~•°•°•~
Happy reading
....
"eh Ra, tumben cepet datengnya, kenapa lagi?" Ya dia tau bahwa jika Ara merasa ingin melampiaskan emosinya, dia akan datang kemari untuk menuntaskannya.
"Lo bisa atur jadwal gue ga mir? Gue mau balapan sekarang" titahnya pada Mira temannya di arena balap itu yang juga termasuk teman dekatnya bahkan dia tau kenapa Ara seperti ini tanpa menanyakannya. Dia tau orang yang Ara sukai, bahkan dia bisa melihat seberapa hancurnya Ara saat lagi lagi dia mendapat penolakan dari pujaan hatinya itu Chika.
"Gue tau Lo lagi ga baik-baik aja, gue juga ga bermaksud buat larang Lo balapan tapi dengan kondisi Lo yang sekarang itu yang buat gue khawatir Ra, gue takut, takut sama kejadian beberapa hari lalu, gue takut itu terulang lagi" ucap Mira panjang lebar, ia khawatir, khawatir saat sahabatnya ingin bertanding lagi dalam keadaan yang sama 'emosi'.
Baiklah, sepertinya dia harus meyakini temannya ini
"Mir, gue gapapa, Lo ga usah khawatir, gue Dateng cuma buat balapan bener-bener pure balapan doang kok" ucapnya meyakini temannya itu, walaupun dia yakin temannya yang satu ini tidak akan percaya semudah itu.
"Huhh, gue gabisa ngelarang Lo, tapi kalo ada apa-apa gue ga janji ga ngegebukin Lo" ucapnya mengancam, tapi mau bagaimana lagi Ara ini walaupun dilarang dia pasti akan melanggarnya sekalipun itu adalah orang tuanya.
"Nah gini kan enak" ucap Ara lega saat mendapati persetujuan dari Mira
"Udah buruan, lu siap-siap dulu 10menit lagi Lo bakal mulai, Lo tunggu disini aja dulu gue mau ngecek mesin mobil Lo sekalian panggil asisten Lo buat nyiapin baju dulu" ucapnya berlalu pergi meninggalkan Ara di tempat duduknya tadi.
Beberapa menit berlalu
Sepertinya dia benar-benar tidak bisa berhenti memikirkan Chika, gadis yang berhasil mencuri semua perhatiannya bahkan ia menolak cowo maupun cewe yang setiap hari berdatangan ingin menjadi kekasihnya.
Bukankah Chika sangat beruntung, dicintai dengan sangat tulus oleh orang sesempurna Ara ini??
Ya, sekali lagi kita tidak bisa memaksa perasaan kita bukan?
"Chik, aku sayang sama kamu, aku cinta, bahkan aku rela ga nerima orang baru cuma buat dapetin hati kamu chik" ucapnya membatin, menahan sesak yang semakin hari semakin menyakitkan.
"Apa aku rebut kamu dari si Badrun aja ya? Masa iya aku harus pake cara kotor kyk gitu chik?" Ucapnya, menertawai nasibnya yang entah kenapa malah jatuh hati pada seseorang yang bahkan sudah memiliki kekasih, bahkan terlihat sangat romantis.
"Huh"
"Aku akan berjuang lebih keras lagi, kalaupun kamu masih gabisa jadi milik aku, terpaksa aku harus ngerelain kamu sama pilihan kamu" ucapnya
Sepertinya kemarin-kemarin dia masih kurang effort untuk mendekati Chika, maka dari itu dia akan secara terang-terangan mendekatinya biarpun ada pacarnya itu, masa bodoh.
Baiklah dia akan berjuang dari awal lagi
Beberapa menit kemudian, dia sudah mengganti bajunya dengan baju balapnya yang terlihat sangat cool.
Bahkan saat dia berjalan, semua mata baik cewe maupun cowok tak lepas darinya. Apalagi saat dia menyisir rambutnya kebelakang menggunakan jari jarinya. Sangat sexsi
Ara mengabaikan tatapan orang orang kepadanya, tujuannya hanya ingin menyelesaikan kesesakan yang ada dalam hatinya.
"Oke Ra, gue percaya sama Lo, tunjukkin kalo Lo bisa bahkan lebih unggul dari lawan Lo" ucap Mira menyemangati dirinya, dia tau kalau Ara tak akan pernah terkalahkan. Sejak awal dia bahkan bisa melawan orang-orang dewasa yang bahkan pernah bertanding internasional.
KAMU SEDANG MEMBACA
I'm expecting you [BELUM DI REVISI]
Fanfictionsuka cerita ini? support penulis via DANA link di bio profil "Pada akhirnya kita kembali pada dunia kita sendiri, saling berpindah kelain hati, saling mencoba jatuh cinta kembali, tapi bedanya kamu berhasil dan aku gagal mencintai orang lagi." Kont...
![I'm expecting you [BELUM DI REVISI]](https://img.wattpad.com/cover/369385578-64-k989689.jpg)