Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"BIANNNNN!!!"
Seketika tubuh Fabian ambruk dalam dekapan Evelyn membuat Evelyn yang tak kuat menahan berat tubuhnya ikut terjatuh kelantai. Lalu ia membenarkan posisinya dan membawa Fabian kedalam pangkuannya.
"Vel, k-kamu gak pa-pa kan?"
Masih sempat-sempatnya Fabian bertanya demikian pada Evelyn.
"Bukan aku yang kenapa-napa, tapi kamu Bian" Evelyn menangis histeris saat melihat Fabian benar-benar tak berdaya.
"Aku gak pa-pa, jangan nangis" Fabian menyeka air mata Evelyn dengan sisa tenaganya. Lalu ia meraba leher serta kepalanya terasa amat sakit di bagian sana.
Saat Fabian menarik tangannya dan melihat kearah tangannya seketika Evelyn menjerit keras.
"D-darah!"
Saat itu pula Alby tersadar dengan perbuatannya, tubuhnya seketika meluruh kelantai. Ia tak menyangka perbuatannya akan melukai Fabian.
Bahu Evelyn naik turun akibat isakan tangisnya. "Kak Alby jahat" lirih Evelyn sambil menatap Fabian dan Alby bergantian.
"Ssttt, ini bukan salah Kak Alby, ini karena aku terlalu lemah"
Kenapa Fabian menepis fakta bahwa Alby orang jahat, padahal jelas-jelas kakaknya itu yang membuat Fabian seperti ini.
"Bi, kita ke rumah sakit ya sekarang"
Fabian menggeleng pelan, dengan sisa tenaganya ia berusaha untuk tersenyum kearah gadisnya.
"Vel"
"I-iya, Bi?"
"Maaf, kali ini aku gak bisa anter kamu pulang"
Pandangan Fabian pun menggelap dan kesadarannya menghilang.
"Bian"
° ° °
Sedari tadi Evelyn hanya bisa mondar-mandir sambil menangis. Bahkan matanya sudah sangat sembab dan memerah akibat menangis selama berjam-jam lamanya.
"Vel, duduk dulu" titah Alain.
Evelyn menggeleng kuat.
"Tenang dulu, Vel"
Evelyn menatap tajam Alain, "gimana aku bisa tenang kak sementara Bian lagi kesakitan di dalem"
"Tapi seenggaknya kamu harus istirahat dulu, luka kamu juga harus diobatin" bujuk Almira, Evelyn ingin membantah tapi tangannya sudah dituntun menunju sebuah ruangan untuk mengobati lukanya.