Kami telah memperbarui Pedoman Konten kami.
Tinjau pedoman terbaru untuk terus berbagi cerita dengan aman.

04

776 59 0
                                        

~•°•°•~

Happy reading




.....

"Ra" panggil Chika, sontak membuat ara menoleh padanya

"Iya, kenapa chik" balasnya lembut sangat lembut bahkan terdengar sangat memanjakan

Ini kali pertama Chika memanggilnya duluan, benar-benar ada kemajuan walaupun cuma 0,01% tapi it's okey daripada 0,00% setidaknya itu membangkitkan semangatnya lagi untuk mendapatkan Chika.

"Lo secinta itu ya sama gue?" Tanyanya, sontak membuat ara melototkan matanya, apa-apaan Chika ini kenapa dia ingin membahasnya, apa dia tak tau seberapa effortnya ara untuk mendapatkan hatinya?tumben sekali.

"Jelaslah, buktinya aku bakal lewatin lembah nyebrangin sungai buat dapat hati kamu" ucapnya lantas Chika menatap kearahnya

"Emang iya?" tanyanya, sepertinya dia ingin menguji ara disini

Baiklah, dia akan membuktikannya

"Ga percaya emang,hm?" Tanya ara mendekatkan wajahnya

Chika yang mendapat perlakuan itu dari ara sontak diam membeku di tempat.
Ara benar-benar membuat dirinya tak bisa berkutik.

"I-iya gue percaya" ucap Chika gelagapan, Ara sangat bisa membuat jantungnya tak aman benar-benar cepat

"Pff,hahha muka kamu merah banget chik haha" ya Ara hanya berniat mengerjai Chika tak bermaksud lebih, kalo lebih buktinya dia khilaf, Begitu pikirnya.

"Iss, Lo apa-apaan sih Ra, suka banget buat orang kaget nyebelin banget" ucap Chika ketus sambil menutup mukanya yang memerah bak kepiting rebut dengan kedua tangannya.

Ara bukannya takut malah dia lanjut menggodanya

"Cie ciee mukanya merah tuh, salting yaa" ucapnya

"Udah Ra, nyebelin banget sihh" ya dia menjawabnya ketus tapi itu tak membuat ara berhenti malah makin menjadi-jadi

"Ciee merah mukanya, tak cium beneran ya" ucapnya, membuat Chika membuka kedua tangannya dari wajahnya untuk melayangkan pukulan ke ara, tapi sepertinya terlambat Ara sudah mencium keningnya sesaat setelah dia membuka matanya.

Ara benar-benar berani ternyata.

"Eh, s-sorry chik gue ga bermaksud" ucapnya gelagapan, tadi itu dia reflek benar-benar reflek.

Sepertinya usahanya untuk mendapatkan hati Chika akan mendapatkan halangan karena kecerobohannya sendiri.

Chika benar-benar kaget, ia tak bisa mengucapkan sepatah katapun saat ara mencium keningnya, matanya melotot jantungnya berdebar kencang bahkan keringat dingin sudah mengucur jelas di dahinya itu. Apa-apaan yang Ara lakukan itu, apa dia tak tau bahwa Chika hampir pingsan karena kelakuannya.

Mungkin baginya sudah biasa, tapi untuk Chika itu adalah pertama kalinya dia dicium oleh orang selain orang tuanya.

Benar-benar Ara ini

"C-chik ka-kamu marah? Maaf maaf aku reflek tadi, aku ga b-bermaksud, sumpah" ucapnya gelagapan, dia ingin sekali menghilang dari muka bumi ini. Benar-benar ceroboh, semoga saja Chika tak akan menjauhinya.

"I-iya g-gue permisi dulu" ucapnya langsung pergi meninggalkan Ara yang masih merutuki kebodohannya

"Aduhh raa, lu kenapa bego banget sih, gimana kalo chikanya ga suka, yang ada Lo malah susah deketin dia, aduhh tolol bngt sihh aduhh" ucapnya merutuki kebodohannya, setelah itu dia berlalu pergi meninggalkan taman tersebut membawa perasaan bersalahnya.

I'm expecting you [BELUM DI REVISI]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang