WHITE SHADOW
BAGIAN 1
©2024 Seishunira
____________
Banner besar terpasang di gerbang sekolah memikat orang yang berlalu lalang. Lolosnya klub basket dari Agrilus School ke tahap internasional tidak lagi mengejutkan. Hampir setiap tahun banner akan dipasang di gerbang sebagai bentuk pamer sekolah itu ke kalangan publik.
“Yang benar saja?” Lelaki dengan syal biru di lehernya berhenti.
“Hah?” Sahut lelaki lainnya menoleh.
“Bagaimana bisa sekolah memasang fotoku yang itu?! Ini tidak adil!” Lelaki bernama Brian itu menunjuk banner.
Keenan terbahak melihat ekspresi temannya di banner yang sedang tersenyum konyol. “Sekolah tidak bisa berbuat apa-apa dengan fotomu.” Dia berbalik dan menyeringai sebelum bersiap lari, “Kau memang jelek.” Imbuhnya.
“Brengsek! Kemari kau Keenan!”
Kedua lelaki itu berlarian memasuki halaman sekolah.
“Mereka benar-benar membuang tenaga..” Julius mendengus lelah melihat kelakuan kedua temannya.
Dia melihat satu temannya yang berdiri diam sejak tadi, memandang ponselnya lekat.
“Apa yang kau lakukan, Mike?”
“Mencari pacarku.” Lelaki dengan jaket hitam itu melirik sekilas.
Julius mengernyit. “Pacar?”
“Ya, pacarku.” Ulang Michael tak bertenaga. Lelaki itu mematikan ponselnya setelah mengetik beberapa pesan. “Pergilah duluan. Aku akan menunggu Rietta.”
Rietta? Julius membatin heran. Dia tidak pernah mendengar kabar Michael telah berpacaran. Namun tidak ingin ikut campur, dia mengangguk dan pergi.
. . . . .
“Jangan membawaku dalam hubunganmu, Marie!” Perempuan itu meronta-ronta berusaha melepaskan tangannya.
“Come on, Elise… Aku tidak bisa menghadapi Mike seorang diri!” Marie memelas.
Elise menghela nafas panjang. Dia tidak bisa berbuat apa-apa bila temannya memasang wajah ingin menangis. Marietta, si anak dari klub cheerleaders yang cukup populer di sekolah. Ketenarannya semakin menjadi saat gadis itu berpacaran dengan shooter terbaik dari klub basket, Michael.
Namun hari ini gadis itu ingin mengakhiri hubungan mereka. Dengan alasan Michael tidak lagi perhatian.
“Babe!”
Elise menatap sosok lelaki yang berlari ke arah mereka. Dia bergumam pelan, “Dia dibelakangmu Marie.”
Genggaman tangan gadis itu pada tangannya semakin erat. Marie berbalik badan dengan tubuh bergetar.
1..
2..
3..-
Hitungan dalam benak Elise terhenti saat Marie melepaskan tangannya dan masuk ke dalam pelukan Michael, sangat dramatis.
Dia telah menduga ini. Omongan temannya mengenai ‘ingin putus’ hanyalah omong kosong. Marie dan Michael sangat suka mengumbar cinta mereka yang menggebu-gebu.
“Sampai berjumpa di kelas, Marie.” Katanya pelan. Dia tidak peduli suaranya terdengar atau tidak, Elise pergi meninggalkan mereka.
Elise berjalan melewati banyaknya siswa. Dia tidak seperti Marie yang memiliki banyak teman. Elise hanya siswa biasa pada umumnya. Dia hanya cukup pintar hingga bisa meraih peringkat 2 teratas di kelas.
Suara ramai memasuki indra pendengarannya. Mata birunya melirik sosok beberapa siswa yang tampak heboh memainkan game bersama.
Meskipun Elise tergolong siswi pasif. Dia mengenal mereka dengan jelas.
Center dan point guard terbaik dari klub basket, Keenan dan Brian.
“Satu ronde lagi!” Teriak Brian tak terima melihat tulisan game over pada layar ponselnya.
“Akui sajalah.. Kau memang payah!”
“Apa katamu?!”
Lagi. Beberapa siswa menghentikan langkah mereka untuk melihat kericuhan yang dibuat oleh keduanya.
Elise menghela nafas. Dia menduga hal ini akan terjadi.
“Mereka sangat berisik-”
“Berisik-”
Seolah ada yang mengulangi kata-katanya. Elise menoleh ke samping. Mata birunya bertabrakan dengan mata biru sosok lelaki yang berdiri di sampingnya.
Mereka terpaku.
“Ah, maaf-” Gadis itu membuang muka malu.
“Tidak, tidak! Aku yang seharusnya minta maaf..” Lelaki itu menyela cepat.
Elise tersenyum kaku, “Baiklah.. Aku pergi duluan..”
“Tunggu!”
Langkahnya terhenti saat tangannya digenggam. Elise menoleh bingung.
“Siapa namamu?” Tanya lelaki itu dengan wajah memerah.
Elise tertegun. Bibirnya terbuka penuh keraguan, “Aku Elisabeth.”
Lelaki itu menatapnya dalam. “Aku Julius.” Dia melepaskan tangannya dan tersenyum. “Mari saling menyapa kedepannya.”
Julius.. Elise mengangguk kecil.
____________
Jangan lupa bantu vote dan komentar
untuk bagian selanjutnya ya
Terimakasih!
KAMU SEDANG MEMBACA
WHITE SHADOW (On-going)
RomanceR-17 Bagaimana, jika dua orang figuran dalam kehidupan bertemu? Dimana mereka saling terikat bagai benang merah yang kusut. Cerita di publish dalam kondisi DRAFT PERTAMA, belum dilakukan REVISI atau REPUBLISH. Masih banyak kekurangan dalam cerita...
