HAPPY READING
Ke bengongan Hyunsuk sadar ketika suara petir sangat keras dan juga hujan yang datang dengan deras.
Hyunsuk meminta untuk para saudaranya tidur agar mereka bisa mencari Doyoung esok harinya.
Suara handphone Hyunsuk bergetar membuat dia langsung menatap kearah handphone.
Terlihat jelas nama Suga disana,dia tidak mau berurusan dengan Suga yang menurutnya akan menambah dia pusing karena akan menanyakan Doyoung berada.
Dengan terpaksa dia mengangkat telepon itu, hal mengarahkannya ke arah telinga.
"Halo, kenapa kamu menelpon?"tanya Hyunsuk to the point kepada Suga.
Terdiam, Suga tidak bisa menjawab pertanyaan Hyunsuk. Dia mencoba untuk mencari jawaban atas pertanyaan Hyunsuk.
"Jika tidak ada keperluan lagi maka aku tutup"kata Hyunsuk dengan Cetus .
"Tunggu, aku menelpon mu untuk memberitahu sesuatu"
Hyunsuk menunggu Suga melanjutkan ucapannya ditelepon yang sebenarnya membuat Dia sangat bosan mendengar itu.
"Do-Doyoung..."
Mendengar nama doyong membuat Hyunsuk langsung berdiri dan memperjelas telinganya tentang keadaan Doyoung.
"Apa yang terjadi dengan Doyoung?"suara Hyunsuk begitu keras membuat Jaehyuk Asahi dan juga Junkyu langsung menuju ke arah ruang tamu tempat keberadaan Hyunsuk.
"Doyoung? Bagaimana dengan keadaan Doyoung Hyung?"tanya Jaehyuk penasaran telah mendengar nama Doyoung disebut.
"Di-Dia.... Sudah pergi meninggalkan kita semua"
Deg
Hyunsuk mendengar itu langsung lemas dan terduduk di sofa, handphonenya terjatuh ke lantai dia tahu pergi meninggalkan kita semua itu artinya sudah.....
Dia tidak bisa berpikir jernih dia menatap para saudaranya yang lain lalu matanya yang menahan air mata langsung keluar membasahi pipinya. Air mata itu keluar begitu deras beserta bibir yang bergetar dengan raut wajah yang menampakkan sedih dan mampu membuat Asahi langsung menangkap arti dari ucapan dokter Min.
Asahi, Jaehyuk dan juga Junkyu tahu dan juga mendengar ucapan itu membuat mereka seketika dan menahan air matanya.
Mereka tahu mereka tidak bodoh mereka pasti akan mengetahui arti itu. Apa benar pikiran mereka tapi itu tidak mungkin.
Tangisan Jaehyuk pecah begitu saja, tangisan dia begitu keras diiringi dengan hujan yang begitu deras. Jaehyuk menatap kearah saudara, tangisannya terdengar pilu bibirnya bergetar ingin menanyakan jika itu bohong.
Menatap kearah pintu luar membuat Jaehyuk berlari ke arah luar lalu berjalan meninggalkan rumahnya dan melewati hujan yang begitu deras itu dengan kilat yang tertampak jelas dan terang.
Jaehyuk berlari sekuat tenaga lalu berhenti di tengah jalan dengan hujan yang membasahi tubuhnya, Jaehyuk menangis mengeluarkan amarahnya mengeluarkan tangisnya dengan diiringi hujan itu.
Tangisnya tidak terlihat ketika hujan itu membasahi wajahnya, dia berteriak sekeras mungkin untuk meredakan kesedihannya atas kepergian sang saudara.
"ARGGG, KENAPA KAMU PERGI!!!"
"KAU JAHAT, APA YANG DIBALASNYA? APA INI BALASANMU KEPADAKU!!?"teriak Jaehyuk dengan diiringi tangisan yang begitu pilu tak terdengar karena hujan.
Dia langsung berteriak dan disusul oleh Hyunsuk, sadari tadi dia mengikuti Jaehyuk dia tidak mau jika Jaehyuk kenapa-napa. Dia langsung memeluk tubuh sang adik yang bergetar hebat itu karena tangisannya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Dear Doy
Teen Fiction[AYO MAMPIR] Menceritakan sosok seorang anak laki-laki yang berusaha mendapatkan kata maaf, dan juga kasih sayang kembali dari para saudaranya. Menunggu waktu yang lama, dimana dia harus bisa membuat saudara-saudaranya menyayangi dia kembali, lelah...
