31

473 27 0
                                        

~•°•°•~

Happy reading

....



Pagi hari seperti biasanya, gracia akan datang untuk membangunkan anaknya

"Kak bangun, kamu ga sekolah hm" ucap bunda lembut tapi sepertinya itu tak mempan

Huhh
Hembusan napas kasar keluar dari mulutnya dengan kedua tangannya di pinggang serta memejamkan matanya sejenak. Sepertinya ia harus kembali seperti biasanya

"Kakk bangunn, cepet, udah jam sembilan loh inii, bangunn" ucap gracia teriak membuka gorden dengan sengaja menggerakkan benda yang menghasilkan suara yang berisik seperti kertas. Ia sengaja agar Ara terusik, tapi sepertinya itu tak mempan juga.

Gracia mendekatkan diri ingin menarik selimut Ara kebawah namun saat dirinya bersiap menarik ia memperhatikan wajah Ara yang banyak mengeluarkan keringat.

Padahal pake AC tapi kok keringat gini sih, pikirnya.

Ia pun menyeka keringat di kening ara, namun saat tangannya bersentuhan dengan kening Ara, itu membuat ia kaget.

"Kok panas" ucapnya lalu menyentuh kembali dn ya Ara demam

Gracia bergegas keluar dn kembali membawa wadah dengan air dn kompresan. Ia dengan telaten mengompres sang anak, bahkan ia bisa melihat tubuh Ara yang menggigil. Ia menarik selimut keatas untuk menutupi seluruh tubuh Ara "kenapa sampe demam gini sih kak" ucapnya

"Enghh" lenguh Ara perlahan membuka matanya. 

"Sstt, udah tidur lagi ya" ucap gracia kembali mengompres

Samar samar ia melihat sang bunda yang telaten mengompresnya. Ia tersenyum dengan bibir yang pucat. Walau begitu, itu tak melunturkan wajah rupawannya.

"Bunda" ucap Ara dengan suaranya yang lemah

"Iya kenapa sayang" jawab gracia

"Sekarang jam berapa" tanya Ara

"Jam delapan lebih" jawab gracia

"Kok ga bangunin Ara sih bund-, shh" ucap Ara meringis diakhir kalimatnya

"Udah udah, kamu baring lagi aja, gausah sekolah, badan kamu panas banget ini" ucap bunda

Ara kembali berbaring, jujur kepalanya juga nyut nyut.

"Udah kamu istirahat aja, bunda mau ijinin kamu dulu" ucap gracia mengusap kepala Ara lembut

Ara mengangguk lemah dengan mata terpejam namun masih mendengar ucapan sang bunda tercintanya

Gracia tersenyum dn menunduk mencium kening sang anak "cepet sembuh ya sayang, bunda tinggal dulu" ucapnya dn berlalu pergi.

Ceklekk
Bunyi pintu tertutup

15 menit kemudian

Ceklekk
Bunyi pintu terbuka

Gracia menghampiri Ara dengan membawa nampan ber isi kan bubur, segelas air dn juga beberapa obat.

Ia menaruh nampan itu di atas nakas sebelah ranjang Ara dn mendudukkan dirinya di samping kasur Ara.

"Kak" ucapnya sembari mengelus kepala Ara

"Eunghh"

"Bangun dulu sayang, kamu harus makan trus minum obat biar cepet sembuh" ucapnya lembut

Ara menggeleng dengan kedua matanya yang terpejam

"Jangan gitu, nanti kamu makin lama loh sembuhnya" ucap sang bunda memberi pengertian

I'm expecting you [BELUM DI REVISI]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang