ego kamu?"Tanya Gracia dengan hati-hati.
"Aku gatau Ge, di satu sisi aku benci sama Chika tapi aku gak munafik kalo aku kangen sama manja nya dia, senyum nya dia.."Mata Shani mulai berkaca-kaca mengingat ia sudah lama sekali tidak melihat bagaimana bahagianya Adiknya itu.
"Aku sayang sama dia Ge, tapi rasa benci aku lebih besar ke dia.."Luruh lah airmata Shani yang ia tahan sedari tadi.
"Aku paham sayang, memang gak gampang untuk ada di posisi kamu sekarang.. Tapi, aku cuma mau bilangin kamu kalo apa yang kamu pikirin sekarang itu adalah bentuk dari nurani kamu, kamu sadar tapi kamu belum bisa melawan ego kamu.."Ungkap Gracia.
Gracia melepas pelukan itu lalu menghapus buliran airmata di kedua pipi Shani. Lalu ia menatap wajah sendu itu.
"Ego, kesadaran dan keputusan itu semua ada di diri kamu Shan.. Belajar untuk lebih dewasa dalam mengambil keputusan, selama ini kamu udah diperbudak sama ego kamu sendiri. Kamu tau? Chika adalah adik kamu, dan pastinya dia sayang banget sama kamu."Ucap Gracia yang membuat airmata Shani kembali luruh membasahi pipinya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Better (End)
Fiksi PenggemarCuma cerita Fiksi jadi jangan dianggap serius! "Aku ingin yang baik demi yang terbaik" Yssc Tmr "Baik belum tentu bisa menjadi yang terbaik" Zhr N K Kisah seorang gadis malang yang menginginkan hal terbaik menjadi penyempurna hidupnya. Tapi, jika...
