The Deep. 03

2.6K 133 7
                                        

⌯ •─‌•─‌• ⌯ •─‌•─‌• ⌯ •─‌•─‌• ⌯ •─‌•─‌• ⌯ •─‌•─‌• ⌯
.

.

.

Kling~

suara lonceng dari pintu toko, pelanggan sudah bertandatangan pagi itu untuk mencicipi kue buatan taehyung.

taehyung telah bekerja di sana hampir 5 bulan, dia juga menjadi seorang yang pandai membuat kue lezat, toko itu ramai di datangi pelanggan, sampai kadang taehyung kewalahan sangking banyaknya pelanggan.

"taehyungie. tolong cepat, pelanggan sudah banyak mengantri" ucap wanita pemilik toko kue.

"tunggu sebentar Noona" sahut taehyung dari dalam yang tengah membawakan kue baru, dan masih hangat tentunya.

Trak

taehyung meletakkan nampan yang berisikan kue itu di atas etalase, kue itu langsung di Serbu oleh para pelanggan. nampak senyum ramah dan adem pada wajah mereka saat melayani pelanggan.

toko nya memang ramai, tapi tidak seramai pasar ya.

.

.

.

senja telah tiba. kue yang mereka jual laris abis apalagi yang jual juga manis, sudah pasti kue nya laku, kalau bisa bungkus taehyung juga untuk di bawa pulang.

"terimakasih taehyungie, karena sudah mau membantu Noona"

"tidak apa Noona, Tae senang bisa membantu pekerjaan Noona" jawab taehyung sambil tersenyum.

walaupun Irene pemilik toko kue, tapi ia tidak sombong dan sangat baik kepada taehyung. Irene sudah menganggap taehyung sebagai teman sekaligus adik nya.

tapi Irene harus tetap menjaga batasan dengan taehyung, karena Adeknya sangat garang, jeongguk. sering kali ia melontarkan tatapan elang nya pada Irene jika dia terlalu dekat dengan taehyung.

kling~

bel kembali berbunyi, namun kali ini bukan pelanggan yang datang. karena toko kue akan tutup, ya iyalah tutup kue nya juga habis, apa yang mau di jual? taehyung?

"taehyungie Hyung"

taehyung tertegun sejenak, suara berat itu memanggil nama nya tepat di belakang tubuh taehyung.

"jeongguk-ah?" ucap taehyung sambil membalikkan tubuhnya.

alangkah terkejutnya taehyung ketika melihat Bercak darah pada wajah dan baju adiknya, ia juga melihat lengan jeongguk yang di ikat dengan kain untuk menghentikan pendarahan nya.

Irene ada di sana, namun ia juga tidak bisa berbuat banyak, karena demi apapun Irene takut pada jeongguk yang terlihat seperti sikopat di matanya.

"astaga jeonggukie!, ada apa dengan wajah mu? apa kau berkelahi lagi? bagian mana yang luka?" ucao taehyung sambil merangkul pipi Jeongguk dan memegang pundak nya.

"Hyung. aku baik-baik saja, mari kita pulang." jeongguk menarik pergelangan tangan taehyung dengan lembut.

"gukie, bagaimana kalau kita pergi ke dokter untuk mengobati luka mu? Hyung khawatir jika kamu akan kehabisan darah" taehyung menatap jeongguk khawatir. sungguh ia takut adiknya akan pingsan, jika jeongguk pingsan dia tidak akan mampu mengangkat tubuh Jeongguk.

ah tapi bukan itu yang paling utama, dia takut adiknya kehabisan darah juga.

"aku sudah memiliki dokter pribadi, right? untuk apa pergi ke dokter lain." kata jeongguk sambil membuka pintu mobil nya, ia tersenyum manis di depan Hyung nya agar taehyung tidak panik.

taehyung sudah tidak aneh lagi dengan keadaan jeongguk yang sekarang, sering kali jeongguk pulang dengan kondisi seperti ini, tapi taehyung tidak memiliki keberanian untuk bertanya pada adiknya itu.

yah tetap saja dia khawatir, sekuat apapun jeongguk, dia juga manusia kan?

.

.

.

singkatnya. mereka sudah berada di dalam rumah sekarang, dengan taehyung yang tengah mengobati tangan adik nya dengan penuh ke hati-hatian.

"apa ini sakit? katakan jika itu sakit, Hyung akan mencoba membersihkan nya pelan-pelan" ucap taehyung sambil mengusap darah di sekitar luka.

"ahh! Hyung, sakit sekali" rintih jeongguk dengan ekspresi kesakitan.

"ah maafkan aku, apa ini sangat sakit hum? kalau begitu Hyung akan telfon dokter"

yah, taehyung ternyata tidak bisa di ajak bercanda. ekspresi jeongguk yang semula kesakitan kini berubah menjadi datar.

dia sedikit gemas dengan Hyung nya jika sedang khawatir, seperti anak kecil yang melihat kecoa terbang. Jeongguk berinisiatif untuk menjahili Hyung nya, tapi Hyung nya terlalu serius untuk hal ini.

"halo dok, saya-"

belum sempat taehyung berbicara, jeongguk merebut ponsel yang tengah taehyung genggam.

"saya salah sambung dok, maaf."

Tutt..

jeongguk mematikan telfon nya dan menaruh ponsel di atas meja.

"jeonggukie!"

"aku baik-baik saja Hyung. aku ini sudah besar, jangan berlebihan seperti itu, hm?" ucap Jeongguk sambil menarik Hyung nya untuk duduk di atas pangkuan nya.

"tapi, tadi kau bilang itu sakit. kau membohongi Hyung?!" oceh taehyung yang tengah kesal dengan kelakuan adiknya.

"aku tidak bohong Hyung, itu memang sakit, tapi aku tidak ingin dokter yang menyembuhkan nya"

"ini sesuatu yang harus Hyung lakukan" bisik jeongguk tepat di depan telinga taehyung.

taehyung Sedikit merinding, kemudian ia bertanya kepada adiknya.

"se-sesuatu? apa itu?"

"ini, coba gunakan ini"

"...."

jeongguk menujuk bibir taehyung. wah benar-benar adik yang pintar, maksudnya adik yang licik, ah tapi author suka 😋.

"gukie!" bentak taehyung yang langsung bangun dari paha adiknya.

"apa kau mau Hyung menghisap darah mu, huh?!"

astaga, jeongguk kira Hyung nya mengerti, tapi sepertinya taehyung terlalu lugu untuk di pintai hal semacam ini.

ah, mana mungkin jeongguk tahan dengan kegemasan Hyung nya ini. jeongguk tidak tahan, ingin sekali rasanya ia melahap utuh" Hyung nya saat itu juga.

"bukan itu yang ku maksud Hyung" ucap Jeongguk yang masih berusaha menahan untuk tidak melahap Hyung nya.

"lalu??" ucap taehyung sambil menatap bingung ke arah jeongguk.

jeongguk tersenyum tipis mendengar pertanyaan Hyung nya, ia kemudian menarik kembali taehyung kedalam pangkuan nya.

"apa kau ingin tahu yang ku maksud?" tanya Jeongguk sambil menatap Hyung nya.

taehyung mengangguk, lalu kemudian..

cup~

"...."







tbc, ahhaahahahahah

tbc, ahhaahahahahah

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
In The Deep ( kookv )Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang