Bagian 8

14 5 0
                                        

WHITE SHADOW
BAGIAN 8
©2024 Seishunira
____________

Laki-laki bersurai pirang itu memandang punggung lebar lelaki di depan. Jarinya mengetuk-ketuk meja. “Hei, Julius.. Bukankah kamu harus jujur pada kami?” Matanya menyipit tajam.

Julius menoleh. “Hah?”

Michael mendengus panjang. Dia berganti melirik Brian yang tidur pulas, menangkup kepalanya di meja. “Kau dan Elisabeth, apa hubungan kalian?” Tanyanya langsung.

Julius Terkesiap. Hubungan? Memikirkannya saja, dia tak pernah. Meski begitu, logikanya kalah dengan perasaan aneh yang melanda. Semakin dia memikirkan rasa aneh itu, dia merasa panas.

“Kami, hanya- berteman..” Julius berbalik.

“Teman?” Michael mengulangi. Lelaki itu tertawa sinis. “Kau pembohong yang buruk.. Ya.. Tapi jika begitu katamu, mau bagaimana lagi? Padahal jika kamu mengatakan yang sejujurnya, mungkin aku dapat membantu.” Michael berpose depan kamera dan menekan tombol kirim.

“Apalagi, Elisabeth adalah teman Marie.” Imbuhnya melirik Julius.

Julius melirik sedikit. Dia ingin mengatakan ‘tolong bantu aku!’ Tapi dia merasa itu tidak layak. Terlebih Julius dan Elise baru dekat sebagai teman.. Kan?

Gelora liar dalam dirinya seolah memberontak. “Ba-bantu aku.” Julius berbalik, wajahnya yang selalu terlihat serius, kini semerah tomat.

Michael menarik sudut bibirnya. “Aku tidak pernah menduga, seorang Julius Rattles akan jatuh cinta secepat ini.” Dia terbahak.

Tawanya memudar dalam sekejap. Michael memandang punggung Julius, tapi dengan Elisabeth?

“Sial.” Julius sedikit menyesali pilihannya mengatakan hal ini kepada Michael.

Tapi di sudut hatinya, dia merasa lega.

. . . . .

Elise melihat jam tangannya, lagi. Beberapa menit telah berlalu melewati jam perjanjian mereka.

Hari ini adalah hari dimana Elise berjanji akan mengajari Julius untuk remidi. Dia sudah duduk dan memesan satu minuman di Cafe, dekat sekolah.

“Maaf! Aku terlambat.”

Elise menoleh. “Oh, hai?” Dia tersenyum.

Julius mengusap lehernya, mengalihkan mata ke arah lain. “Aku harus meminta izin ke pelatih klub, dan ternyata itu membuatku tertahan cukup lama di sana.”

“Apa tidak apa-apa meninggalkan latihanmu?” Elise mengerutkan kening. Dia ingat beberapa minggu lagi, pertandingan besar klub basket akan terlaksana.

“Tidak apa-apa kok!” Kini mata Julius menatap Elise.

Dia tertegun.

Julius tahu, bahwa Elise memiliki mata yang tenang. Tapi kini mata biru yang tampak senada dengan miliknya, terlihat lebih indah.

Seolah mereka bersinar bak berlian.

“Kalau begitu mari kita belajar!” Mata Elise menyipit, senyumnya melebar.

Julius tidak bisa mengendalikan dirinya. Matanya tidak bisa lepas dari Elise. Debaran pada hatinya terasa lebih kencang.

“Cantik..” Lirih Julius kecil.

Elise mengejap, “Apa?”

Julius tersentak. “Ah- maksudku-! Itu.. ku-kuenya! Tampak ca-cantik..” Sial. Julius mengumpati dirinya yang berbicara seperti orang bodoh.

“Kue?” Elise menoleh sedikit. Dia tertawa. “Oh! Benar, mereka terlihat cantik.”

“Apa kamu mau? Biar ku traktir.” Julius tidak berani lagi melihat Elise.

Elise menggeleng. “Aku tidak suka makanan manis.”

Julius melirik Elise. Dia tidak suka makanan manis. “Ah, begitu..” Kursi di depan gadis itu ditarik dan dia duduki.

Beberapa detik kemudian, suara decitan mengalun bersama kursi memundur. “Aku mau ke toilet sebentar, lebih baik kamu memesan sesuatu selagi menunggu sesaat.” Elise beranjak melihat anggukan Julius.

Langkahnya cepat.. Sama seperti degup jantungnya.

Elise menatap pantulan dirinya di cermin.

Wajahnya memerah. Perutnya terasa digelitik, sesuatu terasa luar biasa.

“Cantik..”

Bohong jika dia tidak mengerti.

Kata-kata Julius, berhasil membuatnya menjadi aneh.

Oh, Tuhan..

____________

Jangan lupa bantu vote dan komentar
untuk bagian selanjutnya ya

Terimakasih

Kemungkinan besar, bagian ini akan mendapatkan REVISI PERTAMA dalam beberapa hati kedepan

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Jun 05, 2024 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

WHITE SHADOW (On-going) Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang