WHITE SHADOW
BAGIAN 7
©2024 Seishunira
____________
Marietta Fiorentina, anak ceria bersurai coklat yang terkenal akan bakat menarinya sejak kecil. Selain karena cantik dan menarik secara fisik, Marie mudah bergaul. Sifat dan statusnya mempermudah segalanya. Dia adalah anak dari bupati kota.
Sejak dulu Marie tidak terlalu diurus oleh ayahnya. Dia sibuk bekerja. Ibunya? Kedua Orangtuanya bercerai sejak dia kecil.
Marie selalu merasa kesepian meski temannya sangat banyak.
Dia bosan, semua sama. Mereka mudah untuk menerimanya sebagai teman karena kelebihannya, dan menghina anak lain untuk mempererat hubungan pertemanan.
Sampai, kala itu dia bertemu dengan gadis cantik yang menampar anak lainnya. Mata biru setenang laut itu- membuatnya merasa aneh.
“Bu guru! Dia memukulku!”
“Oh, astaga Iris.. Apa kamu tidak apa-apa?”
Iris, bocah perempuan itu menggeleng dan menangis menjadi-jadi. “Sakit, bu guru!”
Rwenda mengelus punggung Iris menenangkan. Dia melirik ke anak yang ditunjuk Iris dengan rumit.
“Bu guru, apa ibu tidak akan memarahinya?” Marie menunjuk gadis bersurai pirang itu. “Dia memukul Iris. Aku melihatnya.” Imbuhnya.
Rwenda mengejap. “Elise, meminta maaflah kepada Iris..” Dia mengayunkan tangan, meminta gadis itu mendekat.
Elise.. Marie mendengarkan dengan seksama. Nama gadis itu sangat cocok dengannya.
Elisabeth, bukankah itu nama salah satu ratu?
“Tidak mau.” Elise menyahut cepat. “Dia saja boleh manjahili anak lain di belakang, kenapa aku tidak boleh memukulnya?”
“Itu, tidak benar bu guru!” Iris menyela cepat. “Aku hanya bermain!”
Elise mengangkat kepalanya, dia tersenyum lebar. “Kalau begitu- aku juga hanya bermain dengannya. Iris hanya terlalu sensitif sampai dia tidak bisa menerima cara bermainku yang sama dengannya, di belakang bu guru.”
Hari itu, perilaku nakal Iris tertangkap oleh bu guru Rwenda. Orang tuanya dipanggil.
Namun, Elise tidak disentuh atau disalahkan.
Marie merasa takjub dan kagum. Ini kali pertama dia melihat anak yang sangat tenang, bahkan bila sedang menghadapi penjahat.
Elise seperti superhero!
Sejak saat itulah, Marie mulai mencari Elise di setiap kelas. Dia kewalahan karena tidak menemukan gadis itu dimanapun.
“Siapa yang kamu cari?”
“Huah!” Jerit Marie terkejut.
Dia menoleh dan terbelalak saat melihat anak yang dicari di belakangnya.
Dia seperti hantu..
Marie mendongak, papan di depan kelas membuatnya
mengerutkan kening. “Kamu sekelas sama aku?”
Elise terdiam dan mengangguk. “Kita sekelas sejak tahun lalu. Kamu selalu berada di peringkat 2 terbawah di kelas, kamu cukup bodoh.”
Wajah Marie memerah. “Aku tidak sebodoh itu!”
“.. Begitu ya.” Elise mengangguk.
Di matanya reaksi Elise seperti mengejek.
“Jangan mempermainkanku ya!” Marie mengulurkan jari telunjuknya.
Elise menggeleng, “Aku tidak melakukannya.” Dia melirik ke arah lain, “Lagipula kamu harus minggir. Anak itu mau keluar.”
Marie menoleh sedikit, dia segera menyingkir dari jalan. “Maaf ya!” Ucapnya tak enak.
“Tidak apa-apa kok Marietta.” Anak itu melangkah pergi.
Elise mengejap. “Temanmu banyak, ya?”
“Tentu!” Marie menepuk dadanya bangga. Dia berdehem pelan dan mengulurkan tangan. “Lalu, apa kamu mau berteman denganku juga?”
. . . . .
Elise masuk ke kelas dalam sunyi. Matahari masih belum sepenuhnya terbit. Kelasnya masih kosong.
Rasa kantuknya hilang sesaat setelah matanya melihat mejanya penuh dengan coklat dan manisan. Sebuah surat terletak di atas mejanya.
Dia mendekat dan membuka surat itu.
Elise..
Aku benar-benar minta maaf! Aku berjanji, tidak akan memaksamu mengajari Mike dan teman-temannya lagi. Jadi please, please, please maafkan aku!! Aku akan memberimu semua cemilan manisku bulan ini, asal kamu memaafkan aku..
Dari Marie
Matanya menyipit dengan tawa menyusul. Elise menggeleng pelan, dia membuka ponselnya dan mengirim sebuah pesan yang sejak kemarin tertahan.
“Aku 'kan tidak makan manisan..” Gumamnya sambil tersenyum.
Hatinya, merasa lega.
____________
Jangan lupa bantu vote dan komentar
untuk bagian selanjutnya ya
Terimakasih
KAMU SEDANG MEMBACA
WHITE SHADOW (On-going)
Storie d'amoreR-17 Bagaimana, jika dua orang figuran dalam kehidupan bertemu? Dimana mereka saling terikat bagai benang merah yang kusut. Cerita di publish dalam kondisi DRAFT PERTAMA, belum dilakukan REVISI atau REPUBLISH. Masih banyak kekurangan dalam cerita...
