"Janji ya buat bareng terus? lo berdua udah gua anggap sebagai rumah untuk gua berpulang dan mengeluh, jangan sampai di dalam pertemenan ini hancur begitu saja"
start : 12 mei 2024
end :
Non baku ⚠️
Toxic berlebihan ⚠️
bantu vote dan komen ya reade...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
★
Kali ini, seorang lelaki yang menjadi bahan penghibur untuk teman-temannya pun tiba-tiba saja datang terlambat kesekolah hari ini, saat menuju ke sekolah, ia melajukan motornya dan hampir saja menabrak pengendara lain. Sesampainya di sekolah untungnya saja masih ada yang berlalu lalang, Jadi ia bisa selamat.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Jadi, mereka bertiga berada di satu atap sekolah yang sama, nama dari sekolahnya adalah SMA Mutiara 2. Karena dulunya orang tua mereka ber sekolah disana juga dan di kenal sangat dekat tetapi sekarang, ntahlah. malahan anak anaknya yang sekarang semakin dekat hubungan pertemanannya. Bahkan orang-orang banyak yang beranggapan kalau mereka mempunyai hubungan lebih.
Dan akhirnya pun pemuda ngebut tadi sampai di sekolah. Lalu berlari dengan sekencang mungkin yang ia bisa untuk segera masuk kedalam kelasnya, saat ia mulai memasuki kelas dan membuka pintu betapa terkejutnya Ino melihat meja tempat duduknya terdapat banyak surat di atas meja belajar miliknya
PUK!
"Biasa, fans lu" Ucap Ryan sembari menepuk pundak Ino yang masih terdiam diri didepan pintu kelas
"Masuk sini, orang-orang susah masuk kelas kalo lu masih di depan pintu gitu" Untungnya Ino menuruti ucapan Ryan dan mulai berjalan kearah tempat duduknya, ia segera membersihkan surat-surat itu tanpa di baca terlebih dahulu
"Kenapa ga lo baca dulu, No?" Tanya Micel penasaran
"Males" Mendengar itu Micel pun hanya mengangguk kecil dan kembali menghadap kedepan kelas dimana papan tulis untuk mereka belajar berada
"Ngantuk bener gua" Ino menyilangkan kedua tangannya lalu mulai membaringkan kepala di atas tangan yang ia silangkan tadi, lalu mulai memejamkan kedua mata, tapi siapa sangka ia betul-betul tertidur nyenyak.
Ryan yang menyadari kalau sang teman tertidur pun menggelengkan kepala, setelah itu barulah ia mendudukkan diri di samping Micel yang kebetulan kosong karena pemiliknya menderita sakit dan jadilah mereka berdua mengobrol juga sesekali mengecek Ino.