~•°•°•~
Happy reading
....
Keesokan harinya, sinar matahari yang hangat masuk melalui celah tirai kamar milik si gadis jangkuh itu. Membangunkannya dari tidur yang tidak nyenyak.
Hujan sudah reda dini hari, meninggalkan suasana pagi yang sejuk, namun tidak sepenuhnya menenangkan hati Ara. Dia merasa berat. Pikirannya masih di bebani oleh pertemuannya dengan Chika kemarin dn pesan yang di terimanya semalam.
Ara bangkit perlahan, tubuhnya terasa kaku. Dia melirik ponsel yang masih tergeletak di samping tempat tidurnya. Pesan dari Chika belum ia balas. Ara menggelengkan kepalanya berusaha mengabaikan pesan itu.
Setelah menarik napas panjang, Ara bersiap untuk pergi ke sekolah.
Pikirannya melayang pada apa yang mungkin akan terjadi hari ini — apakah dia akan bertemu dengan Chika lagi? Tapi jika iya, sepertinya dirinya butuh ruang untuk itu. Mungkin Chika hanya ingin memperjelas hubungan mereka sekarang, dn jika benar, dirinya belum siap untuk itu. Ia perlu mengistirahatkan hatinya dari semua yang terjadi.
Jalan satu satunya untuk menyelamati hatinya adalah menghindar, menjauhkan dirinya dari sumber luka atas hatinya, ya, lebih baik begitu.
*****
.
.
.
Ara berjalan keluar rumah dengan ransel di punggung. Udara pagi yang sejuk sedikit mengurangi beban di kepalanya
"Huhh..."
"Ayo, mulai dari awal lagi" ucapnya menyemangati diri. Setelahnya berjalan kearah garasi miliknya. Hari ini ia akan membaca mobil, mengingat cuaca yang tidak bersahabat.
Sesampainya di sekolah, dirinya langsung memarkirkan mobilnya di area khusus roda empat.
Saat berjalan masuk ke dalam sekolah, Ara merasa jantungnya kembali berulah.
Di pikirannya, bayangan pertemuan dengan Chika kemarin dn pesan yang masih belum ia balas kembali berputar.
Bagaimana dia harus menghadapinya?
Belum sempat Ara memikirkan lebih jauh, langkahnya terhenti saat melihat sosok familiar di lorong sekolah. Chika, berdiri tidak jauh di depannya, sedang berbicara dengan beberapa teman sekelasnya.
Dengan pikiran dn jantung yang tak seirama, dirinya tergesa gesa mencari tempat persembunyian.
Dan untungnya pikirannya bisa kembali berpikir dn cepat cepat berbelok arah sebelum Chika melihatnya.
"Makasih, ya Chik"
"Iya sama sama, nda." Balas Chika, setelahnya teman teman sekelasnya pergi menyisakan dirinya sendirian disana.
Chika mengernyitkan alisnya heran, melihat ke depan, namun tidak menemukan "apa perasaan aku aja ya?" Gumamnya pelan dn lanjut berjalan kearah kelas.
*****
•
•
•
•
•
•
•
*****
*****
Hari hari berlalu dengan cepat, hampir tanpa di sadari.
Setiap pagi, Ara berangkat ke sekolah dengan rutinitas yang sama, namun di dalam hatinya, ada kekosongan yang terus membesar.
Hari ujian juga sudah semakin dekat, terhitung tinggal menunggu satu bulan lagi dn ujian kelulusan mereka akan di mulai.
KAMU SEDANG MEMBACA
I'm expecting you [BELUM DI REVISI]
Fanfictionsuka cerita ini? support penulis via DANA link di bio profil "Pada akhirnya kita kembali pada dunia kita sendiri, saling berpindah kelain hati, saling mencoba jatuh cinta kembali, tapi bedanya kamu berhasil dan aku gagal mencintai orang lagi." Kont...
![I'm expecting you [BELUM DI REVISI]](https://img.wattpad.com/cover/369385578-64-k989689.jpg)