DEAR DOY 013

394 38 0
                                        

~Happy reading~

••••

Wakil ketua kelas bernama Wonbin, dia sangat benci kepada Doyoung. entah apa salah Doyoung dia juga tidak tahu kenapa dia bisa benci kepada Doyoung.

Dia benar-benar kepikiran dengan perkataan Doyoung yang terkahir, dia merasa bersalah karena telah menyebut Doyoung dengan anak sialan. Setiap orang akan merasa sakit hati dengan perkataan seseorang yang akan menyakiti hatinya, Wonbin benar-benar merasa bersalah.

"Apa aku berlebihan ya?"tanya wonbin pada dirinya sendiri.

Berlebihan?. Tentu mengatakan orang dengan kata sialan akan menyinggung perasaannya dan mungkin akan membekas di dalam hatinya. Doyoung mungkin tidak akan membesarkan perkataan itu, tapi dia akan menyimpan di hatinya. Kita akan selalu mengingat perkataan seseorang yang akan menyakiti diri kita sendiri.

Berbicaralah dengan baik dan pikirkan ucapan sebelum melontarkannya. Kita tidak tahu orang itu akan tersakiti oleh perkataan kita atau tidak.

14.30

Bel pulang sekolah pun sudah tiba, Doyoung sedang berjalan kaki menuju gerbang sekolah. Ketika Doyoung melangkah ingin keluar dia melihat Jeongwoo diseberang sana yang sedang di paksa masuk oleh seseorang kedalam mobil.

Awalnya Doyoung mengira bahwa itu adalah teman Jeongwoo tetapi dia melihat betul bahwa adiknya itu sedang berontak untuk Kabur. Doyoung yang melihat itu merasa khawatir.

Mobil itu berjalan dan melewati sekolah dengan kecepatan yang di perkirakan tidak lambat. Doyoung melihat itu hendak ingin menelpon para saudaranya, yah menelepon saudaranya adalah satu-satunya cara untuk menyelamatkan Jeongwoo.

Ketika menelpon Yoshi ternyata panggilan itu ditolak oleh Yoshi, dia tidak tahu harus bagaimana kenapa di dalam waktu yang sangat penting ini Yoshi tidak mau mengangkat teleponnya. Doyoung mencoba menelpon Junkyu hal hasil tidak ada Junkyu juga tidak mengangkat nya, harus bagaimana lagi, kenapa mereka tidak mengangkat teleponnya.

Apakah sebegitu tidak pentingnya dirinya?.

Dan terkahir Doyoung menelpon Jihoon tetapi panggilan itu juga tidak di angkat oleh Jihoon, Doyoung frustasi apa yang harus dia lakukan?, apa dia harus mengejar mobil itu. Memikirkan itu membuat dirinya sedikit pusing, bertindak mengajar mobil itu atau melaporkannya langsung kepada hyungnya yang ada di kantor?.

Doyoung tidak punya waktu untuk itu dia mengikuti mobil itu dengan taxi yang baru saja lewat di depan sekolah itu.

Sebuah keajaiban bukan?

Dia sangat berterima kasih kepada Tuhan karena sudah mau berbaik hati dan memberikan keajaiban ini kepada dirinya,

Doyoung mengatakan kepada supir taxi itu untuk mengikuti mobil hitam itu.

"Jeongwoo, tunggu aku" ucapnya dengan pelan berharap adiknya baik-baik saja.

Semoga saja mereka tidak menyakiti adiknya. Dia selalu berdoa di dalam mobil agar adiknya baik-baik saja. Oh Tuhan bahkan kepalanya mengatakan jika adiknya tidak tidak..... Itu tidak boleh terjadi, Jeongwoo adalah anak yang kuat....."Jeongwoo bertahanlah"

...•• happy reading ••...

Di sebuah rumah kecil yang begitu gelap dan kotor. Seseorang yang tadi membawa Jeongwoo itu kesini, Jeongwoo sekarang sudah di ikat oleh orang itu. Ikatan itu sangat kuat, membuat orang itu tersenyum licik ke arah Jeongwoo.

Dear Doy Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang