"Janji ya buat bareng terus? lo berdua udah gua anggap sebagai rumah untuk gua berpulang dan mengeluh, jangan sampai di dalam pertemenan ini hancur begitu saja"
start : 12 mei 2024
end :
Non baku ⚠️
Toxic berlebihan ⚠️
bantu vote dan komen ya reade...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
• • •
Sesuai permintaan Micel malam tadi dan juga di karenakan Ino lagi libur kerja, jadilah dia memanggil beberapa tukang untuk membuatkan rumah satu lagi untuk ART serta Satpam sekaligus
"Bapak, semangat ya kerjanya!" Teriak Ino membuat seisi rumah tertawa termasuk pembantu dan satpam disana
Dan tiba tiba saja salah satu tukang mengajaknya ngobrol sembari menonton gotong royong itu
"Berapa lama tinggal disini dek?"
"Udah hampir dua tahunan dah bang, gara gara di usir saya tuh" Jawab Ino sambil acting menangis
"Astaga, terima takdir aja ya de" Ino pun mengangguk kecil dan lanjut menonton sembari membantu juga dikit dikit
Tak terasa hari sudah hampir sore, karena Ino merasa lapar jadilah ia menghampiri mbak Ida yang pas banget lagi menonton juga bersama mbak Yani
"Mbak Idaaa" Teriak Ino
"Kenapa nak?" Tanya mbak Ida sembari membetulkan rambut milik Ino yang berantakkan
"Bikinin mie dong" Mbak Ida itu pun mengangguk lalu langsung masuk kedalam rumah di iringi oleh Ino
Ia pun duduk di ruang TV untuk menonton kartun kesukaannya sembari menunggu mie nya jadi
"Ini ya nak mie nya, mbak mau kedepan lagi nemenin mbak Yani, kalau ada apa apa panggil mbak ya " Ino pun mengangguk tapi ia juga sempat bingung, masalahnya kan Ryan sudah menambahkan dua lagi ART pasti mbak Yani ada teman tapi pikiran itu ia tepis dan kembali menikmati mie nya
Saat sedang menikmati memakan mie nya tiba tiba saja ia di kagetkan dengan kedatangan Ryan yang kelihatannya sangat loyo
"Kenapa lu? Mau mie?" Tanya Ino, dan saat Ino menyendokkan mienya kearah Ryan tiba tiba saja Ino kaget saat temannya itu menganga dengan sangat lebar
"Dih anjir, loyo kurang mie ini mah" Ryan pun terkekeh dan menyandarkan kepalanya di pundak milik Ino yang masih menikmati mie nya
"Lu ga nanya apa gua pulang cepet kenapa?" Ino pun menoleh kearah asal suara dan mengerutkan kedua keningnya
"Kenapa?"
"Ga enak badan gua"
"Hilih, terus siapa yang jemput Micel?"
"Ya lo lah"
"Males"
"Ga boleh males ya njir" Ino pun cuma ber cih cih ria, lalu meninggalkan pria loyo itu sendirian
"Inoo!!" Teriak Ryan
"Apa njing?"
"Micel minta di jemput jam empat sore"
"Iye ah"
~~~
Sesuai yang Ryan bilang tadi, Micel minta di jemput jam empat sore dan sekarang Ino sendirian pergi untuk menjemput temannya itu, saat sudah sampai di tempatnya. Ino masuk kedalam saat masuk ia melihat Micel yang sedang berfoto bersama temannya