~~~~~~~~~~HAPPY READING~~~~~~~~~~
Keesokan hari nya di jam istirahat. Nabil, Arsya, dan Varel sedang makan Mie Ayam yang ada di kantin sekolah. Dari arah pintu kantin, Erik dan Tasya menghampiri mereka bertiga.
"Boleh gabung ngga kak?" ucap Erik.
"Oh boleh boleh." Ucap Varel sambil menyuruput mie ayamnya. Erik dan Tasya pun gabung.
Beberapa menit kemudian, Erlan dan Louis datang kekantin untuk membeli makanan. Seketika siswa-siswi didalam kantin menatap kearah mereka berdua dan menjadi buah bibir para siswa-siswi terutama siswi perempuan.
"Sepertinya Kita bakal ada saingan." Ucap Varel.
"Iya nih." Arsya menyetujui ucapan Varel.
"Udah ah jangan gitu. Gak baik." Ucap Lenabil.
Ditengah obrolan, tiba tiba ada seorang siswa menghampiri Lenabil.
"Bil, dipanggil Pak Dias ke Lab." ucap siswa tersebut.
"Oh oke. Thanks infonya. Gays gua ke lab IPA dulu ya." jawab Lenabil sembari pamitan ke temen-temen nya dan ia pun langsung pergi ke laboratorium IPA.
Lenabil pun sampai di Laboratorium IPA dan menghampiri Pak Dias.
"Eh, Bil. Erlan sama Zack belum datang?" tanya Pak Dias.
"Oh belum kayak nya, Pak. Soalnya gak bareng sama aku." Jawab Lenabil.
Tak lama kemudian, Erlan dan Zack tiba di Laboratorium IPA.
"Oh udah semuanya, ya. Jadi gini tadi ada telfon dari panitia olimpiade sains. Katanya olimpiade ini akan dibatalin karena kemarin katanya ada bencana gempa bumi dibogor yang memakan banyak korban dan bangunan disana pun pada roboh." Ucap Pak Dias dengan perasaan berat hati.
Lenabil, Erlan, dan Zack merasa kecewa. Tapi meraka tidak akan mempermasalahkan kan hal tersebut.
"Iya, Pak. Gak papa, demi kebaikan semua peserta dan panitia juga." Jawab Erlan.
"Iya, Erlan. yah cuma itu aja yang bapak sampaikan. Sekali lagi bapak minta maaf ya sekarang kalian boleh masuk kelas." Ucap Pak Dias.
Lenabil, Erlan, dan Zack kembali kekelas masing masing.
Karena kelas 11 IPA 1 dan kelas 11 IPA 2 bersampingan. Lenabil, Erlan, dan Zack memutuskan untuk berjalan bersama kekelas mereka masing-masing. Saat mereka berjalan dilorong sekolah, louis menghampiri mereka.
"Udah pada dilab?" Tanya Louis sambil mengikuti mereka.
"Udah. Olimpiade nya dibatalin kata Pak Dias gara-gara gempa kemaren itu lho yang pas malem." Jawab Zack dengan sedikit sedih.
"Oalah. Yaudah gak papa. Btw kelas kita jamkos sama gak ada tugas juga Kekantin yu!" ajak Louis.
"Boleh. Gassss." Ucap Erlan.
"Lo ikut gak, Bil?" Tanya Zack.
"Ummm..... engga deh kayaknya. Kita beda kelas lho. Mana ada tes lisan sekarang tuh." Ucap Lenabil.
"Oke deh. Kita duluan ya." Ucap Zack. Lalu mereka bertiga menuju kekantin meninggalkan Lenabil.
Bel pulang pun berbunyi. Lenabil dan Arsya menunggu di tribun sekolah untuk menunggu Varel yang sedang latihan Paskibra karena mereka bertiga berencana untuk nongkrong dicafe sepulang sekolah.
"Anjay si Varel. Beda kalo udah pake baju latihan. Berwibawa." Ujar Arsya.
"Liat aje nanti. Pasti balik lagi jadi playboy." ucap Lenabil sambil ketawa.
Saking fokusnya memerhatikan eskul Paskibra latihan. Mereka tidak sadar bahwa Louis ada disamping mereka.
"Serius amat nonton nya." Ucap Louis membuat Lenabil dan Arsya terkejut.
"Astaga.... lain kalo salam dulu. Ngagetin aje." Ujar Arsya.
"Iya, Louis. Eh btw kenapa lo disini? Gak pulang?" Tanya Lenabil.
"Gua gabut kalo dah dirumah. Jadi lebih lama disekolah lebih rame." Jawab Louis.
"Oh iya juga sih. Temen-temen lo kemana? Biasa nya kalian bertiga." Ucap Lenabil.
Ditengah perbincangan. Arsya memotong pembicaraan.
"Eh, Guys. Gua ke toilet dulu ya. Ada panggilan alam. Gua nitip tas gua ya." Arysa pun langsung pergi ketoilet.
"Astaga kirain apa hehehehe." Ujar Lenabil.
"Iya. Ada ada aja tuh anak. Si Erlan sama Zack lagi eskul ya?" Tanya Louis."Iya gitu? Yang gue tau eskul debat tuh hari kamis. Tapi gak tau juga sih." Ucap Lenabil.
"Eh, Bil. Gua boleh pinjem hp lu?" Tanya Louis."Lah. Buat apaan?" Lenabil bertanya balik.
"Ada deh." Ujar Louis.Tanpa berpikir panjang Nabil pun memberikan ponselnya ke Louis. Louis pun mengambilnya. Ternyata Louis menyimpan nomornya diponsel Lenabi.
"Nah udah gua simpan ya nomor lo." Ucap Louis.
"Yaelah kirain apaan. Padahal bilang aja nanti gue simpan." Ujar Lenabil.
Arsya pun menghampiri Lenabil dan Louis.
"Bil, ayo. Si Varel nyuruh kita nunggu dibasecamp nya. " ucap Arsya sambil membawa tas milik nya."Oh oke. Louis gue duluan ya." Pamit Nabil.
Arsya dan Lenabil pun meninggalkan Louis. Sedangkan Louis hanya tersenyum melihat nya.~~~~~~~~~~~~~~~TBC~~~~~~~~~~~~~~~
Thanks~~
Salam dari Author and "A"

KAMU SEDANG MEMBACA
NIGHT BLOOMING CAREUS
Teen Fiction#HOMOPHOBIC DI HARAP MENJAUH #BXB #BOYSLOVE #REVISI BERJALAN Kota Garut yang terkenal dengan kota yang tenang dan asri tiba tiba digemparkan dengan sebuah kecelakaan mobil, tapi aneh nya korban tersebut belum di temukan. Kira-kira korban tersebut a...