"Janji ya buat bareng terus? lo berdua udah gua anggap sebagai rumah untuk gua berpulang dan mengeluh, jangan sampai di dalam pertemenan ini hancur begitu saja"
start : 12 mei 2024
end :
Non baku ⚠️
Toxic berlebihan ⚠️
bantu vote dan komen ya reade...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
• • •
Matahari sudah menampakkan sinarnya tetapi semua orang yang berada di dalam rumah itu tak kunjung bangun kecuali Micel, rajin amat neng
Jadi ceritanya hari senin itu tanggal merah, mereka bertiga juga ada niatan buat jalan jalan ke suatu tempat jadi harus bangun pagi
"Haaahh, udah pagi aja nih dunia" Ucap Micel dan berjalan kearah kamar mandi, tidak lupa juga untuk mengunci pintunya agar tak di buka oleh seseorang
Setelah selesai mandi dan memakai baju, Micel berjalan kearah dapur dan memasakkan sesuatu buat mereka bertiga sarapan sebelum kedua laki laki itu bangkit dari mimpinya
Saat sedang asik memotong sayuran tiba tiba saja Micel di kagetkan dengan salah satu teman pemilik rumah itu
"Anjir kaget gua"
"Lah ngapa kaget" Tanya Ryan dengan suara khas bangun tidur dan berjalan menuju kamar mandi yang terletak di dapur itu juga
"Ino belum bangun?""
"Belum, siram aja nanti pake air anget"
"Heh anjing, mati anak orang"
"Hahaha canda" Ryan pun masuk kedalam kamar mandinya dan tak lupa mengunci pintu itu tersebut agar tidak ada yang membuka
Setelah selesai mandi Ryan memakaikan baju kaos putih dan celana pendek dan menghampiri Micel yang ada di dapur katanya sih mau bantu bantu tapi malah cuma duduk
"Dari pada jadi beban di dapur mending bangunin Ino dah"
"Oke" Ia pun berjalan kembali kearah kamar dirinya dan Ino untuk membangunkan orang yang tadi malam ketakutan
"No bangun dah malam"
"Ino, bangun woy"
Bruk!
Ya, Ryan meloncat dan menindihi tubuh Ino lantas saja Ino terbangun dari tidurnya karena merasakan sakit serta berat di atas badannya
"Akhh anjing berat bener, Ryan!!" Teriak Ino sehabis melihat siapa gerangan yang ada di atas tubuhnya dan dengan santai si pemilik rumah itu hanya menyengir lebar
Karena kasihan, Ryan pun turun dan kembali berjalan kearah dapur sebelum keluar dari kamar ia menyempatkan diri dulu untuk menyuruh Ino bangun dan mandi setelah itu sarapan. Perhatian sekali bapak itu
Ino mengangguk dan duduk di atas kasur terlebih dahulu tetapi rekaman saat dirinya ketakutan hebat malam tadi terputar kembali di dalam pikirannya tapi bodo amat dah yang penting udah pagi
Ia dengan cepat melompat keluar kamar dan pergi kedalam kamar mandi tanpa melihat kearah teman temannya yang ada di dapur itu
"Wangi banget Cel masakkan lo" Puji Ryan karena masakan Micel sungguh harum