36

497 47 4
                                        

~•°•°•~

Happy reading

....



Keesokan harinya

Setelah kejadian tadi malam, Ara lebih banyak menghabiskan waktunya full di rumah.

Semua kejadian itu, terus berputar di otaknya.
Ia tak tau harus bagaimana tapi yang pasti ia menyesali keputusannya kemarin.

Sekarang ia tengah terbaring lesuh di kasurnya dengan keadaan yang campur aduk, mata yang memerah serta rambut yang acak acakan.

Bundanya yang melihat itu hanya bisa diam.

Bahkan sejak pulang, ia tak pernah mengeluarkan suaranya lagi, hanya terlihat mata serta wajahnya yang sayu.

Ia memegang selembar foto dengan wajah menahan tangis

"Kamu tanya aku gapapa? Aku sakit Raa!, hati aku sakit denger kamu ngomong gitu hikss sakit"

"Maafin aku ca maaf" ucapnya membayang perkataan Chika

Tok tok tok

Ia menatap kearah pintu

"Kak, bunda masuk ya" ah, ternyata itu bunda nya.

Ara bergegas menghapus jejak airmata nya "masuk aja ga ku kunci" ucapnya menormalkan suara

Ceklekk

Gracia yang mendapat persetujuan pun bergegas membuka knop pintu kamar sang anak.

Ia melangkah masuk dn kembali menutup pintu dn berbalik mendekat ke sang anak yang masih tertidur di bungkus selimut tebalnya.

"Kak bangun yuk, sarapan, kamu belum makan semalaman" ucap sang bunda dengan lembut sembari mendudukan dirinya

"emm, masih ngantuk" balas Ara dari dalam selimut

Gracia yang mendengar nada sang anak yang berbeda dari biasanya pun bertanya "kok suaranya gitu kak? Kamu sakit? Kok ga bilang bunda" ucapnya sambil menempelkan tangannya di kening Ara.

"Engga cuman pilek aja" balas Ara

Gracia mengangguk paham "yaudah kalo udah ga ngantuk ke bawah ya, bunda udah masakin makanan kesukaan kamu" balas sang bunda tersenyum mengusap lembut surau sang anak.

Ara yang mendengar itu hanya mengangguk tanpa membalas.
Gracia pun berdiri pergi meninggalkan sang anak.

Ara kembali membuka selimut yang menutupi wajahnya dengan raut wajah lelah

"Maaf bund, Ara lagi pengen sendiri sekarang"

*****

Di rumah Chika

Dirinya sekarang tengah berada di kolam berenang belakang rumahnya dengan kedua kaki yang tercelup kedalam.

"Ngga mau ah, orang kamu kalah juga, wlee"

"Hahhaha, wlee ga kena ga kenaa"

Dirinya melamun, membayangkan ucapan Ara yang mengganggunya, serta tawa yang masih terngiang ngiang di kepalanya.

"hehe aku ga kemana mana kok"

"Kamu kemana Ra" ucapnya memikirkan ucapan Ara yang berjanji tak akan pergi meninggalkannya

"aku kangen, maaf, maafin aku yang egois Ra maaf hiks" ucapnya menjatuhkan air mata menunduk menutup mata dengan tangan menyentuh dadanya yang sesak

"maafin aku Ra, please balik, aku ga bisa gini"

I'm expecting you [BELUM DI REVISI]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang