Arka Galen Pratama adalah seorang pemuda berbakat di dunia basket yang selama ini menutup rapat hatinya dari cinta. Namun, hidupnya berubah ketika ia bertemu dengan Aurelandra Anatasya, seorang perempuan biasa yang tiba-tiba hadir dan mendobrak pert...
sebelum kamu membaca cerita ini, tolong tekan bintang dulu ya!
Dan jangan lupa, ramaikan paragraf dengan komentar yang indah ya. Setiap komentar sangat berarti bagi penulisya.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Aurel mengayuh sepedanya dengan santai, sambil melihat ke kanan dan kiri, menikmati pemandangan sekitar. Ketika ia sampai di lampu merah, ia berhenti, menurunkan kaki untuk menjaga keseimbangan.
Saat menunggu lampu hijau, segerombolan laki-laki yang nongkrong di warung dekat lampu merah mulai bersiul dan memanggilnya, bahkan sampai ada yang berteriak.
Aurel menatap para laki-laki itu dengan tatapan tajam. Perlahan, tangannya meraih hidungnya dan mengangkat ujung hidungnya sebagai ejekan pada mereka. Hal itu membuat para laki-laki itu tertawa.
"TETAP CANTIK KOK WALAUPUN KAYA GITU."
"bacot," gumam Aurel.
Akhirnya, lampu merah berganti dengan lampu hijau. Aurel mulai mengayuh kembali sepedanya dan pergi, merasa benar-benar risih berada di situ.
"Huh, kenapa sih harus ada orang-orang kayak gitu," pikirnya sambil mempercepat kayuhannya,
Aurel berhenti di toko kue langganan nya, ia turun dari sepedanya dan menaruh sepedanya tak lupa menurunkan standar agar tidak jatuh.
Aurel melangkah masuk ke toko kue dan merapikan rambutnya yang sedikit berantakan. Saat ia membuka pintu toko, ia tidak sengaja menabrak seseorang di depannya, hingga Aurel terduduk di lantai.
"Eh astaga, nak. Bangun-bangun, sini, Oma bantu," kata wanita tua itu sambil mengulurkan tangannya. Aurel menerima uluran tangan itu dan berdiri.
"Oma maaf, saya gak sengaja. Saya gak liat jalan tadi. Oma gak papa kan?" tanya Aurel, meski pantatnya masih terasa nyeri.
"Gak papa, Oma yang salah tadi gak liat jalan. Kamu gak papa kan?" jawab Oma.
"Gak, gak papa kok, Oma. Oma mau ke mana?" tanya Aurel sambil mengusap-usap bagian tubuhnya yang sakit.