Kami telah memperbarui Pedoman Konten kami.
Tinjau pedoman terbaru untuk terus berbagi cerita dengan aman.

42

440 45 6
                                        


~•°•°•~

Happy reading

...

Setelah pelajaran selesai,
Ara mengemasi bukunya dengan perlahan.

Pikirannya masih terjebak diantara rasa bersalah pada fiony

saat dia hendak keluar dari kelas, Olla dan yang lainnya menyusul di belakangnya.

"Lo kemana, Ra?" Tanya Olla santai tanpa merasa canggung merangkul

"Ke perpus" jawab Ara

Olla mengangguk "gue nggak ikut ke perpus deh, Ra. Mau ngisi perut dulu," kata Olla sambil menunjuk kantin

Ara menoleh sebentar, lalu mengangguk "yaudah, terserah lu."

Zee dn Adel yang ada didekat mereka ikut berhenti dn memutuskan untuk bersama Olla

"Iya, kita mending makan dulu deh, Ra. Lo ke perpus sendiri aja, ntar kita beliin Lo juga" ujar Zee sambil tersenyum.

Tanpa banyak protes, Ara melanjutkan langkahnya.

Dirinya membutuhkan tempat yang tenang untuk meredakan semuanya

dan perpustakaan mungkin bisa jadi pilihan terbaiknya.

Skipp~

Ara melangkah masuk ke perpustakaan yang sepi. Suasana tenang dn hening langsung menyambutnya, sedikit melegakan pikiran yang sejak tadi penuh.

Dia berjalan diantara rak rak buku di sudut ruangan, mencoba mencari tempat yang jauh dari pandangan orang lain.

Setelah menemukan meja kosong di pojokan, Ara duduk dn membuka buku yang dia ambil secara acak.

Namun, meskipun matanya tertuju pada halaman buku, pikirannya tetap melayang ke kejadian tadi.

Ia mencoba mengalihkan fokus dengan membaca beberapa halaman buku, namun sekeras apapun dirinya mencoba, pikirannya tetap tidak bisa di alihkan.

Setiap kali dirinya mencoba tenang, pikiran tentang fiony kembali muncul.
Dirinya menghela napas panjang, dengan nafas yang terdengar kelelahan.

Beberapa menit berlalu dalam diam. Perpustakaan tetap sunyi, hanya terdengar sesekali langkah kaki dari penjaga yang berkeliling.

Ara kembali menatap buku di hadapannya, tetapi kali ini dia tahu, tidak akan ada hal yang benar benar bisa mengalihkan pikirannya.

Ia meraih ponsel, membuka layar, tetapi tidak ada pesan disana. Tidak dari Fiony, tidak dari sahabatnya, atau dari siapapun. Hanya ada dia dan pikirannya sendiri di ruangan ini.

Ara merasa hampa, padahal kesunyian adalah teman akrabnya.

Tanpa sadar, Ara mengusap wajahnya, mencoba menyingkirkan rasa lelah yang semalam menumpuk.

Ketika ia menoleh keluar jendela perpustakaan, dirinya melihat Olla, Zee dn Adel tertawa santai. Ada rasa iri melihat mereka begitu bebas dari masalah yang dia hadapi.

I'm expecting you [BELUM DI REVISI]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang