DEAR DOY 002

546 47 0
                                        

...••Happy reading••...

Tinggalkan vote:)



Terlihat bahagianya Doyoung telah di berikan adik kembali oleh tuhan. Dia sampai tidak bisa tidur menunggu eomma nya selesai operasi anak yang ke sepuluh. Kedatangan adik barunya membuat dia sangat lah senang.

Jisoo

Eomma dari Doyoung dan saudara-saudaranya yang lain ini baru saja selesai menjalani operasi anak laki-laki bungsunya.

anak bungsu Jisoo dan seokjin lahir dengan keadaan kurang bulan atau disebut dengan prematur.

Dikarenakan jisoo jatuh dari tangga waktu mengejar Doyoung untuk makan siang. Hal tersebut membuat Jisoo harus operasi dan yang paling parahnya Jisoo tidak bisa hamil lagi. Mungkin itu belum rezekinya lagi, jisoo tidak menyalahkan siapapun yang salah disini. Begitupun suaminya, dia hanya ingin keduanya selamat dengan sehat.


"Eomma, dimana dedek bayinya?"tanya Doyoung antusias. Dia sudah tidak sabar menjumpai adiknya itu, apakah wajah adiknya begitu menggemaskan?, dia selalu bertanya, bahkan membuat saudaranya sedikit tidak suka.

Jihoon dan yang lain hanya memutarkan bola matanya malas dengan tingkah Doyoung yang tidak merasa bersalah sama sekali.

Haruto dan Jeongwoo tidak mengerti apa-apa hanya diam di gendongan Jihoon dan juga Hyunsuk.

Mata Doyoung menatap kearah kotak kaca yang berisi bayi disana.
"Eomma, enapa dedek bayinya ada dicana?"ucapnya polos.

Semua keluarga Kim terdiam mendengar pertanyaan Doyoung, dibalik kediaman itu ada seseorang yang benci dengan tingkah Doyoung saat ini, apakah dia tidak tahu jika yang membuat adik mereka disana adalah dirinya?.

"Sayang, dedek bayinya harus disana dulu beberapa hari"ucap sang appa dengan lembut. Dia tidak bisa menceritakan ini kepada anak kecil, bahkan Doyoung saja belum berusia cukup untuk mengerti.

Doyoung semakin bingung kenapa adeknya ada disana?kenapa tidak di kasur bersama eommanya seperti Haruto dan Jeongwoo dulu waktu baru lahir?

"tapi enap—"

"Itu karena kau ,Doyoung!!"teriak Junkyu yang sadari tadi sedang menahan amarahnya agar tidak meluap.

Doyoung mengerutkan keningnya "atu? enapa atu, Hyung?" Bingung perkataan Junkyu, dirinya sangatlah bingung. Kenapa dia? Apakah dia membuat kesalahan.

"Tidak sadar diri"celetuk Junkyu lalu pergi meninggalkan ruangan itu.

...••happy reading••...

Doyoung hanya bisa diam sambil menatap kolam renang didepannya sedangkan pikirannya kemana-mana.

Doyoung lelah, kemudian dia teringat eomma nya yang dimana jika dia terjatuh saja, eommanya akan khawatir setengah mati, eomma?

Mengingat itu membuat dia tertawa dan tersenyum akan kemarahan Jisoo kepadanya. Wanita cantik itu akan mengomel hanya kerena Doyoung susah untuk dia ajak malam.

Dear Doy Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang