11

12 2 0
                                    

~~~~~~~~~~HAPPY READING~~~~~~~~~~

Saat pulang sekolah. Lenabil bersiap-siap untuk pulang.

"Guys, kalian balik bareng siapa?" Tanya Varel kepada Lenabil dan Arsya.

"Kalo gue sih sendiri. Soalnya gue disuruh sama nyokap buat beli sesuatu." Ucap Arsya.

"Kalo lu, Bil? lo pulang sama Louis gak?" Ucap Varel.

"Ngga tau tuh. Kayaknya engga deh." Ucap Lenabil.

Tiba-tiba Louis datang ke kelas Lenabil.

"Anter gue beli buku yu, Bil." Ucap Louis.

"Lah itu ada, Bil." Ucap Varel. "yaudah gue duluan aja dah. Mau ajak Tasya balik bareng." Varel pun bergegas pergi.

Eh, Bil, Louis. Gue duluan ya." Ucap Arysa lalu ia pergi.

"Yaudah ayo, Louis." Ucap Lenabil. Mereka pun pergi.

Saat diparkiran, Eric menghampiri Lenabil Dan Louis.

"Kak Louis. Ada waktu bentar gak?" Tanya Eric. Louis kebingungan.

"Gue tunggu ya di motor lo." ucap Lenabil lalu pergi ke motornya Louis.

Louis pun mengiyakan Eric.

"Kenapa, Ric?" Ucap Louis.

"ummmm,,,,, jadi gini, Kak. Sebenernya aku suka sama kaka. Maaaf kedengeran aneh. Tapi aku tulus kok kak." Ucap Eric yang membuat kaget Louis.

"Gimana ya bilangnya. Sebenernya aku udah punya pacar. Kamu juga tau kan, Ric." Ucap Louis.

"Gak papa aku jadi selingkuhan aja. Aku rela diapa-apain asal itu sama kaka." ucap Eric. Louis kebingungan.

"Aku gak ada niat buat berhianat. Maaf Ric." Ucap Louis lalu meninggalkan Eric.

Tiba-tiba Eric menangis histeris.
Lenabil kaget lalu menghampiri Eric.

"Ric, Lo kenapa?" ucap Lenabil.
"Aku gak mau ditolak." ucap Eric sambil nangis.

Lenabil menghela nafas dengan panjang. Louis menghampiri Lenabil dan Eric.

"Ric, gini ya. Gak semua yang lo harapin bisa lo milikin. Terus belum tentu yang lo harapin itu baik buat lo. Sekarang lo jangan sedih, masih ada diluaran sana yang lebih baik dari dia." Ucap Lenabil sambil mengusap pundak Eric untuk menenangkannya. Eric pun mulai tenang.

"Iya, Kak. Makasih ya." Ucap Eric lalu membersihkan air matanya.
"Kak Louis. Suatu saat kakak pasti suka sama aku." Eric pun langsung pergi.

Saat Eric pergi. Lenabil menahan tawa.

"Kamu kenapa, Yang?" Tanya Louis yang ikut ketawa kecil.

"Gak papa, Louis. Cuman ngakak aja." Ucap Lenabil sambil ketawa.  "ayo ah beli buku takut kesorean."

Lenabil dan Louis pun bergegas ke toko buku dengan motornya Louis.

~~~~~~~~~~~~~~~TBC~~~~~~~~~~~~~~~

Maap yaa baru bisa up sedikit, and mungkin kedepannya bakalan slow up soalnya aku sibuk di kampus, i'm sorry, tapi aku pastiin bakalan update kokk ^^

SALAM AUTHOR AND A~~

NIGHT BLOOMING CAREUSTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang