⌯ •─•─• ⌯ •─•─• ⌯ •─•─• ⌯ •─•─• ⌯ •─•─• ⌯
.
.
.
.
taehyung terdiam kaku memperhatikan jungkook. ntah apa yang ada di fikirkan bajingan ini, tapi taehyung benar-benar tak menduga jika jungkook mau menjilati darah di kaki nya yang luka.
"hmm.. ingat Tae, siapa yang merawat dan menemani mu selama kau sakit, kau masih mengharapkan Jeongguk? dia bahkan tidak ada bersama mu sekarang" ujar jungkook.
jungkook menaikkan kaki taehyung pada pundak nya, ia merangkak mendekati taehyung yang masih terkekang gesper. perlahan jari panjang jungkook mengelus pipi serta mengusap bibir basah taehyung.
"kau sadar? Jeongguk lebih memilih pekerjaan nya daripada harus mengurus mu yang sakit, apa kau yakin dia mencintai mu?" jungkook terus mengintimidasi taehyung.
tak ada jawaban dari taehyung namun raut wajahnya terlihat kebingungan, jungkook tersenyum setelah mengetahui mangsa nya mulai termakan hasutan.
"bagaimana jika pria sialan itu hanya menginginkan tubuh mu? mana yang lebih baik pretty Tae.. aku selalu ada dan membantu mu selama 1 bulan ini, apa kau yakin ingin kembali dengan Jeongguk?" tangan nya turun mengusap leher dan dada taehyung.
taehyung hanya mampu menggeliat akan setiap sentuhan jungkook, karena sekarang ia sudah terangsang dengan feromon yang jungkook keluarkan, nafas nya menderu, mata berkaca-kaca, pipi merah merona, dan tubuh nya pun berkeringat. tak dapat di pungkiri kalau taehyung akan menerima setiap sentuhan jungkook berikutnya.
"aku yang mencintaimu taehyungie.. akulah yang membuat mu bebas dari rumah menjijikkan itu, kau ingat? ya kau ingat"
"a-akh! haghh. ti-tidak, tidak.." tiba-tiba jungkook memasukkan miliknya tanpa aba-aba.
"hmhh.. sshh.. kau nikmat, jadi bagaimana menurutmu? apa dia juga pernah membantu mu di bawah sini?" jungkook kembali melontarkan kalimat-kalimat maut nya.
taehyung tak mau menjawab, terlalu banyak pertanyaan yang jungkook berikan, taehyung tak tau harus menjawab apa, karena pada kenyataannya apa yang ia katakan ada benarnya, Jeongguk tak ada saat ia sakit maupun ke susahan.
bahkan masalah terbesar nya, saat ia terjebak di rumah bordil milik Seojun, jangankan menampakkan wajahnya, Jeongguk juga tak mengirimkan seseorang untuk membantu taehyung keluar.
"then, kembali lah bersamaku taehyung. aku akan membuat mu bahagia dan melindungi mu" bujuk jungkook.
"tidak, kau bohong- ahh!" taehyung mendongakkan kepalanya saat rudal itu mulai bergerak.
"aku tak mengizinkan mu untuk menolak taehyung, apa kau lupa posisi mu sekarang? karena penolakan mu, kau berada di situasi ini taehyung" jungkook terus menggerakkan pinggang nya tanpa jeda.
"hmhh, ahh Jang.. nganh eukh" lenguh taehyung yang sudah terkulai lemas.
jungkook tak menggubris, ia terus melancarkan aksinya, meraba dan menciumi tubuh taehyung, meninggalkan banyak seni, tak se inci pun ia lewatkan, jungkook benar" menikmati permainan nya.
"setan kecil itu juga tak becus menjaga mu taehyung, untuk apa kau berharap padanya hm?" jungkook masih dengan pendirian nya.
mungkin kini taehyung juga merasa keenakan, tapi mulutnya terlalu berat untuk berkata enak. otak nya kembali di Bebani pertanyaan jungkook, tidak. itu bukan pertanyaan, tapi itu kenyataannya.
KAMU SEDANG MEMBACA
In The Deep ( kookv )
Randomhi, aku author pemula yang tertarik dengan wp, jadi coba" bikin cerita dan semoga kalian suka. 𝐃𝐎 𝐍𝐎𝐓 𝐈𝐍𝐓𝐄𝐑𝐀𝐂𝐓‼️ 𝐈f u are homophobic, LGBTQ + phobic, racist, NSFW, toxic phobic, please DNI! because i dont give a fuck, so please get out...
