Bila direnungkan kembali
perkataanmu malam itu begitu menyakitkan
Sementara aku hanya berniat mengusir rasa lelahku
dengan bersenda gurau denganmu
naasnya justru aku yang mendapatkan boomerang darimu
mati-matian aku untuk tidak memperlihatkan sisi lemahku malam itu
mati-matian aku menahan sesak yang kian menggerogoti jiwaku
aku tahu ini konsekuensi yang harus kuterima
namun aku masih mengharapkan kata itu kudengar nanti saja
atau bila mungkin perkataan itu tak perlu terucap
KAMU SEDANG MEMBACA
Gurat Pena
Non-Fictionkamu adalah pemilik suara dan hati yang begitu sulit untuk ku gapai... bukan tokoh utama dalam alur kehidupanku, tapi akan kujadikan dirimu tokoh utama dalam Sastra ciptaanku...
